Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Instruktur Herbologi yang Dingin


__ADS_3

Buru-buru ZhongLei membuang muka nya. Gadis dalam balutan Nomrogh Kelabu itu balas menatapnya lekat-lekat. Bibir gadis itu terlihat seperti orang yang tengah menggumam.


"Tak perlu kamu menatap dia telalu dalam. Bisa-bisa dia menjadi gsar, lantas dia mengirim Tenung hitam kepadamu yang membuat kita semua celaka" desis Quentin sambil meremas tangan Lei kecil dengan.


Keadaan menjadi tenang kembali setelah instruktur pengajar memasuki ruang kelas.


Pelajaran mereka di jam pertama hari itu adalah "Herbologi Tanaman Roh".


"Penting sekali bagi seorang ahli sihir pemula seperti kalian mendalami dasar-dasar ilmu herbologi tanaman roh" suara lantang instruktur berusia lima puluh tahun yang bernama Lianjin Lui. Pria ini adalah seorang alkemis yang terkenal di Wilayah Tengah.


Lianjin Luis bekas Veteran Perang dengan peringkat Shulam Level dua. Dari kisah-kisahnya di sela-sela mengajar, tidak sedikit lawan yang di koyak jiwa nya oleh Lianjin Lui ini didalam eperangan melawan pemberontak ataupun musuh dari benua tetangga.


Kenyataan memang mengatakan bahwa, tatkala seorang Shulam telah memasuki level satu kekuatannya, maka dia akan di sebut pengoyak jiwa. Pengoyak jia adalah teknik bertempur menggunakan kekuatan sihir yang hanya dapat dilakukan oleh kaum Shulam aja.


Itulah sebabnya mengapa didalam militer, tentara yang merupakan Kaum Shulam dianggap Elit dan di sebut Militer atau tentara kelas satu.


******


"Kamu ! anak baru. Coba kamu jelaskan apa yang di maksud dengan herbologi?" Suara Instruktur Lianjin Lui membuyarkan Lei kecil dari lamunannya.


Lei kecil tentu saja buta mengenai apa itu herbologi, sehingga dia terdiam dalam rasa gugup.


"Baik, aku pahami kamu masih baru jadi belum tahu apa-apa. Sekarang, kamu yang duduk di sampingnya. Calon Shulam Quentin ! Jelaskan kepada anak baru itu apa yang di maksud dengan Herbologi" teriak Instruktur Lianjin Lui tanpa mengendorkan suaranya.


Buru-buru Quentin bersuara, dia tidak ingin instrukur itu mencecarnya jkalau dia tidak segera menjawab,


"Herbologi adalah ilmu dan seni menggunakan bahan-bahan tanaman atau tanaman roh untuk pengobatan atau penyembuhan"

__ADS_1


Tatapan Instruktur Lianjin Lui mengarah ke kelompok siswa yang mengenakan Nomrogh Kuning,


"Silahkan kamu menjelaskan perbedaan penggunaan tanaman biasa dibanding tanaman roh dalam prkatek herbologi, gadis calon Shulam berjubah kuning !"


Dengan lancar gadis itu menjawab cepat,


"Tanaman biasa memiliki efek yang tidak terlalu kuat. Umumnya tanaman biasa hanya digunakan untuk pengobatan biasa atau digunakan untuk masyarakat umum. Namun tanaman roh memiliki kekuatan sihir (spiritual). Sehingga pemakaian tanaman roh di dalam praktek herbologi di benua Shulam adalah untuk membantu membangkitkan kekuatan seorang ahli sihir"


Lanjin Lui mengangguk angguk kepala pertanda puas.


"Bocah-bocah ini cukup memahami dan memperhatikan pelajaran yang aku berikan"


"Masih belum jelas. Aku menginginkan penjelasan rinci agar anak baru itu mencatat di dalam hatinya pelajaran hari ini".


Wajah gadis ber-Nomrogh kuning itu menjadi suram seketika. Instruktur masih mengatakan bahwa jawabannya kurang tepat, pada hal dia selalu memperhatikan semua pelajaran dengan cermat.


Mata Lianjin Lui berputar-putar mencari sasaran yang akan di tunjuk untuk menjawab pertanyaannya. Sementara anak-anak lainnya berusaha sedapat mungkin untuk tidak terlihat menonjol, dan lolos dari sasaran pertanyaan Lianji Lui.


Mata Instruktur Lianji Lui terhenti di kelompok paling depan. Matanya terhenti di kelompok tujuh anak yang mengenakan Nomrog Merah gelap. Kelompok calon ShulamPenyerang. Kelompok tujuh ini buru-buru menyibukkan diri dengan membuka buku-buku tebal yang menjelaskan ilmu-ilmu herbologi.


"Kamu ! Calon Shulam Pengendali api berambut emas. Jelaskan perbedaan tanaman herbal medis biasa di bandingkan tanaman herbal roh !"


Liangjin Lui menunjuk ke seorang nakan berambut keemasan, berwajah tampan yang bernama Artyom Bobrov, yang seketika menjadi pucat.


Artyom itu memasang wajah memelas, da dia berharap ke enam kawannya dari kelompok Nomrogh merah membantu untuk berbagi dan membisikan pengetahuan mereka. Namun Artyom itu hanya dapat menangis didalam hati tatkala enam kawan-kawannya Nomrogh Merah semakin menunduk didalam kesibukan membuka lembar demi lembar buku bacaan Herbologi yang tebal itu.


Pada kahirnya Artyom anak berambut emas ini hanya dapat mengucapkan gumaman yang tidak jelas, sehingga menimbulkan cekikikan tertahan diantara sembilan belas kawannya dalam kelas.

__ADS_1


"Jelas kamu tidak paham dengan pengajaran ku selama ini" seru Lianjin Lui. Sorot mata instruktur itu terlihat meremehkan Artyom Bobrov yang wajahnya langsung berubah menjadi tidak sedap di pandang.


Instruktur Lianjin dengan wajah yang tetap dingin-mengacuhkan raut muka Artyom Bobrov yang semakin pucat karena mau, lantas mengarahkan tatapannya ke bagin paling belakang. Di situ duduk seorang diri si gadis kelabu.


"Kamu.. gadis shulam calon penerawang. Tolong kamu beritahu kawanmu si pengendali api itu. Apa yang aku maksud dengan pertanyaanku tadi. Aku menjadi takut kalau-kalau didalam peperangn nanti Artyom Boboriv itu tidak dapat mengobat diri sendiri karena dia meremehkan pelajaran Herbologi" Kejam kata-kata Lianjin Lui bagaikan pedang bermata dua yang menyayat hati Artyom yang terlihat kepingin menangis.


Gadis kelabu itu buru-buru berdiri dari tempat duduknya, lalu dia bersuara dengan tenang. Suaranya demikian halus menyerupai suara seruling yang di tiup, Indah !


"Tanaman medis biasa adalah istilah umum untuk semua jenis tanaman yang dapat digunakan oleh para alkemis untuk membuat racun, pil oba dan juga ramuan. Tanaman obat yang berusia tua misalkan usia 100 tahun, 500 tahun dan seterusnya umumnya di anggap lebih manjur. Ginseg dan jamur Lingzhi misalnya..."


"Sedangkan tanaman roh atau biasa disebut rumput roh adalah tanaman ajaib yang telah menyerap energi roh dari alam dan sangat di cari oleh para penyihir dan alkemis. Tanaman jenis ini biaanya di konsumsi angsung atau di sempurnakan oleh alkemis menjadi obat-obatan roh, untuk kemudian di serap energi rohnya oleh penyihir untuk meningkatkan kultivasi"


Ruangan kelas itu seketika menjadi hening. Gadis kelabu itu dengan jitu menjawab pertanyaan instruktur Lianjin Lui dengan benar. Ketika pada akhirnya anak-anak itu mnemukan penjelasan pertanyaan di buku Panduan Dasar Herbologi mereka, mereka menyadari bahwa semua kata-kata yang keluar dari bibir Gadis kelabu itu, sama persis dengan yang tertulis di Buku Panduan Dasar Herbologi.


"Gadis yang aneh !" saling berbisik menggunjingkan gadis kelabu terdengar, namun semua sdara. ada cemburu sangat jelas terselip didalam kata-kata gunjingan itu.


Tidak berhenti sampai disitu, Instruktur Lianjin Lui bahkan memberi hadiah point kontribusi ke gadis kelabu,


"100 point kontribusi akademi kekaisaran untuk kelompok Kelabu. Akan tetapi karena kamu hanya seorang diri, maka aku kurangi point itu menjadi 50 point kontribusi"


Semua mulut di dalam kelas melongo. Semua menjadi sangat iri melihat kemujuran gadis penerawang itu. Poin kontribusi adalah suatu nilai pembayaran yang bahkan jauh lebih tinggi di banding mata uang emas pada umumnya. Bahkan didalam akademi sihir kekaisaran, mta uang emas sama sekali tidak di akui seagai alat pembayaran. Point kontribusi adalah bintang utama.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2