
Zhonglei memulai kelas sihir intermediatenya yang ternyata berada pada kelas yang sama dengan Gladys Wu. Berbeda dibanding kelas mereka di akademi sebelumnya yang hanya memiliki beberapa orang siswa dalam satu kelas.
Di Akademi Moonlight dalam kelas di angkatan mereka terbagi dalam tiga kelas. Didalam satu kelas jumlah siswa sebanyak 25 orang. Itu berarti 25 siswa dikali 3 kelas, adalah setara dengan 75 siswa level dasar akademi intermediate.
"Namun aku sungguh merasa heran.
Mengapakah jumlah calon penyihir pengendali kayu sepertiku hanya ada di kelas kami saja?
Sedangkan anda yang tadinya merupakan mahluk langka di Kota Temaram, lihatlah.. Dalam kelas kita saja ada tiga orang perapal mantra" kata Zhonglei sambil tertawa.
Rupanya setelah kedatangan kereta paus mereka secara bersamaan kala itu, yang ternyata menunjukkan bahwa Zhonglei dan Gladys Wu tidak akan memiliki kawan dari kelompok yang sama, (Nomrogh biru dan kelabu), beberapa saat kepergian mereka menyusul datang dua Kereta Paus yang membawa sekelompok anak-anak berjubah kelabu.
Gladys pun ikut-ikutan tertawa dengan keanehan itu. Katanya,
"Tidak usah dipikirkan keanehan itu. Toh kita berdua akan tetap bersahabat.
Aku tidak terlalu suka dengan anak-anak pelapal mantra dan penerawang itu. Mereka terlalu genit dengan laki-laki senior di akademi ini" kata Gladys dengan tatapan jijik.
Keduanya lantas tertawa-tawa menceritakan keanehan-keanehan di kelas. Karena sifat dan pembawaan yang sama, membuat dua anak itu menjadi semakin akrab.
Sementara itu, Zhonglei yang tidak pernah menghentikan melatih teknik pernafasan Siulian, merasa bahwa manfaat yang di berikan pelatihan diam-diam itu makin besar manfaatnya.
Pada Kelas Pertempuran Sihir, yang di ajarkan oleh seorang Petarung Shulam Level Dua bernama Master Su Jian Guang, Zhonglei lagi-lagi menunjukkan keunggulan ketika mereka berlatih melumpuhkan burung.
Ketika itu Master Su Jian Guang masuk ke kelas dan dengan sihir dia membuat lima ekor merpati. Kemudian dia melepaskan lima ekor merpati itu didalam sebuah kurungan besar, seluas 10 x 10 meter. Katanya,
"Kalian harus dapat membuat jatuh lima merpati itu menggunakan kekuatan sihir, samaseperti ketika kalian di latih memecahkan kacang di dalam botol, waktu di Akademi Kalian sebelumnya.
Masing-masing orang hanya diberi kesempatan sepuluh tarikan nafas saja".
Penjelasan Master Su memang demikian mudah. Akan tetaoi ketika masing-masing anak mencoba masuk dalam kurungan besar itu dan mencoba membuat merpati terjatuh dengan kekuatan sihir, semua kepercayaan diri mereka membuyar.
Merpati tersebut bergerak dengan cepat sehingga kekuatan sihir tidak dapat mengunci gerakan merpati, untuk membuat mereka terjatuh.
"ini adalah pekerjaan yang sia-sia.
Rasa-rasanya tidak akan mungkin seseorang menghentikan gerakan terbang merpati-merpati liar itu, lalu menguncinya dengan kekuatan sihir untuk menjatuhkannya" keluh seorang gadis cantik yang mengenakan Nomrog Merah.
Akan tetapi ketika tiba giliran Zhonglei, anak itu hanya hanya memejamkan mata, berkonsentrasi sesuatu latihan pernafasannya lalu dalam heningnya dia mengunci satu demi satu merpati itu, lalu..
Blam !
Lima merpati itu jatuh secara bersamaan
"Apa?"
"Itu bahkan belum lima tarikan nafas" pekik anak-anak lainnya heboh. Zhonglei menjadi makin populer sebagai siswa berbakat.
__ADS_1
Zhonglei lalu menerima poin kontribusi sebesar 100 poin. Poin itupun belum termasuk yang dia terima dari kelas Alkimia, Kelas Healer Penyembuhan secara sihir, Teknik Pedang dan sihir, Herbologi Tanaman sihir dan Hewan-hewan langka dalam Sihir.
"Gladys Wu,
maukah kamu mengantarku ke toko Penukaran Point milik akademi?, aku berminat menukar point kontribusiku dengan satu tongkat sihir.
Aku ingin memiliki semacam tongkat sihir yang juga berfungsi sebagai penguat gelombang sihirku, sekaligus sebagai senjata" kata Zhonglei di suatu akhir pekan.
"Tentu saja aku bersedia.
Telah lama sekali aku kepingin mengintip isi di toko akademi yang menjual semua keperluan sihir" Gladys menyanggupi, bahkan cenderung antusias dengan ajakan itu.
******
Toko sihir di akademi ternyata tidak terlalu besar seperti yang kedua anak itu bayangkan. Toko itu hanya seluas 6 x 6 meter saja luasnya, dan di penuhi dengan banyak barang-barang yang saling menumpuk.
Seorang pria berumur muncul dari tengah-tangah barang menumouk, lalu menyambut ramah dua anak itu, dia menawarkan bantuannya,
"Selamat datang di Toko Akademi Moonlight City.
Silahkan pilih barang sihir apa yang ingin anda beli. Apakah yang kamu inginkan? Senjata, jimat ataukah sekedar mainan muslihat? Silahkan menanyakan kepada Tuan Owl Ma ini" pria bernama Tn Owl Ma mengagetkan Zhonglei dan Gladys Wu.
"Ah... Tn Owl Ma, anda membuat saya terkejut" kata Zhonglei.
"Dapatkah anda menunjukkan kepada saya, sebuah tongkat sihir yang cocok di gunakan anak laki-laki kecil seperti saya?"
"Apakah anda tengah menilai saya?" tanya Zhonglei.
"Bukan... Aku tengah menerawang anda, dan ingin membaca masa depan kamu, lalu memilih benda apa yang cocok untuk kamu" kata Tn Owl Ma.
"Ah.. Rupanya anda penerawang" kata Zhonglei,
"Silahkan melanjutkan menerawang, benda apa yang cocok dengan ku"
Kira-kira sepuluh tarikan nafas Tn Owl kemudian berkata bimbang,
"Kamu seorang anak dengan unsur kayu bukan?
Akan tetapi hasil penerawangan singkat ini mengatakan kamu cocok dengan pedang penyihir..." Tn Owl mengerutkan keningnya.
Tentu saja Zhonglei dan Gladys Wu terperanjat. Lebih-lebih lagi Zhonglei,
"Ah.. Anda mungkin salah menerawang Tn Owl.
Cobalah sekali lagi. Aku sama sekali bukanlah seorang penyerang atau petarung. Aku seorang healer dan alkemis.
Tongkat sihir lebih cocok untukku ketimbang Pedang sihir" jawab Zhonglei tertawa.
__ADS_1
Dia geli membayangkan kalau tiba-tiba muncul dalam kelas nanti dengan membawa pedang sihir seperti anak-anak petarung itu. Bukankah dia terlalu percaya diri, menganggap diri seolah-olah pengendali api atau pengendali tanah?
Akan tetapi Tuan Owl dengan berkeras mengatakan sekali lagi,
"Tidak mungkin salah.
Belum pernah sekalipun penerawanganku, lari jauh dari kenyataan yang akan terjadi. Setidaknya selalu mendekati kenyataan, semua hasil penerawanganku" kata nya kukuh.
"Begini saja.." lanjutnya.
"Aku menawarkan kepada kamu tongkat sihir pendek yang memiliki mata pedang, jika di gerakkan tombol mekanisnya"
Tuan Owl lantas mengeluarkan satu tongkat sepanjang satu meter, yang kemudian dia peragakan kemampuannya.
"Lihat,
tongkat ini akan berubah menjadi senjata berupa pedang manakala kamu menekan tombol mekanis ini.
Pedang pendek akan keluar dari ujung tongkat, sehingga kamu dapat menggunakannya seperti pedang pendek biasa"
Zhonglei mengamati tongkat itu, dia mengulang-ulang menekan tombol mekanis yang menampilkan ujung berupa pedang pendek..
"Jika boleh aku tahu,
berapakah nilai tukar dengan point kontribusi untuk tongkat sihir yang merangkap pedang ini?" Tanya Zhonglei.
"1000 poin kontribusi. Tidak kurang" jawab Tuan Owl tegas.
Wajah Zhonglei berubah kecewa.
"Ah... Point kontribusiku hanya 650 point saja. Itu terlalu jauh nilainya dari harga tongkat itu"
"Dan jika itu hanya tongkat sihir biasa tanpa pedang, berapa harga tukar nya" tanya dia sekali lagi dengan cemas.
"Itu hanya 450 poin kontribusi, jika kamu ingin menukar point.
Ah ... Sayang sekali. Padahal penerawanganku mengatakan bahwa kamu lebih cocok dengan pedang" sesal Tuan Owl.
Pada akhirnya Zhonglei mengambil sebuah tongkat sihir pendek setinggi 1 meter (karena dia masih kanak-kanak 11 tahun, dan tongkat 1 meter itu teah memadai untuk ukuran tingginya).
Tongkat sihir yang Zhonglei tukar itu memiliki hiasan batu pualam biasa, yang berfungsi sebagai pemancar dan penguat sihir yang biasa digunakan ahli-ahli sihir.
Keduanya pergi meninggalkan toko penukaran akademi, diikuti dengan tatapan penuh misteri dari Tuan Owl Ma.
*Bersambung*
Setelah selesai membaca, selalu jangan lupa likenya, Vote dan memilih favorit untuk author ya gaes. TQ
__ADS_1