Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Dungeon Sihir Moonlight


__ADS_3

Ketika Gladys Wu dilanda rasa kurang senang karena dua kawannya shulam perapal mantra meragukan kemampuan Zhonglei, diatas panggung terlihat Alano Huang tengah menyalakan api yang mengelilingi dirinya.


"Lihat !


Bukankah Alano Huang itu telah menjelama menjadi dewa api? Kasihan Zhonglei..." kata gadis perpala mantra teman Gladys.


GLadys Wu hanya mendengus dingin dengan perasaan semakin tidak enak dengan dua orang kawannya itu.


Sementara itu diatas panggung, Alano Huang mengulurkan tangannya dengan pelan. Lidah api yang menyala-nyala itu dengan cepat membentuk rantai panjang yang lidahnya terlihat berusaha menelan Zhonglei.


Zhonglei tidak kehabisan akal. Dia mengehntakkan kaki keras-keras kearah tanah, lalu mulutnya meludahkan kutukan...


"leech !"


Kembali efek sedotan dari ruang hampa bundar terlihat terbentuk di tanah, dan siap menyedot Alano Huang. Akan tetapi Alano Huang itu tidak terlihat takut sama sekali.


Dengan pedang ditangannya Alano Huang memanggil api dan memerintahkan untuk melelap habis efek lintah yang di keluarkan berupa kutukan dari Zhonglei.


Duar !


Bentrokan antar dua kekuatan api dengan kekuatan leech menyebabkan munculnya percikan kilat yang lantas membuyarkan dua sihir yang dikerahkan anak kecil itu.


Zhonglei menatap ruang leech yang di bentuknya menjadi lenyap dalam kehampaan, kini dia melompat menerkam Alano Huang dalam gerakan teknik pedang.


"Pedang Bianglala !"


Tongkat di tangan Zhonglei membentuk setengah lingkaran, yang lantas menimbulkan puluhan warna sedemikian indah.


Wush !


Sebuah sinar warna-warnai pelangi dengan cepat menyergap Alano Huang, berusaha membungkus dan mengikat anak itu.


Akan tetapi Alano Huang dengan cerdik kembali memanggil api, yang secara tiba-tiba muncul dari kehampaan dan membakar bianglala yang berusaha menyergapnya.


Ssshhh ! Bunyi seperti bara api terbakar, ketika api sihir itu menelan pelangi yang di tembakkan Zhonglei.


Zhonglei terkejut melihat kehebatan Alano Huang yang berulang kali memanggil api tiada jeda..


"Anak itu dapat memanggil api tanpa jeda?


Bukankah ini aneh? Seharusnya setiap kali sihir digunakan, maka seorang shulam memerlukan jeda antara 15 detik hingga 1 menit baru dapat mengeksekusi kembali teknik yang sama"


Zhonglei keheranan melihat keanehan yang di tampilkan Alano Huang. Katanya sambil mendesis, berkata mengancam kepada Alano..


"Kamu menggunakan muslihat bukan?

__ADS_1


Tidak seorangpun ahli sihir yang mampu melakukan gerskan sihir berulangkali, tanpa jeda seperti yang kamu lakukan" tanya Zhongle menghakimi.


Alano Huang tertawa terbahak-bahak. Jawabnya,


"Ini adalah Talisman (jimat) yang dapat dibeli dimana saja, dengan harga mahal.


Ketika kamu mengenakan Talisman ini, maka dia akan mempengaruhi sihir kamu selama 30 menit dan membuat kamu dapat mengeksekusi suatu sihir tanpa jeda.


Mengapa kamu bingung? Apakah kamu belum pernah mendengar benda sihir penunjang yang bernama Talisman? Jika kamu memang sedemikian polos, baiklah aku menjawab pertanyaanmu dengan mengatakan ini Talisman.


Sejak awal pertarungan ini, tidak pernah di sebutkan pelarangan menggunakan Talisman didalam pertempuran" suara Alano Huang terdengar mengejek.


Zhonglei terdiam, kemudian dia berkata...


"Baiklah,


karena kamu menggunakan Talisman sebagai penunjang pertempuran, maka aku tidak akan sungkan-sungkan dengan menggunakan teknik yang aku rahasiakan ini..." tangan kiri dan kanan Zhonglei seketika membuka mengarah keatas langit. Tongkat sihirnya di barkan berdiri di sampingnya.


"Ini mungkin tidak sehebat Teknik Mengoyak Jiwa...


Namun ini dalah dasar-dasar mengoyak jiwa. Teknik ini tidak akan membunuhmu, tapi akan membuat kamu beristirahat seminggu di tempat tidur" kata Zhonglei mengancam.


Alano Huang sendiri terliha menjadi takut mendengar ancaman Zhonglei. Tangannya memutar pedang dan dia menunjuk kearah Zhonglei, ketika itu luapan lidah api setinggi 3 meter menyerbu brutal kearah Zhonglei.


Zhonglei sendiri mengeluar mantra dan dengan keras dia mengutuk (sebuah teknik lama yang dia pelajari di sekolah lama yaitu teknik meremuk kacang didalam botol),


Ketika lidah api akan menelan diri Zhonglei, mendadak semua orang melihat Alano Huang menjerit kencang sambil memegang kepalanya. Alano Huang muntah-muntah di tempat dan menyusul dia jatuh pingsan. Semua penonton terdiam dalam kebisuan.


"Anak kecil pengendali kayu itu mampu mempraktekkan teknik meremas kacang sehingga memiliki efek menyerupai teknik mengoyak jiwa?"


"Dia sungguh jenius. Pelajaran meremuk kacang itu hanya sesuatu pelajaran pengantar, dan tidak dapat digunakan didalam pertempuran. Namun lihatlah... Dia meraih gelar nomor satu di kelas satu dengan menggunakan teknik yang sederhana"


Semua orang sibuk bergosip, membicarakan kemampuan Zhonglei yang benar-benar di luar dugaan mereka semua. Dia bahkan hanya seorang anak pengendali kayu. Bukan dari tipe penyerang. Namun dia bahkan menjadi nomor satu didalam kompetisi antar siswa akademi kelas satu.


Zhonglei maju kedepan menerima hadiah utama dengan gugup. Anak itu secara resmi di umumkan sebagai "Penyihir Paling Berbakat" akademi Moonlight tahun ini.


"Ah... Senjata pedang sekaligus merangkap tongkat sihir" bisik Zhonglei lembut ke senjata yang diterimanya itu.


Master Zu Jian Guang mengumumkan bahwa Zhonglei akan menerima dua hadiah lainnya sebagai pemenang pertama...


"Hadiah sebuah Tas sihir bernama Tas Lautan dengan isi seluas 5 kali 5 meter akan melengkapi hadiah pemenang pertama"


Tepuk tangan dan sorak-sorai mengiringi Zhonglei yang terlihat tersipu-sipu menerima Tas Lautan yang mampu menampung barang seukuran 5 kali 5 meter itu.


"Terima kasih" bisik Zhonglei terbata-bata ketika tangannya memegang Tas Lautan.

__ADS_1


Ketika Zhonglei baru saja akan turun dari panggung, mendadak Master Zu Jian Guang berteriak,


"Harap sabar. Jangan dulu turun panggung anak muda..


Masih ada hadiah lainnya yang akan kamu terima" seketika semua orang tertawa ketika melihat posisi canggung Zhonglei dengan setengah kaki telah turun dari panggung.


"Naik lagi..


Ayo naik lagi kepanggung. Masih ada hadiah yang akan kamu terima" teriak para penonton memberi semangat.


Dengan wajah kemerahan, Zhonglei tertatih-tatih berbalik keatas panggung.


"Hadirin semua, siswa dan siswa Akademi Sihir Moonlight yang tercinta...


Hadiah lainnya yang akan di terima pemenang pertama Turnament Sihir antar kelas ini adalah .......


Sebuah tiket bebas masuk selama sebulan penuh kedalam Dungeon Penyihir Moonlight"


Keadaan menjadi gempar.


"Dungeon sihir?"


"Maksudmu adalah dungeon sihir moonlight bukan?"


"Ya Dewa... Deungeon sihir itu adalah sebuah barang yang sangat mewah untuk semua calon penyihir seperti kami ini"


'Betapa beruntungnya Zhonglei itu... Seandainya aku tahu jikalau pemenang pertama akan memperoleh tiket masuk dungeon sihir enam bulan penuh... Aku pasti akan berpartisipasi"


Semua orang ribut mendengar kalimat Tiket Masuk gratis enam bulan penuh kedalam Dungeon Sihir Moonlight.


Dungeon sihir itu adalah salah satu fasilitas pelatihan penyihir, dimana didalam dungeon terdapat beberapa tahap atau level yang harus di lalui oleh penyihir.


Ada banyak sekali monster-monster sihir, mulai dari yang lemah hingga paling kuat didalam dungeon itu. Ketika kamu memasuki dungeon itu dan bertarung melawan mahluk sihir didalamnya, sebenarnya saat itu kamu tengah berlatih sihir secara tindak langsung.


Kemajuab seorang penyihir shulam adalah berlatih tempur atau terjan secara nyata di dalam pertempuran hidup dan mati. Nah... Dungeon ini akan berfungsi sebagai pelatihan, yang membuat kaum shulam seolah-olah terngah bertempur secara nyata.


Di dalam dungeon, seseorang tanpa sadar akan meningkatkan level sihirnya yang otomatis membuat dirinya makin kuat.


"Ya dewa..


Ternyata engkau mendengar semua doa-doa ku" tangis Zhonglei didalam hati.


"Aku akan benar-benar berlatih selama enam bulan penuh didalam dungeon, dan aku akn menjadi shulam terbaik di akademi ini"


*Bersambung*

__ADS_1


   Setelah selesai membaca, selalu jangan lupa likenya, Vote dan memilih favorit untuk author ya gaes. TQ


__ADS_2