
Shulam bernama LanHua itu terlihat berusaha menutupi rasa terkejutnya dengan memberi sebuah ultimatum dengan niat menakut-nakuti orang desa.
"Kerajaan Zamorazhivaniye dengan ini mengumumkan, barang siapa yang mengetahui keberadaan tiga pemberontak tadi, di harapkan melapor kepada petugas militer Desa MeiHua, atau langsung memberitahu aku, well tentunya jika aku masih bertugas di desa ini"
"Hadiah yang menggiurkan akan di sediakan oleh pihak kerajaan jika informasi yang diberikan tentang pemberontak tadi adalah akurat" LanHua gadis itu menatap wajah warga desa safu demi satu dengan lekat. Dia mengharapkan mereka menjadi takut. Kenyataannya adalah semua orang merasa muak dengan sikap angkuh LanHua.
Lalu tanpa malu-malu.. meskipun dia merasa orang desa muak dengannya, LanHua menlanjutkan.
"Namun... jika pihak kerajaan mengetahui bahwa terjadi kerja sama atau pihak-pihak yang menyembunyikan semua informasi tentang pemberontak tadi, pihak itu akan dianggap sebagai pemberontak. Hukumannya adalah di gantung dan disaksikan seluruh warga desa"
LanHua gadis itu lalu membuang tatapan bengis kearah kumpulan orang desa. Sontak saja keributan terjadi diantara penghuni desa. Nada-nada tidak puas terdengar dan gerutu-gerutu kecil memenuhi alun-alun.
LanHua serta-merta membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan alun-alun, yang langsung menjadi riuh penuh cemooh orang-orang yang tidak puas.
Semua lalu melupakan sikap angkuh LanHua dan memperbincangkan aksi tiga ahli sihir yang disebut pengendali air itu. Satu jam kemudian barulah alun-alun desa menjadi benar-benar sepi, setelah semua penduduk merasa puas bergunjing tentang keangkuhan LanHua dan berdiskusi memperbincangkan kejadian Pertempuran fantastis tadi.
>>>>>>
Keesokan harinya, di balai desa MeiHua telah rapih penuh dengan bangku-bangku yang berjejeran rapih. Hari ini adalah hari penentuan bakat yang diselenggarakan di Desa MeiHua oleh Shulam kerajaan. Shulam LanHua.
Sejak pagi-pagi benar, anak-anak usia 8 hingga 12 tahun telah telah berkumpul disana untuk di uji penentuan bakat.
Hari itu adalah hari penentuan bagi seorang anak, apakah dia akan berubah menjadi seorang kaum yang menjadi impian semua rakyat di Benua Shulam, yaitu penyihir dengan istilah shulam, ataukah dia akan melanjutkan kehidupan seperti orang umumnya, menjadi petani atau pedagang.
Tidak terlihat empat anak nakal yang sering mengganggu Lei kecil diantara puluhan anak yang antri untuk uji bakat itu.
******
Satu demi satu anak-anak itu meju kedepan, mencoba untuk uji bakat yang dilakukan LanHua, Shulam perempuan yang kemarin menghebohkan seisi desa itu. Sepertinya perempuan itu terlihat kurang sabar.
"Tatap cermin ini, dan jangan berkedip !" bentak LanHua kepada seorang gadis kecil yang terlihat ketakutan. Cahaya menyilaukan terlihat keluar dari cermin, menerobos ke bola mata gadis itu, dan dia berusaha diam tanpa reaksi.
"Wush..." tidak terlihat jejak atau bakat sihir apapun.
Gadis kecil itu meninggalkan balai desa dengan wajah lesu. Dia tidak memiliki bakat sihir.
Kini posisinya untuk uji bakat digantikan anak laki-laki lainnya. Seorang anak laki-laki yang kelihatan berbakat.. "Hmm kita lihat saja nanti" batin LanHua pesimis.
__ADS_1
"Wush" cahaya cermin jatuh di kedua mata bocah usia 8 tahun itu dan kembali suasana sepi yang terlihat. Tidak ada cahaya gemerlapan, tidak ada pendar-pendar warna-warni. Bocah ini nyata tidak memiliki bakat sihir.
LanHua mulai cemas. Dari sekitar 25 anak yang dia uji, tidak satu pun menunjukkan bakat sebagai ahli sihir. Kunjungannya ke Desa MeiHua ini sia-sia.
Pertama dia tidak berhasil membawa berita bahwa telah menangkap dan mengeksekusi seorang pemberontak di depan umum.
Kedua, dia bahkan membiarkan kawanan penyihir ahli pengendali air membawa kabur pemberontak itu di depan matanya.
Ketiga, dia tidak berhasil me- nemukan bakat sihir diantara semua penduduk desa MeiHua ini. Diam-diam LanHua mengutuk keras desa yang tertinggal, di penuhi bocah tanpa bakat ini.
Dia membayangkan kawan-kawannya pengumpul bakat lain yang berhasil membawa pulang seorang calon penyihir baru yang akan bersumpah untuk berbakti kepada Raja Alexei Sidorov.
Pasti dia akan menjadi bahan tertawaan dan hinaan. Bahkan terlebih parah nanti, kemungkinan dia akan di buang ke tempat terpencil di barat sana yang penuh dengan suku-suku bar-bar. Sekali lagi LanHua mencaci maki dan mengutuk semua kejadian di Desa miskin ini di dalam hati.
Seorang anak kecil berdiri di hadapan LanHua. Dia adalah peserta terakhir yang akan di uji tentang bakatnya. LanHua mengeluh,
"Dari penampilan bocah mengenaskan ini, sepertinya bocah dungu ini akan sama dengan yang lainnya. Miskin bakat dan hanya akan menjadi seorang petani saja" LanHua membuang nafas dengan keras.
"Sekarang berdiri lalu mata kamu di tujukan ke cermin ini. Jangan bergerak, menutup mata atau menjerit" titah LanHua malas-malasan.
Akan tetapi anak laki-laki itu tidak langsung maju ke posisi untuk melakukan pemindaian mata oleh LanHua. LanHua menaksir, dalam beberapa menit kedepan dia akan naik pitam. Melihat penampilannya saja LanHua merasa enggan.
Benar bukan? Seketika itu juga LanHua langsung naik pitam. Tekanan sejak kemarin ketika dia tidak mampu berbuat apa-apa ketika seorang pemberontak di culik di depan mata, lalu kini... dari sekian anak yang dia lakukan uji coba bakat ini ternyata lebih condong menjadi petani.
Semua itu membuat LanHua timbul keinginan menampar anak didepan nya itu.
"Lalu... kamu datang ke balai desa untuk apa? Jangan katakan bahwa kamu datang kesini dengan bakat penuh sebagai seorang ahli sihir" tajam dan penuh sindiran, kata-kata yang di tumpahkan LanHua. Wajah nya berubah menjadi sekeras kulit buah semangka.
"Akan tetapi aku memang benar... datang ke balai desa untuk menjadi penyihir" kata anak laki-laki yang dalam pandangan LanHua, terlihat dungu.
Baru saja LanHua akan mengecam dengan kata-kata keras, sekonyong-konyong bocah dungu itu menyodorkan sesuatu. Itu adalah plakat yang merupakan rekomendasi yang di berikan oleh seorang Shulam pengoyak jiwa level satu dari barisan tentara utama. Lanhua buru-buru memeriksa plakat itu...
"Benar. ini asli. Seorang Shulam yang merupakan ahli tempur Pengoyak Jiwa level satu memberikan rekomendasi kepada bocah dungu ini" batin LanHua. LanHua terpukul.
"Kamu dapat maju dan berdiri didekatku. Aku akan memindai sekali lagi untuk memastikan bakat kamu" tanpa menunggu persetujuan bocah itu, LanHua langsung mengeluarkan cermin pemindai dan seberkas sinar menerpa mata akan itu.
"Wush"
__ADS_1
Berkas sinar cermin berubah menjadi cahaya berwarna biru langit. Itu bakat sihir yang agak tipis.
"Akan tetapi itu tetap merupakan bakat sihir" batin LanHua dengan gembira.
Dengan nada suara yang dibuat sewajar mungkin, sambil berusaha menutupi luapan rasa gembiranya, LanHua berkata.
"Kamu akan mengikuti aku beberapa hari kedepan. siapkan beberapa barang dan perlengkapan sehari-hari, selepas melakukan uji bakat di desa tetangga, aku akan menjemputmu dan membawa kamu ke akademi"
Dengan wajah yang terlihat tegas, bocah itu menjawab,
"Baik aku akan bersiap-siap. Anda dapat menjemputku jika kita sudah akan berangkat menuju akademi. Petugas balai desa akan memberi informasi kepadaku"
LanHua sangat senang. Ternyata tidak sia-sia dia di tugaskan datang di desa terpencil ini. Semoga dengan sedikit jasa yang dia berikan, akan membuatnya diangkat menjadi bagian dari tentara utama, dan di latih menjadi Shulam Pengoyak Jiwa level satu.
NB : Berikut adalah peringkat Shulam ketentaraan Benua Shulam.
Pertama adalah Shulam Pengoyak Jiwa level satu
Kedua adalah Shulam Pengoyak Jiwa level dua
Ketiga adalah Shulam Pengoyak Jiwa level tiga
Keempat adalah Shulam pengoyak jiwa level empat.
Kelima, pada level lima ini terbagi tiga bagian lagi.
Level lima pertama disebut Ekhel
Level lima kedua di sebut Dund
Level lima ketiga di sebut SAGE jika dia menggunakan mahluk sihir aliran baik sebagai kekuatan roh, atau disebut WARLOCK jika dia menggunakan mahluk sihir jahat sebagai kekuatan roh.
Raja Benua Shulam yaitu Raja Alexei Sidorov adalah penyihir terkuat yang disebut WARLOCK.
Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.