Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Penyihir dengan Lima Unsur


__ADS_3

Dua puluh Shulam dari kelas petarung dan pertahanan berkerumun di bubungan, tempat dimana Zhonglei menghilang. Semua orang berbicara dengan antusias memperbincangkan kemunculan mata-mata yang menurut mereka luar biasa itu.


Satu jam kemudian, ketika dua puluh penyihir itu bubar, suara bedebum terdengar pelan.


"Zhonglei terjatuh dari plafon dimana selama satu jam itu, dia mengambang, melayang dengan tubuh menempel di plafon bangunan tua dekat Akademi.


Aduh !


Tubuh Zhonglei membentur tanah, setelah dia menggunakan semua kekuatan energi Shulam dari pusat energi, untuk membuat tubuhnya melayang. Dia tidak sadar bahwa dalam satu jam yang lalu, dia telah melayang seperti seorang pengendali angin.


Pengendali angin yang biasanya menjadi ahli transportasi, sangatlah jarang di temui dalam bakat calon Shulam. Didalam kelas mereka saja (Kelas sihir Zhonglei), tidak terdapat seorang anak yang memiliki bakat sebagai pengendali angin. Memang angin adalah unsur yang sangat jarang sekali dimiliki.


Zhonglei kelelahan, dan dia merasa seolah-olah semua energi dalam tubuhnya terkuras habis setelah melakukan sihir-sihir gaib barusan tadi. Tertatih-tatih dia merayap, lalu menuju ke titik temu tempat dia biasa membuka formasi array dan kembali ke Akademi.


******


Keesokan harinya Zhonglei memberi tahukan kepada Quentin bahwa dia kurang merasa sehat. Quentin memberi nasihat agar dia istirahat.


"Lalu kamu dapat beristirahat, dan aku akan melapor kepada Instruktur dan pelatih hari ini"


"Terima kasih kawan, sudah mau membantuku" kata Zhonglei.


Dalam tawa yang terdengar keras, Quentin membalas ucapan Zhonglei dengan kata-kata candaan,


"Jikalau demikian, kamu dapat membalas terima kasih dengan cara mentraktir aku serta dua kawan ini, ketika liburan weekend nanti.


Besok adalah weekend dimana kita diijinkan pergi ke pusat kota, untuk berjalan-jalan dan bersenang-senang"


Zhonglei mengkedipkan matanya dan berkata,


"Pastilah. Kalian dapat memilih ice cream rasa apapun, maksimal dua scoop per orang" dia memasang wajah gembira atas persahabatan mereka.


"Baiklah" jawab Quentin


"Aku akan mengajak Gladys Wu untuk bersenang-senang bersama kami berempat" semua orang setuju. Bukankah Gladys telah menjadi bagian kelompok mereka?


Sepeninggalnya tiga kawannya itu, Zhonglei membereskan diri lalu pergi menuju ruang perawatan. Kebiasaan di akademi itu adalah jika kamu merasa sakit dan meminta ijin tidak masuk kelas, maka kamu di wajibkan untuk memeriksa kesehatan di seorang Healer milik akademi.

__ADS_1


Healer adalah seorang penyihir berkemampuan penyembuh.


"Sepertinya anda hanya sedikit masalah karena gejala rasa capek dan kurang tidur, yang aku temui ditubuh anda penyihir muda.


Cairan madu dan irisan jahe merah ini akan mengembalikan kesehatan kamu dalam beberapa hari kedepan.


Usahakan tidur awal-awal, dan jangan begadang hingga larut malam.


Bukankah kamu juga seorang calon penyihir Healer dan alkemis seperti aku?" tabib akademi yang dipanggil Penyembuh Ivanov mengkerdipkan mata kepada Zhonglei.


Zhonglei tergagap karena ketahuan penurunan kesehatannya itu disebabkan dia kurang tidur. Buru-buru dia mengucapkan terima kasih, lalu ngeloyor pergi.


"Aku akan mencari-cari di buku perpustakaan.


Fenomena aneh apakah yang membuatku mampu melakukan sihir seperti pengendali api dan air itu" anak itu sangat penasaran.


Di dalam perpustakaan yang terkesan suram itu, Zhonglei meneliti satu-demi satu buku-buku tebal yang terpajang diantara ratusan rak-rak buku.


Mata Zhonglei terpaku di sebuah buku tipis yang mulai lecek sampul depannya. Samar-samar dia dapat membaca judulnya. "Sejarah Sihir dan Berbagai Macam Penyihir"


"Aku akan membaca buku ini" diambilnya buku itu, lalu dia mencari tempat yang cocok diantara kursi dan meja-meja perpustakaan. Zhonglei memilih tempat duduk di sudut yang tampak tidak menonjol.


Di benua Shulam ini, tidak seorangpun diijinkan untuk disebut sebagai Penguasa, kecuali Kaisar seorang !"


Bam !


Baru saja di halaman pembukaan buku itu, jantung Zhonglei telah berdebar kencang. Dia lalu melanjutkan membaca buku itu,


"Setiap anak di Benua ini, yang tercium memiliki bakat dengan menguasai lima jenis unsur sihir itu, wajib dilaporkan ke pihak kekaisaran dan akan di jatuhi hukuman pancung !" sampai disini, detak jantung Zhonglei kembali terasa bertalu-talu.


"Dahulu sekali, pernah ada sebuah Klan penyihir yang berjaya di Benua Shulam. Pemimpin Klan sihir itu merupakan ahli sihir yang menguasai bahkan enam kategori sihir.


Karena semua penyihir pada saat memasuki level satu dan menyandang status pengoyak jiwa harus memiliki satu hewan roh sebagai dasar kultivasinya, konon Pemimpin Klan penyihir itu memiliki Roh Pelindung berupa satu hewan surgawi sehingga membuat dia disebut Penyihir SAGE.


Penyihir SAGE itu memilih roh hewan surgawi yang memiliki kemampuan hebat yaitu Burung Feniks. Dan Klan yang mana SAGE itu berasal disebut Klan Feniks"


Sampai disitu, Zhonglei berhenti membaca. Kepalanya terasa sakit luar biasa. Entah kenapa ketika membaca isi buku itu, kepalanya mendadak terasa sakit, sementara hatinya terasa sedih. Tanpa terasa dia telah meneteskan air mata.

__ADS_1


Setelah reda rasa sakit di kepala dan kesedihannya, Zhonglei menutup buku itu. Dia telah memperoleh gambaran umum mengenai kondisi yang dialaminya.


"Apakah aku adalah anak dengan bakat Penguasa?


Sebaiknya aku merahasiakan kemampuanku ini, dan berlatih secara diam-diam saja, jika tidak kepingin kepalaku di pancung raja"


Zhonglei meninggalkan perpustakaan akademi, dan kembali ke kamarnya. Dia berpikir keras-keras...


"Alangkah baiknya jika aku meneruskan pelatihan yang di ajarkan Imam Lu itu.


Sejak menjalani pelatihan pernafasan sesuai anjuran yang di ajarkan Imam Lu, aku merasakan berbagai kemajuan didalam diriku"


Zhonglei lalu duduk dalam posisi lotus, menjernihkan pikiran, membuang semua beban dari pikirannya, dan mulai melakukan teknik pernafasan.


Anak itu menghirup dalam-dalam semua energi shulam yang mengalir disekitar, lalu mendorong energi shulam itu dalam-dalam ke pusat energi di pusat tubuhnya. Tubuhnya terasa hangat, lalu dia lanjut tertidur hingga petang.


Zhonglei terbangun tatkala tiga orang kawannya masuk ke kamar mereka dan membuat gerakan-gerakan berisik. Dia terbangun dari siulian itu, dengan kepala yang terasa enteng, sementara dia merasa kekuatan energi shulam di bagian perutnya bergelora hangat, menjalar ke seluruh saraf-sarafnya.


(Pusat energi disini adalah dantian sedangkan saraf-saraf yang dimaksud adalah meridian. Penggunaan bahasanya di cocokkan dengan kondisi Benua Shulam saat itu).


"Mari kita pergi makan" kata Shaoshen riang gembira.


Keempat anak itu menuju Kafetaria, lalu menyantap hidangan yang disediakan akademi. Zhonglei meskipun bertubuh kurus, terlihat dia mengambil makanan dalam porsi yang banyak, sehingga membuat heran-kawan-kawannya.


"Nafsu makanmu besar juga kawan" kata Hani Wang sambil tertawa.


Zhonglei malu-malu menjawab,


"Aku tidak tahu kenapa. Belakangan ini perutku sering sekali menjadi cepat kelaparan" lalu kata-kata itu disambutgelak tawa empat anak.


"Santai saja kawan, mungkin dengan nafsu makan sebesar itu, pertanda kamu akan cepat menjadi besar dan lebih tinggi lagi..." kata Quentin.


Zhonglei menganggukkan kepala. Padahal didalam hatinya dia berkata lain,


"Aku makan sebanyak ini karena diriku akan berlatih di kamar pelatihan, sebuah teknik pertempuran menggunakan pedang juga teknik melompat!"


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2