
Sambil menunggu kereta mereka datang, LanHua mengajak Lei kecil untuk mampir di sebuah rumah makan sederhana di tempat itu. Dia merasa sangat lapar.
Hidangan yang disediakan warung itu pun sangatlah sederhana. Menu terbaik mereka adalah hidangan mie dingin dengan sepoci teh khas sebagai minuman pelengkap. Tidak ada yang lain. Well, di masa susah seperti ini, untuk dapat makan semangkuk mie dinginpun, orang-orang akan mengucap syukur.
Kemudian tampak beberapa kaum tentara yang melongok kan kepala kedalam warung, kemudian mampir di warung sederhana itu.
Umumnya mereka memesan hidangan mie dingin tersebut,kaena tu adalah menu terbaik yang dimiliki warung sederhana itu. Ketika mereka menyadari keberadaan LanHua, seorang shulam sihir, beberapa orang tentara langsung pergi meninggalkan warung makan itu dengan terang-terangan menunjukkan wajah kurang senang.
Namun ada juga diantara mereka ada yang terlihat biasa saja dan terus menikmati makanan, setelah melirik keberadaan LanHua dengan anak kecil di sampingnya.
"Orang-orang seperti itu memang selalu menunjukkan sikap tidak bersahabat dengan kami, kaum Shulam" bisik LanHua ketika dia melihat tatapn anak kecil itu seolah-olah bertanya melalui tatapan mata.
LanHua tersenyum dingin dan kembali menambahkan.
"Mereka iri kepada kami Kaum Shulam. Kami di sebut Pasukan Tentara Kelas satu, sementara mereka orang biasa seperti itu hanya menjadi tentara kelas dua" Nada bangga tidak dapat disembunyikan LanHua.
Lei kecil mengangguk setuju ketika LanHua menjelaskan hal yang terakhir.
Dengan datar Lei kecil menyanggah kata-kata LanHua didalam hati..
"Bukan saja kaum militer yang cemburu dengan keberadaan kalian Kaum Shulam. Rakyat jelata sendiri terlebih lagi sangatlah cemburu ketika mendengar kisah bahwa kalian selalu tidak kesulitan di musim dingin. Selimut tebal tersedia dan siap menghangatkan kalian. Dan kalian tidak pernah tidur dalam keadaan kelaparan" batinnya.
******
Saat itu salju terlihat mulai turun dari langit. Meskipun dalam jumlah yang tidak ekstrim. Akan tetapi secara umum, udara mulai terasa lebih dingin dari biasanya.
Bahkan ketika Lei kecil mencoba untuk berbicara, tampak uap-uap menyerupai kabut tipis keluar dari mulutnya; pertanda udara saat itu benar-benar dingin.
LanHua melirik nak yang kedinginan, lau dia menjentikkan jarinya.
"Sshhh" syara seperti desisan api terdengar.
Seketika sebuah api kecil keluar dari tangannya. Dia lantas sebuah membuat tanda seperti segel di dahi Lei kecil..
"pop"
__ADS_1
Bunyi kecil terdengar, yang kemudian secara ajaib anak itu merasa udara dingin seakan-akan telah berlalu dari tubuhnya.
Dia merasakan tubuhnya kini menjadi lebih hangat setelah dahinya di meteraikan dengan segel api seorang pengendali api.
Dengan suara mengandun nada kekaguman, Lei kecil bertanya,
"Apakah yang tadi itu adalah kelebihan yang dapat dilakukan Kaum Shulam?" Lei kecil benar-benar dibuat kagum. Dia merasa segel api yang dibuat LanHua itu amatlah luar biasa.
LanHua hanya tertawa kecil,
"Itu hanyalah sebagian kecil dari ilmu-ilmu praktis yang dapat dilakukan seorang Shulam menggunakan energi yang kami sebut shulam (sihir)"
"Jika nanti aku telah meningkatkan level sihirku ke yang lebih tinggi, aku dapat menggunakan energi shulam dan mengendalikan api untuk terbang menjelajah ke berbagai tempat yang aku kehendaki" LanHua menatap Lei kecil yang sinar mata nya kini berbinar, pertanda anak itu sangat terpesona.
LanHua bahkan semakin berani bersumbar bahwa energi api miliknya bahkan dapat membawanya terbang melintasi negri demi negri di Benua Shulam ini, seperti yang dilakukan mahluk ajain transportasi. (bersumbar ini sama artinya dengan menyombongkan diri KBBI)
Lei kecil semakin ternganga, dalam hatinya dia berpikir "Betapa saktinya kakak LanHua ini. Dia mampu terbang mengendalikan api, lalu berniat berkelana ke seluruh negri di benua ini"
"Apakah nanti aku juga ketika berlatih dengan rajin, akan mampu mengendalika api seperti anda, Kakak LanHua? Lei kecil bertanya polos.
"Tentang kemampuan seorang calon ahli sihir, tatkala dia belajar di akademi nanti, para instruktur ahli disana akan mengarahkan calon ahli sihir itu sesuai bakat dan kemampuannya"
"Oleh karena itu, telalu dini rasanya jika ku mengatakan bahwa kamu akan menjadi pengendali angin seperti diriku" LanHua menatap ZhongLi dengan serius. Dalam hal ini dia tidak mau mengambil sikap gegebah dengan memberi harapan bahwa ZhongLei akan menjadi seorang pengendali angin, atau minimal pengendali api.
LanHua bahkan tidak mengatakan bahwa terdapat kasta-kasta tersendiri di kalangan ahli sihir Shulam. Misalkan elit-elit Shulam dinamakan kelompok "Penyerang" yang terdiri dari pengendali api dan pengendali tanah. Lalu terdapat kasta shulam lainnya dibawah peringkat kelompok para penyerang tadi.
Sementara itu, Lei kecil semakin memantapkan diri didalam hati. Dia bertekad akan menjadi Shulam dari kelompok yang terbaik. Dia akan menjadi tentara Kelas Satu Kaum Shulam yang berjuang demi kekaisaran.
Waktu berlalu tanpa terasa. Ketika itu malam semakin pekat dan terdengar suara riuh, seperti bunyi kepakan sayap burung raksasa.
"wush-wush-wus" kira-kira sepert itu bunyi kepakan ayap terdengar. Semua orang lantas berebutan berlarian keluar dari tenda-tenda untuk menonton kejadian spektakuler itu.
Di langit, nun jauh namun dapat di tangkap dengan mata manusia biasa, terlihat seekor Paus raksasa terbang mengepakkan sayapnya, melaku menuju tempat dimana mereka berada.
"Kereta akan tiba, kereta akan tiba" teriakan seseorang dari arah terminal kecil yang lebih pantas disebut dengan pos penjagaan.
__ADS_1
"Semua penumpang diharap bersiap-siap untuk menaiki kereta kerajaan. Tujuan berikutnya adaah Kota Temaram berjarak 1500 kilometer, dengan lama perjalanan sehari semalam" rupanya yang disebut dengan kereta adalah alat transportasi menggunaka hewan ajaib raksasa seperti Paus raksasa itu.
"Harap menyiapkan slip giok tiket yang anda miliki" Suara petugas terdengar memberi informasi.
Lei kecil menatap Paus raksasa itu yang semakin mendekat. Diatas punggung Paus itu terdapat bangunan-bangunan kayu yang panjangnya kira-kira 100 meter. Bangunan itu terlihat bertingkat 3, yang terbuat dari kayu khusus yaitu "Kayu Hitam" yang di import dari sebuah negri tropis nun jauh dibelahan benua lain.
Konon, bangunan yang dibuat menggunakan bahan kayu hitam seperti ini, memiliki bobot yang ringan, namun bersifat keras dan kuat.
Melihat banyak kelebihannya, maka kayu hitam sering kali digunakan sebagai bahan bangunan ringan sebagai bangunan bongkar pasang diatas banyak hewan ajaib transportasi; seperti yang mereka yelah saksikan di kereta barusan.
Satu demi satu penumpang turun dari kereta sampai akhirnya tidak ada lagi yang turun.
Kereta masih berhenti hingga satu jam kedepan, dimana Paus raksasa itu terlihat di guyur air yang sangat banyak dan diberi makanan berupa rerumputan khusus dari Laut Selatan.
Setelah semua selesai istirahat, dalam aba-aba perintah, petugas terminal itu kembali berteriak..
"Semua penumpang di persilahkan naik kereta. Harap menunjukkan slip giok tanda pembayaran anda di pendeteksi khusus yang terbuat dengan formasi array ini.
Satu demi satu orang-orang melewati array pendeteksi itu.
Lei kecil berdebar-debar ketika dia melewati tiang array dan menunjukkan slip giok yang diberikan LanHua.
Hati Lei kecil berbunga-bunga ketika dia tanpa kendala berhasil melewati tiang array dan langsung melangkah di geladak kereta itu.
"Bilik kita berada di lantai paling atas" kata LanHua.
Keduanya langsung naik ke lantai tiga bangun kereta, dan masuk kedalam bilik mereka.
Lei kecil masih sempat memalingkan wajah dan berkata dalam hati,
"Selamat tinggal semuanya"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.