
Enel yang kembali dari Alam Bawah sadarnya, mengambil kunci Shandora yang tidak memiliki penolakan apapun terhadapnya. Karena kunci ini mengidentifikasi sebagai anggota Shandora juga.
Setelah mengambil kunci, Enel berjalan-jalan sebentar di sekitar reruntuhan Shandia. Menikmati pemandangan sedih dan kosong sehabis perang, Enel merasakan hal yang aneh dihatinya.
Saat berjalan dia mendengar suara nafas, Enel terkejut mendengar ada seseorang yang selamat dari ledakan dan kekacauan seperti itu.
Berjalan mendekati asal usul suara, Enel melihat seorang gadis kecil yang seluruh tubuhnya di penuhi luka bakar, sedang tertimpa reruntuhan bangunan.
Dia bernapas terengah-engah namun dia tidak bisa membuka matanya.
Enel melihat ini ingin mengabaikannya namun
"CK" Menggertakkan giginya dia memutuskan untuk menyelematkan gadis kecil itu, dengan perlahan dia memindahkan reruntuhan yang menimpa tubuhnya.
Melihat gadis kecil di pangkuannya, Enel berkata "Jika tuhan ingin kau hidup! Maka kau tidak perlu mengalami siksaan seperti ini" Enel membawa gadis itu dan pergi dengan cepat.
Mungkin banyak orang menganggapnya sebagai orang jahat membantai satu desa tanpa ampun menyebabkan banyak orang meninggal.
Namun meninggalkan gadis kecil tak bersalah yang tersiksa diambang kematiannya. Itu adalah hal yang sulit baginya.
Enel tidak kembali ke Kuil Dewa, Melainkan dia pergi ke Vearth tempat salah satu dokter terkenal.
"Rawat dia, selama beberapa bulan adopsi dia hingga keadaannya membaik, setelah keadaan membaik kau bisa datang ke Kuil Dewa untuk mengantarkannya, jika tidak ada aku di sana kau bisa memberikannya kepada pelayanku." Enel menaruh Gadis Kecil itu di Kasur Dial Khusus. Sementara Dokter berlutut dan menyetujui semua pengaturannya.
"Untuk subsidi kau bisa meminta kepada McKinley atas namaku" Setelah mengucapkan itu Enel berbalik dan kembali ke Kuil Dewa.
Di Kuil Dewa, Robin dan Nami sudah menunggu Enel sekitar 2 jam dengan sabar sambil melakukan hal hal mereka masing-masing.
Robin membaca buku yang diberikan Enel.
Sementara Nami terus menerus memeluk pilar emas di kuil.
Kedatangan Enel membuatnya segera kembali ke posisi yang sopan.
Mereka semua menatap Enel yang agak berantakan setelah pertarungan mau tidak mau penasaran.
Kembali ke sofa dan duduk, Enel memandang kedua orang tidak jauh didepannya dan berkata
"Bagaimana apakah sudah siap?" Enel memandang Robin dan mengabaikan Nami yang menggunakan pakaian ketat dan berencana menggodanya.
Dibandingkan Nami, Robin memakai pakaian casual.
"Ya semua tulisan kuno yang di buku ini tidak jauh berbeda dengan tulisan kuno pada poneglhyp namun" Robin mengerutkan keningnya, Enel menyipitkan matanya dan bertanya "Namun?"
"Haa~~" Robin menghela nafas panjang lalu berkata "Kau bisa tahu setelah membacanya" dia menyerahkan buku yang sudah di terjemahkan. Lalu dia memandang Nami dengan heran, Nami yang melihat tatapan itu merasa malu dan marah kepada Enel.
__ADS_1
Enel tidak melihat interaksi mereka berdua, dia hanya membuka buku terjemahan itu dan membacanya dengan serius.
Beberapa menit kemudian, Enel menutup bukunya.
Dia memegang kepalanya yang sedang sakit menerima banyak informasi.
Setelah beberapa waktu berlalu, rasa sakit kepala yang hebat telah menghilang. Enel menoleh melihat mereka berdua yang tengah disajikan makanan oleh Sena dan Sely.
"3 Hari lagi, Aku akan melakukan perjalanan ke Blue Sea, kalian dapat ikut jika kalian mau?" Ucap Enel dengan malas. Adapun masalah membawa mereka Enel tidak terlalu memusingkan hal itu, dikarenakan kinerja Robin yang sangat baik dan dalam prosesnya dia tidak berbohong sama sekali. Enel mempercayainya.
Mungkin ini tidak masuk akal untuk mempercayai seseorang begitu saja dengan pribadi Enel, Namun jangan lupa dia memiliki skill yang bisa melihat isi hati orang.
"Bagaimana dengan kapal kami?" Robin bertanya, dia sedikit ragu apakah Enel bisa membawa mereka dengan kapal mereka langsung.
"Kapal kalian?" Enel sedikit mengerutkan keningnya, tentang kapal mereka sedikit rumit menjelaskannya jadi dia membutuhkan waktu untuk mencerna beberapa alasan yang masuk di akal.
"Robin dan Nami menjauh darinya!! Jangan dekati dia!!" Teriakan pria tua terdengar dari kejauhan, seketika dalam pandangan ketiga orang itu melihat ksatria berbaju rusak diatas Griffin Palsu sedang membawa Lance yang bengkok.
"Gan Fall?" Seru Nami, Robin yang melihat ini segera mengambil tindakan, mengambil Nami dan menjauhi Enel sejauh mungkin. Hingga Gan Fall tiba.
"Bajingan Enel!! Beraninya kau!!" Teriak Gan Fall yang terdengar sedikit serak.
Enel menyeringai dan berkata "Oh Lama bertemu mantan dewa Gan Fall, oh tidak aku salah Penjaga Kapal? Selamat datang di kuil dewaku" Ucapnya dengan sombong, dengan wajah mencemooh Gan Fall.
"Kalian berdua jangan percaya kepadanya, Kapal Kalian, Dia yang menghancurkannya!" Ucap Gan Fall memandangi tajam kearah Enel.
Robin dan Nami sangat terkejut seketika keduanya berubah menatap Enel dengan kebencian dimatanya, walaupun keduanya tidak sebegitu dalam seperti Usopp dalam hal menjaga dan mengurus kapal tapi mereka tetap mencintai Going Merry layaknya teman.
Saat Enel menghancurkan Going Merry, sudah di pastikan dia menjadi Musuh abadi mereka saat Enel menghancurkan salah satu teman mereka.
"Hahaha? Aku yang menghancurkannya? Hahahaha bahkan tidak ku hancurkan pun, dia akan hancur tidak akan lama karena" Enel menyeringai lebar dan terkekeh menatap mereka bertiga seakan menatap semut.
"Aku sudah membunuh jiwanya saat kalian tertangkap di Upper Yard" Kata Enel dengan nada yang kejam, memandang Robin dan Nami yang ketakutan.
"Sialan kau Enel, Hari ini kau pasti mati Enel." Gan Fall menyilang kan Lance nya.
Enel tersenyum dan berkata dengan nada menghina "Ya ya keberadaanmu benar benar mengganggu, sepertinya harus di bersihkan hari ini" meluruskan tangan kanannya.
Enel menyaluri Getaran ke jari telunjuknya. Enel melihat Gan Fall berteriak "Aaaaaa" Seperti pahlawan yang melawan iblis dan menang pada akhirnya namun..
Yang dia lawan bukanlah iblis melainkan Dewa berwajah iblis. Enel menghilang di tempat.
"Finger Vibration"
Enel menyentil kepala Gan Fall seperti sangat meremehkannya.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" Mata Gan Fall berkontraksi dia menatap Enel dengan ketakutan di wajahnya. Beberapa detik kemudian...
Kepalanya bergetar hebat dan Darrr..
Meledak di tempat..
Enel menyeka darah di punggungnya walaupun seluruh tubuhnya sudah bersimbah darah Gan Fall. Dia berbalik mengabaikan tatapan ketakutan kedua wanita itu.
"Aku memberi waktu! Dalam 30 hari jika kalian tidak pergi dari Skypiea, maka jangan salahkan aku untuk membunuh kalian" Kata Enel dengan punggung berhadapan pada mereka dia tidak berbalik.
Lalu setelah berjalan beberapa langkah, kepalanya menoleh sedikit dan berkata sambil tersenyum "Terimakasih atas kerjasamanya"
Senyum menghilang dan Enel juga menghilang di tempat menyisakan mayat tanpa kepala Gan Fall dan juga kedua wanita yang ketakutan.
Enel tidak kembali ke rumahnya melainkan dia pergi ke suatu sungai di Upper Yard yang sangat indah. Sungai ini tidak memiliki Pyrpbloin didalamnya jadi Enel memutuskan untuk berendam di tempat itu.
Memeriksa menggunakan Mantra, Enel juga menghabisi beberapa pengganggu dalam kisaran 5 kilometer darinya bahkan Enel memunculkan Haoshoku Haki untuk menandakan tempat ini sebagai wilayahnya dan menyuruh 4 Priest agar membersihkan daerah sekitar.
Berendam di sungai, Enel seakan menikmati hidup yang penuh dengan kelelahan ini. Dia membuka bandana putih dan mengkonsolidasikan untuk memberhentikan energi listrik di area kepalanya.
Hingga rambut emas panjang dan berurai lembut tersebut ke bawah hingga perut Enel, sambil menikmati berendam Enel juga sekaligus menambah pemahamannya dengan buah iblisnya.
Dikarenakan kehidupan sebelumnya, Enel memiliki beberapa pengetahuan tentang listrik dan cara kinerjanya.
Dia tinggal mengikuti, merubah dan membuat jalannya sendiri untuk mengembangkan buah petirnya ini.
Alasan mengapa dia suka berendam akibat, Air dan Listrik itu layaknya Romeo dan Juliet keduanya sangat serasi hingga terhubung satu sama lain, jadi selain berendam Enel juga menyebarkan listrik untuk bereksperimen.
Dia bereksperimen melalui salah satu Indra manusia yakni peraba untuk mengetahui area sekitar menggunakan petir yang tidak terlalu ganas, maka dari itu Enel sangat ingin mengecilkan minimun voltnya.
Karena terlalu Susah, Enel jadi terhambat untuk berkembang lebih lagi.
Tiba tiba..
[Selamat Pilihan Enel Yang Lama telah terselesaikan yakni membunuh Gan Fall, Hadiah telah di distribusikan berupa Panel Holografik yang menghubungkan kesadaran batin Host dengan dunia luar, Serta Beberapa hadiah tentang peningkatan fisik]
[Untuk membuka Panel Status tinggal ucapkan "Status Window"]
[Karena Beberapa alasan Panel Status terbuka dengan sendirinya]
Sorry kagak update, gw lagi sakit beberapa hari ini.
__ADS_1