Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Bayangan Monster Hitam


__ADS_3

Zhong lei bergegas meninggalkan alun-alun Desa Meihua setelah pertemuan empat matanya dengan Olga Fedorov.


Olga memberikan dia selembar surat rekomendasi yang akan di tunjukkan kepada tim Shulam yang nanti akan datang kedesa untuk event mencari bakat penyihir muda di wilayah itu.


Sesungguhnya Lei kecil merasa risih selama berada di alun-alun. Meski hati kecilnya tak dapat berbohong bahwa dia amat girang tatkala diberi tahu bahwa dirinya memiliki bakat kecil sebagai penyihir.... Namun tatapan kecemburuan yang secara terang-terangan di lemparkan banyak orang, membuat anak itu kepingin segera balik ke rumah.


******


"Berhenti...!!" suara melengking khas anak-anak terdengar demikian kerasnya.


Saat itu dia baru saja berjalan tidak terlalu jauh dari alun-alun. Kebetulan tempat yang dia lewati ini adalah sebuah jalan pintas di kampung mereka yang jarang di lalui orang. Dia memilih jalan itu dengan niat menghindari pertanyaan banyak orang.


Siapa menduga ternyata dirinya telah di nanti-nantikan kelompok anak nakal itu.


Dia tahu.. yang berteriak itu adalah Mei-mei, anak perempuan yang mengaku sebagai kepala geng kecil itu.


"Aku tidak memiliki waktu banyak... biarkan aku pergi" desis Lei kecil. Dia mencoba menghindar


Dengan wajah yang dibuat se-garang mungkin... Meimei berkata,


"Tidak akan ada jalan, sebelum kamu memberi tahu kami. Apa rahasia sehingga kamu memiliki kekuatan kecil itu".


"Kulihat Olga Fedorov sampai-sampai terpukau dan me- rekomendasi kamu untuk di terima akademi" Nada penuh cemburu meluncur deras dari mulut Meimei.


Dia tidak sungkan-sungkan menyembunyikan kecemburuan itu.


Sementara itu, tiga temannya memasang posisi seperti palang menggunakan dua tongkat, yang terlihat seolah-olah para prajurit istana yang menjaga pintu gerbang secara ketat yang akan di lewati rakyat jelata.


"Benar... katakan rahasia kamu... sebelum-sebelumnya kamu hanyalah seorang anak lemah yang dapat ditindas. Bagaimana bisa hanya dalam semalam saja kamu tiba-tiba di umumkan sebagai seorang yang memiliki kemampuan khusus. Katakan rahasia kamu cepaat" Bahkan He-Ping yang palng pendiam itu, bisa-bisanya melontarkan pertanyaan seperti itu. Mereka cemburu, hanya itu jawaban yang pas.


ZhongLei akhirnya mersa putus asa. Sebagaimana dia menjelaskan ketidak tahuannya, empat anak itu tidak akan pernah percaya...


"Well... mungkin sudah bakat alami ku. Selama inisepertinya aku hanya memendam bakat istimewaku sebagai rahasia. Namun semua tiba-tiba bakat itu meluap dan mencuat keluar setelah Shulam hebat bernama Olga itu memindai kemampuanku"


ZhongLei terpaksa mengarang seolah-olah dia memang memiliki bakat sihir secara alami. Padahal dia sama sekali tidak tahu apa gerangan yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian itu.


Wajah Mei-mei memerah dalam amarah, dia mengecam Lei kecil...

__ADS_1


"Kamu merahasiakan dari mana kamu memperoleh kekuatan itu bukan?? Aku menebak... sepertinya kamu memiliki bakat itu setelah semalam kamu kabur kedalam Hutan Temaram..."


"Atau jangan-jangan... kamu memang menyembunyikan sebuah jimat atau pemicu kekuatan yang memang di cari-cari Kaum Militer tadi... Aku jadi memikir bahwa mungkin jika aku melaporkan bahwa kamu semalam berkeliaran di tepi Hutan Temaram... Kaum Militer itu akan memenjarakan kamu, lalu mereka akan menyiksa hingga kamu menyerahkan benda yang mereka cari" Mei-mei mulai berasumsi.


Dia betul-betul di bakar cemburu sampai-sampai tega mereka-reka kisah untuk menekan Lei Kecil.


Dengan mata terbelalak karena mendengar kisah karangan Mei-mei Lei kecil menepis dua tongkat itu sambil berteriak...


"Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Kamu semua minggir" Dia lalu mendorong Feng Kecil dan Feng besar sekuat mungkin sehingga menyebabkan dua anak itu terjerembap.


ZhongLei lalu mengambil langkah seribu, berlari secepat mungkin meninggalkan kelompok anak nakal itu...


Samar-samar dia mendengar teriakan Mei-mei..


"Kejaaarr.. kita pukul dia sampai babak belur. Anak itu semakin hari semakin tidak kenal takut saja" Mei-mei amatlah murka.


Mereka berempat mengejar Lei kecil yang hanya berjarak sepuluh meter di depan. Terkadang tongkat atau batu atau apapun itu terlontar dari arah belakang, dan membentur badan atau kepala Lei kecil. Dia hanya bisa berlari mencari kesemoatan dan mencoba menghindar.


Lama kelamaan, gangguan-gangguan kecil itu terasa seperti gangguan besar.


Lei kecil meraba kepalanya yang terasa bengkak membentuk benjolan. Kakinya telah perih karena beberapa kali cambukan keras yang di lontarkan Mei-mei melecuti kakinya dan membuat betisnya terasa memar.


Bukannya merasa iba melihat dia jatuh terjerembap dengan sekujur tubuh memar-memar, anak-anak kecil itu berniat melukai dia lebih dalam. Mereka tertawa dalam girang...


"Tak...!!"


"Buk...!!"


Hajaran berbagai benda keras menghantam tubuhnya.


"Ayo mengaku..!!"


"Dasar pelit!!!"


"Dia hanya ingin dirinya satu-satunya anak desa ini yang dikirim ke akademi" keempat anak itu seakan di rasuk setan, kini berubah menjadi bengis.


ZhongLei sendiri betul-betul menderita dengan semua deraan itu. Pandangannya menjadi kabur.

__ADS_1


Pukulan yang dilakukan empat anak itu, betul-betul tidak mengenal kasihan dimana mereka lupa bahwa mereka hanyalah anak kecil biasa. Namun kini mereka seolah-olah berubah menjadi iblis kecil.


Ketika dia semakin hilang kesadaran... sekonyong-konyong ZhongLei terlihat menjerit dengan suara yang terdengar aneh. Suara itu lebih mirip dengan pekikan burung ketimbang suara anak manusia...


"Arrrggggghhh..."


Demikian kerasnya teriakan anak itu, sampai-sampai empat anak yang tengah berpesta memukul dirinya merasa sakit kupingnya.. mereka bahkanterbanting dengan keras beberapa meter kebelakang.


"Buk-buk-buk-buk"


Tidak cukup sampai disitu, sebuah bayangan hitam raksasa muncul dari belakang ZhongLei dan menyelubungi tempat itu sehingga suasana berubah menjadi menyeramkan.


Dalam tatapan mata yang merah mengandung api. sosok hitam berbentuk burung raksasa itu sekali lagi memekik dengan suara yang amat keras, menindas dan mulutnya terbuka lebar kearah empat anak yang masih dalam posisi tersungkur itu. Mulut itu seolah-olah akan menelan mereka.


Empat anak nakal itu bukan hanya sekedar terdiam dalam kaget. Mereka menjerit dalam histeris namun tak terdengar suara. Mereka ketakutan, menggigil sampai-sampai celana mereka menjadi basah akibat terkencing.


Masih dalam suasana mencekam, mahluk raksasa berbentuk burung itu terbang mengeliling empat anak yang kini bentul-betul terdiam dalam ketakutan.


Air mata mengalir demikain deras namun sudah tidak ada lagi suara tangis yang terdengar dari mulut mereka.


Mengakhiri demonstrasi yang dipergakannya, kini mahluk hitam itu mengibas sayapnya, yang berakibat tubuh lemah empat anak nakal itu terlempar jauh, jatuh dengan bunyi bedemum.. lalu tidak sadarkan diri lagi.


ZhongLei sendiri telah keluar dari masa kesurupannya itu, dan dia jatuh pingsan di jalanan sepi itu.


Tidak ada seorangpun yang melihat kejadian itu, hingga menjelang sore hari... orang-orang lantas menemukan lima sosok anak kecil yang terlihat pingsan di jalanan yang jarang dilewati orang itu.


Kemudian beredar kabar bahwa, jalan sepi itu memiliki penunggu yang suka mengganggu anak-anak kecil. Akibatnya jalan itu menjadi lebih sepi lagi di banding sebelumnnya.


Empat anak nakal ; Mei-mei, Feng kecil, Feng besar dan He-Ping sejak kejadian itu tidak pernah lagi terlihat berani di luar rumah.


Meski mereka telah sadar dari pingsannya, sepertinya empat anak itu mengalami trauma dan sering bermimpi buruk ditengah malam. Mereka sama sekali tidak pernah bercerita tentang kejadian apa yang menimpa mereka di jalan sepi itu.


Lei kecil beberapa hari kemudian telah sadar dan sembuh dari traumanya. Dia kembali menjadi Lei kecil seperti sebelum-sebelumnya, dan dengan gembira menunggu hari dimana kaum Shulam akan datang ke desa untuk memilih anak-anak yang akan di kirim ke akademi.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2