Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Kelas Alkimia


__ADS_3

"Anak baru itu mampu mengalahkan Sergei El pengendali air?" Artyom Bobrov berbisik tak percaya kepada kawan wanita mereka Lisa Kwan. Kelompok berjubah merah dan jubah kuning kini mulai larut didalam percakapan, yang terkadang diantara percakapan itu mencuat jeritan-jeritan kecil bernada iri.


Bahkan Gladys Wu si gadis kelabu penerawang itu sampai-sampai terbuka lebar mulutnya, saking dia tidak percaya dengan penglihatannya.


"Apakah ini betul-betul Zhonglei yang aku kenal beberapa waktu lalu, yang betul-betul tidak tahu apa-apa tentang semua pelajaran sihir?"


Berbeda hal nya dengan tatapan penuh rasa tidak percaya yang di lontarkan anak-anak kecil itu, Pelatih Arogorth malahan menepuk-tepuk punggung Zhonglei sambil memuji-muji dia berkata..


"Bagus, Itulah buah-buah dari ketekunan pelatihan kamu yang sedemikian sengsara itu.


Lihatlah... Sekarang kamu anak kecil ini telah menuai manfaat, dan meledak didalam kejutan.


Aku berharap.. Ketekunan dan prestasi ini masih terus kamu pertahankan, Zhonglei !"


Puji-pujian itu membuat Zhonglei benar-benar merasa malu. Wajahnya memerah sampai-sampai dia tidak dapat berkata-kata.


Akan tetapi diluar dari semua keterkejutan yang dialaminya, dia betul-betul merasakan kehangatan dalam hatinya, tatkala pelatih menyebut namanya dengan lengkap. Selama ini Pelatih Aragoroth tidak pernah mau menyebutkan namanya dengan lengkap.


******


Pelajaran selanjutnya adalah teknik meramu obat dan pil atau yang biasa disebut dengan Alkimia. Instruktur Lianjin Lui, pengajar herbologi merangkap ramuan dan alkimia terlihat melambaikan tangannya.


Lalu didalam sebuah citra yang berpendar-pendar terlihat serangkaian panjang tulisan resep berserta takaran yang harus mereka buat.


"itulah resep Pil Penambah Kekuatan, sebuah pi peringkat I yang dapat dibuat oleh Alkemis pemula seperti kalian di kelas ini.


Manfaat pil ini adalah untuk mengembalikan energi sebanyak 10 bagian ketika seorang penyihir tengah kelelahan di dalam peperangan.


Pil sederhana ini hanya membutuhkan tiga bahan utama dari tanaman herbal saja.


Akan tetapi kunci rahasianya adalah pemanasan yang tepat, sehingga pil akan terbakar sempurna di tungku pembakaran, dan tidak membuat kuali alkimia anda meledak akibat panas berlebihan.


Pemenang didalam pembuatan Pil Penambah Kekuatan ini, akan diberi hadiah 100 point kontribusi"


Sampai disitu, instruktur tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Ruangan di kelas terbuka itu seketika menjadi heboh...


"100 point kontribusi?


Kita berenam dapat bersenang-senang pada akhir pekan nanti di kedai-kedai roti dan kedai minuman pasar Kota Temaram" Hui Kim dari kelompok Nomrogh Merah berbicara dengan antusias.


"Pekerjaan meramu pil, di mulai sejak sekarang !" teriak instruktur Liangjin Lui memberi semangat.


"Kamu harus memenangkan point kontribusi itu. Kamu adalah siswa terpandai dalam bidang Alkimia diantara anak-anak berjubah merah" kata Artyom memberi semangat kepadanya.


Anak-anak Nomrogh merah lainnya bersorak-sorak. Mereka telah membayangkan Kue Tart-tart Labu, Ice cream Leeci bahkan beer shorgum yang diam-diam selalu mereka konsumsi, walaupun mereka masih dibawah usia.

__ADS_1


Gladys Wu yang kebetulan melewati barisan anak-anak berjbah merah itu mencibir keras-keras,


"Cih..


Kalian ini seperti pungguk yang merindukan bulan, ibarat orang pecundang yang tengah bermimpi di siang bolong.


Kalian bahkan tidak memiliki unsur kayu sedikitpun didalam tubuh di pusat energi kalian.


Lalu bisa-bisanya kalian kepingin mengalahkan anak-anak berunsur kayu dari kelompok jubah biru sana?"


Wajah Gladys Wu terlihat penuh cibiran, yang membuat Artyom di landa angkara murka dalam satu kedipan mata..


"Mahluk aneh.. K-kamu.." Artyom baru saja akan mengata-ngatai Gladys Wu dengan kejam, akan tetapi dia teringat dengan kutukan-kutukan acak yang di lontarkan anak berwajah murung itu.


Lalu Artyom diam-diam berusaha menekan keras-keras hawa amarah dalam hati nya.


"Mari kita mengacuhkan gadis tidak populer itu. Dia hanya berusaha membuat kita marah saja".


******


"Tiga tangkai Bunga Alamanda, lalu hamburkan diatas pijaran api yang di pertahankan kepanasannya menggunakan kekuatan jiwa" Zhonglei menghamburkan tiga tangkai kembang dari tangannya kedalam kuali.


"Wush !" api meledak hingga memenuhi seisi kuali. Akan tetap Zhonglei tidak menjadi menjadi gugup.


"Bukankah sudah menjadi hal yang umum ketika tanaman sihir atau herbal di masukkan kedalam kuali, akan terjadi percikan api seperti itu?" Zhonglei semakin mantap setelah dia mengingat teori menyuling yang tertulis di text book sihir di perpustakaan.


"Byur !" kuali tampak mendidih. Zhonglei semakin senang.


"Semua telah sesuai dengan teori yang tertulis di Text book sihir di perpustakaan" desisnya.


Dengan konsentrasi dia mempertahankan nyala api di tungku alkimianya dalam nyala konstan yang berwarna biru.


Tidak terlalu sulit bagi Zhonglei untuk mempertahankan nyala api sebiru itu dalam kurun 30 menit.


"Pelatihan pernafasan atau yang disebut Siulian oleh Imam Lu itu betul-betul memiliki manfaat yang amat besar.


Bukan saja aku semakin mampu mengendalikan kekuatan dari arah pusar energiku, konsentrasi berpikirku semakin baik.


Masalah membuat nyala api untuk tetapi biru seperti ini, bukan lagi masalah yang besar bagiku" Zhonglei bernyanyi gembira didalam hati.


"Bum !"


"Bum !"


Terdengar dua kali ledakan disusul keluhan kecil ketika semua mata terarah kepada Lilian Hu dari kelompok Nomrog Hijau dan Artyom di kelompok Nomrogh berwarna merah.

__ADS_1


Rupa-rupanya kuali yang terbuat dari tembikar, yang mereka gunakan telah meletus.


Biasanya letusan itu terjadi karena kesalahan dalam meramu pil atau teknik pemanasan menggunakan api yang salah.


Wajah kedua anak itu telah berubah menjadi hitam legam akibat ledakan bahan herbal yang mereka ramu tadi.


Suara cekikikan anak-anak kelompok Nomrogh Merah dan Hijau terdengar, walaupun berusaha di tahan-tahan.


Tidak sopan rasanya jika mentertawakan kekurangan kawan mereka sendiri. Akan tetapi noda jelaga hitam di wajah Artyom dan Llian Hu itu membuat anak-anak lain tidak tahan untuk tertawa.


Zhonglei tidak melepaskan tawa karena dia tahu, jika dia bermain-main dan ikut mentertawakan dua anak itu, konsentrasinya akan pecah.


Padahal nyala api telah konstan hingga di menit ke dua puluh sembilan. Sebentar lagi dia harus menghamburkan irisan jahe hitam dari pedalaman di Wilayah kaum Suku Enet diatas kuali yg mengeluarkan uap biru tebal.


"Sekaranglah saatnya" batin Zhonglei, ketika dia melihat penunjuk waktu menunjukkan pembakarannya telah sempurna dalam kurun tiga puluh menit.


Tangan Zhonglei bergerak seperti jari penari tarian opera yang sering dia lihat ketika para pembawa kisah dongeng memperagakan tarian rakyat di rumah-rumah minum di desa Meihua kala itu.


"Wush " kabut biru yang menyelubungi kuali secara ajaib berubah menjadi putih, lalu mencelat dari dalam kuali, memenuhi seluruh ruang. Baunya sangatlah harum.


"Bau itu.. !" hidung instruktur Liangjin Liu bergoyang-goyang ketika mencium harum aroma obat-obatan yang keluar dari kuali di hadapa Zhonglei.


Sementara itu kuali di meja tungku pembakaran Zhonglei bergetar dengan keras,


"Du - du -du -du" demikian bunyinya, sementara hatinya ikut-ikutan cemas.


"Apakah akan berhasil?"


"Suiiitttt" suara siulan terdengar sangat keras, ketika sebutir pil berwarna putih mencelat dari dalam kuali tembikar milik Zhonglei.


Anak itu dengan tangkas menangkap pil tersebut, memasukkannya kedalam botol kecil tempat penyimpanan pil.


"Sebuah Pil Penambah Kekuatan Peringkat rendah !" Zhonglei mengangkat tinggi-tinggi botol pil yang menyiarkan harum aroma harum pil.


Mata Instruktur Alkimia Laingjin Lui bersinar gembira. Dengan keras dia bersuara,


"100 pon kontribusi untuk Zhonglei dari Kelompok berjubah Biru!"


Semua mata tertuju kepada Zhonglei. Sekali lagi anak kecil itu dipenuhi perasaan malu. Dia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya hebat.


Akan tetapi kini tatapan anak-anak sekelasnya, saat ini telah berubah menjadi penuh rasa kagum dan hormat ketika memandang wajahnya.


"Dia akan menjadi alkemis handal" bisik-bisik diantara anak-anak.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2