Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Papan Hitam Yang Patah


__ADS_3

"Tam -tam -tam !" terdengar suara hentakan kaki, setiap kali anak kecil itu melompat diatas papan kayu ebony setebal 1,5 cun dengan panjang 45 cun (1 cm setara 0.3 cun).


Sejak pagi anak itu hanya melompat-lompat dengan irama tertentu. Di masing-masing pergelangan kaki anak itu melingkar gelang kaki berat, terbuat logam khusus masing-masing seberat 20 kati. Belum lagi di tangan kiri kanannya yang juga mengenakan gelang tangan khusus masing-masing dengan berat 10 kati.


Dapat di bayangkan betapa sulitnya gerakan yang harus dilakukan anak itu, didalam setiap kegiatan hari-harinya.


"Kamu hanya diijinkan melepaskan gelang kaki itu, mana kala papan hitam tempat kamu melompat-lompat itu telah patah menjadi dua.


Adapun gelang tangan itu dapat di lepaskan setelah kamu mampu mengayunkan toya 20 kati ini, dan bertahan dengan melakukan gerakan lurus kedepan, tanpa getaran dalam waktu 30 menit" demikian kata-kata yang di ucapkan Pelatih Aragoroth kepada Zhonglei, sehubungan dengan gelang di kaki dan tangannya.


Sejak hari itu, setiap kali pelajaran pertempuran ataupun teknik menggunakan senjata, Zhonglei hanya diijinkan berlatih dua gerakan tadi saja. Pertama melompat-lompat diatas papan dengan bebn di kaki seberat total 40 kati atau melakukan gerakan menusuk lurus menggunakan toya dan tidak bergerak sama sekali dalam waktu 30 menit.


Terkadang Zhonglei sedikit cemburu melihat anak-anak lainnya yang telah memulai pelatihan memasang kuda-kuda, atau teknik mengayunkan pedang dalam gerakan menebas.


Akan tetapi dia juga sadar. Perbedaan waktu pelatihannya di banding kawan-kawan sekelasnya terpaut setahun lebih. Jadi jelas dia harus bekerja mati-matian untuk mengejar semua ketinggalannya.


Adapun demikian, kegiatannya bertemu secara rutin dengan Imam Lu tetap dia lakukan. Latihan pernapasan atau Siulian seperti yang di ajarkan Imam Lu pada kenyataannya memberikan hasil bagi pelatihan Zhonglei. Anak itu tidak merasa lekas lelah, meskipun pelatihan dengan beban yang dia jalani, terbilang keras untuk anak seumuran dia.


Waktupun berjalan dengan cepat, dan tanpa terasa musin dingin telah menjelang. Dimana-mana udara terasa amat dingin, dimana salju berguguran seakan tiada henti-hentinya dalam dua hari ini.


Meskipun salju turun dengan deras, sampai-sampai membuat papan tempat dia berlatih melompat itu semakin keras dan membatu, hal itu tidak menurunkan minat Zhonglei untuk berlatih. Zhonglei mengenakan mantel tebal yang terbuat dari bulu sintesis, (mantel berbulu original amatlah mahal. Dia tak memiliki kemampuan untuk membeli barang itu) itu adalah sebuah mantel bekas yang dia ambil dari gudang penyediaan di Akademi.


Hingga pada suatu ketika, saat anak itu melompat-lompat dalam irama teratur yang semakin cepat, tiba-tiba


"Krak !"


"Bum !"


Zhonglei terperosok terjatuh kedalam lobang sedalam 2 meter. Wajahnya menunjukkan keterkejutan.


"Apakah aku telah dapat melepaskan beban dua gelang kaki ini?"

__ADS_1


Zhonglei buru-buru melepaskan dua gelang kaki, dan berkata didalam hati.


"Meskipun aku telah menyelesaikan pelatihan melompat-lompat ini, akan tetapi siapa yang dapat menolong aku?


Lobang ini terlalu dalam, 2 meter tingginya. Adakah orang yang mendengar suaraku jika aku berteriak?"


Zhonglei mulai berteriak memanggil-manggil siapapun yang kebetulan berada di dekat situ,


"Tolong, tolong ! Tolong aku, terperosok didalam lobang dalam ini"


hampir sekali minum teh dia habiskan berteriak. Akan tetapi tak satu orangpun yang mendengar teriakan anak itu. Kemungkinan karena udara musim dingin, sehingga kebanyakan anak-anak berlatih beladiri didalam ruangan saja.


"Lebih hangat didepan api hangat, serta terhindar dari kemungkinan basah karena siraman butiran salju" demikian kata-kata Quentin, ketika Zhonglei mengajak kawannya itu berlatih di halaman seperti saat sekarang.


Setelah menunggu sekian lama, dimana perut anak itu sudah mulai keroncongan, dia lalu memutuskan untuk memanjat lubang galian sedalam 2 meter itu.


Namun patut disayangkan. Oleh karena tubuh pendek yang hanya setinggi 40 cun (155 cm untuk anak kecil seusia dia), tangan Zhonglei bahkan tidak dapat meraih pinggiran lubang itu.


Anak kecil usia sepuluh tahun itu mulai menggerutu. Dia menyesalkan rasa antusiasme yang yang terlalu menggebu-gebu didalam pelatihan, sampai-sampai nekad berlatih ditengah-tengah hujan salju.


Lalu tanpa dia sadari, dia lalu mempraktekkan teknik pernafasan yang di ajarkan Imam Lu, dan dia memaksakan diri untuk membuat gerakan melompat, untuk keluar dari lobang dalam itu.


"Suiiitt !" tubuhnya mengangkasa, hingga hampir setinggi 3 meter, lalu tanpa dia sadari, tubuhnya membuat gerakan salto pendek, lalu kedua kakinya hinggap dengan mantap diatas tanah penuh salju, badannya membungkuk dalam posisi kuda-kuda yang tepat, sehingga dirinya terhindar dari gerakan canggung untuk jatuh terguling.


"Apa?" Zhonglei seolah tidak percaya dengan kejadian barusan.


"aku mampu melompat keluar dari dalam lobang setinggi 2 meter? Betulkah ini" dia mengucek-ucek matanya, dalam perasaan takut-takut kalau ini hanya sebuah mimpi. Hati Zhonglei dipenuhi perasaan sukacita yang mendalam.


"Sebaiknya aku meyakinkan diriku sekali lagi" dia melepaskan beban gelang di kedua tangannya, lalu meluncur diatas salju, jatuh kedalam lobang itu kembali.


"Melompat !" demikian Zhonglei mengucapkan kata-kata, memotivasi dirinya tatkala dia akan mencoba sekali lagi keluar dari lobang itu.

__ADS_1


"Suiit !" tubuh Zhonglei melompat keluar dari lobang, dan kali ini tinggi lompatannya mencapai hingga 3 meter lebih (setelah melepaskan gelang tangan seberat masing-masing 10 kati).


"Aku berhasil, aku berhasil !" Zhonglei melompat-lompat di halaman tempat siswa akademi berlatih pertempuran, sendirian di bawah guyuran es salju.


Malam itu setelah selesai dengan makan malamnya dan semua orang telah terlelap, Zhonglei buru-buru meninggalkan kamar tempat dia nginap dengan 3 kawannya, menyelinap melalui jendela akademi. Kali ini gerakan yang dia lakukan ketika melewati tepian jendela, lalu melompat-lompat diatas bubungan, gerakan Zhonglei menjadi selincah gerakan kucing ketika berlari diatas bubungan.


Zhonglei tiba di kaki menara tinggi itu lalu berbisik memanggil Imam Lu,


"Imam Lu.. Zhonglei disini. Tolong turunkan tali" demikian suara bisikannya.


Tak lama kemudian, ketika tali gulungan kain itu diturunkan, Zhonglei tidak membelit badannya dengan tali panjang itu. Melainkan dia menggunakan tali tersebut sebagai alat panjat keatas kamar diatas menara.


Kini, setelah dia menyelesaikan pelatihannya dengan beban gelang kaki, dia merasakan gerakannya menjadi lincah sebesar tiga kali dibandingkan kegesitan yang di kuasai sebelumnya. Bahkan dengan grakan berani, pada beberapa ketinggian menara itu, dia tidak memegang apa-apa, dan mencoba melompat keatas, melawan kekuatan gravitasi.


Tidak lebih dari sepuluh tarikan nafas, honglei telah berada kamar Imam Lu, di tempat paling atas menara penawanan itu.


"Lihat Imam Lu, aku telah semakin maju didalam teknik Evasion. Bahkan due gelang kaki dan gelang tanganku telah dilepaskan" Zhonglei berniat membanggakan diri, demi memperoleh pujian dari Imam Lu.


Akan tetapi dia menjadi sangat terkejut, tatkala Imam Lu berkata dengan tawar.


"itu belum apa-apa. Kamu akan di pecundangi oleh penyihir-penyihir gelap ketika pertempuran nyata didalam peperangan" kata Imam Lu. Sambungnya,


"Saran terbaikku adalah kamu melanjutkan pelatihan Evasion ini dengan cara menambah beban gelang di kaki menjadi dua kali lipat beratnya. Demikian juga dengan juga dengan gelang tangan. Tambahlah dua kali lipat beratnya, dan lihat seberapa lama kamu akan lulus ujian tahap ini.


Walaupun harus kukatakan, pelatihan beban kedua itu pun masih terbilang sangat standar untuk ahli-ahli sihir gelap di medan pertempuran. Menambah beban menjadi tiga kali lipat, itu baru namanya pelatihan untuk menjadi jenius sihir" kata Imam Lu


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2