Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Shulam berambut Merah.


__ADS_3

“Byurr…!!” seember air dingin tumpah dan membasahi tubuh Lei kecil. Seketika dia tersentak, sadar dari tidur yang dirasanya amat lama. Herannya, dia lupa sama sekali dengan apa yang menjadi mimpinya. Bahkan dia lupa dengan kejadian yang terjadi kemarin. Yang ada di ingatannya adalah dia di suruh Paman Baojia untuk membeli… koreksi, maksudnya berhutang daging di lapak Bibi Marrim. Daging???


   Dalam keadaan basah, anak itu menjadi panik. Dia lupa dimana daging yang dibelinya kemarin. Sementara tatapan Paman Baojia begitu galak, penuh tanya.


"Demi kaum suci... apa yang anda lakukan Paman Baojia???"


“Darimana kamu semalam?? Lalu mana belanjaanmu, daging kemarin??? Gara-gara kamu, warung mie itu tidak buka seharian.. Oh aku rugi besar” Paman Baojia bersungut-sungut.


“A-a-aku…”


“Kamu mabuk?? Oh lihatlah… anak kecil ini sudah mencoba mencicipi minum keras layaknya orang dewasa. Dasar pemabuk...!! Nasibmu akan berakhir di pinggiran jalan nanti” Paman Baojia menguik seperti babi akan di sembelih.


“Aku tidak tahu!!!” jerit anak itu. Dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.


“Yang aku tahu, aku tertidur di halaman rumah ini, lalu anda menyiramku dengan air dingin. Oh lihatlah… kamu seorang tua, sungguh tidak berperi kemanusiaan dan berbelas kasihan dengan anak kecil kurus ini. Bahkan kamu menyiramku dengan air dingin….”


   Anak itu sungguh berlidah tajam. Dia dengan mudah berbalik menuding Paman Baojia yang melakukan tindakan kekerasan kepada anak kecil, membuat orang tua kini merasa bersalah. Ketika Paman Baojia terlihat tergagap dan tidak bisa menjawab tudingan Lei kecil… anak itu menyelinap kedalam rumah diikuti tatapan geram Paman Baojia.


“Bersihkan dirimu lalu kamu membantu di dapur. Hari ini kita hanya menjual Liang Mian (mie sayur dingin) saja. Daging telah lenyap, seseorng telah menghilangkannya” titah Paman Baojia. Dia lalu menghentikan omelannya.


Lagipula ZhongLei telah pulang. Dia merasa lega. Sejujurnya, dia amatlah cemas tatkala anak itu tidak pulang semalam.


******


   ZhongLei bekerja didapur mengiris sayur sawi serta mengatur mie yang diolah Paman Baojia sendiri. Tugas mengolah mie memang kerjaan Paman Baojia. Dia tidak meminta ZhongLei mengamati proses pembuatan bahan makanan itu.


“Resep rahasia” demikian bentak Paman Baojia dengan ketus, tiap kali anak itu berusaha mencuri-curi tahu bagaimana proses pembuatan makanan tersebut.

__ADS_1


"akan tiba masanya kau mempelajari teknik pengolahan mie kiat keluarga ini".


“Teng…teng….teng…”


   Gong desa berbunyi sebanyak tiga kali. Lazimnya jika gong itu berbunyi sebanyak tiga kali seperti tadi, itu pertanda aba-aba seluruh warga desa harus menghentikan kegiatan mereka dan berkumpul di alun-alun desa. Hal itu wajib untuk semua usia, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak. Semua, tanpa kecuali.


“Sesuatu telah terjadi… jangan-jangan itu berhubungan dengan bunyi ledakan semalam” bisik Paman Baojia perlahan. Telah lama benar dia mendengar gong itu di ketok sebanyak tiga kali. Ada dua puluh tahun atau lebih di masa lalu, tatkala gong berbunyi tiga kali, ketika itu perang besar terjadi. Kaum Utara menghanguskan banyak perumahan orang Han.


“Lei kecil… ayo kita pergi ke alun-alun. Jangan kamu menjauh dariku. Aku tidak ingin sesuatu terjadi menimpamu. Aku menduga ada hal penting tengah berlangsung, hingga mereka meminta semua orng desa berkumpul di alun-alun”


   Paman Baojia berjalan Bersama Lei kecil dengan tergesa-gesa. Tak lama setelah mereka tiba di pertigaan jalan menuju alun-alun, rombongan mereka bertambah. Semakin lama semakin bertambah. Kelompok itu adalah orang-orang desa yang berduyun-duyun menuju alun-alun.


   Di lapangan besar itu tampak seorang pria anggota militer Kekaisaran berdiri di podium. Pria itu memiliki rambut yang indah berwarna keperakan. Mata nya berwarna biru seterang air laut berpasir putih. Dia adalah seorang berpangkat Kapten Militer-yang semalam muncul di Hutan Temaram ketika Feniks bertempur itu. Orang memanggilnya Kapten Kostya yang berarti tabah atau tegar.


“Kaum rambut perak” warga desa saling berbisik.


   Warga desa Meihua adalah penghuni Benua Shulam Wilayah Ttengah. Mereka rata-rata keturunan ras yang dinamakan Orang Han. Sedangkan kaum rambut perak adalah Orang Bellvanya dari utara. Mereka memiliki postur yang tinggi langsing, rambut berwarna perak seperti bintang di malam hari. Mata mereka sebiru laut atau secerah langit. Rata-rata mereka adalah kaum rupawan.


   Kaisar Czaren penguasa Benua Shulam ini adalah orang Bellvanya. Orang Han sendiri tidak terlalu suka dengan kaum rambut perak. Penjajahan kaum berambut perak membuat kebebasan orang Han menjadi terbelenggu.


Itu sebabnya terjadi pemberontakan dimana-mana sebagai reaksi ketidak sukaan itu. Namun Kaisar begitu pintar. Dia mengatur tentara orang Han sendiri yang akan berperang melawan pemberontak Han.


   Saling baku bantai diantara sesama Orang Han ini telah terjadi selama puluhan tahun. Ini menyebabkan banyak diantara mereka menyalahkan dan membenci kaisar. Akan tetapi siapa berani melawan kaisar?? Dia adalah penyihir Warlock yang sakti dan perkasa. Peringkat penyihir tertinggi di Benua Shulam adalah Warlock. Dan itu adalah kaisar sendiri adalah penyihir peringkat Warlock dan di kenal sebagai Sang Penguasa.


“Apakah semua penduduk Desa Meihua telah berkumpul???” suara Kapten Kostya terdengar membahana.


   Sementara itu semua anggota militernya-mereka terdiri dari sebelas anggota militer itu dalam posisi siaga, duduk mantap atas kuda.

__ADS_1


Masing-masing mereka memegang tombak berwarna hitam seram. Orang desa melirik senjata itu dengan rasa bergidik yang mendalam. Tombak-tombak itu seperti memiliki aura gelap yang haus darah.. jelas telah banyak nyawa yang dihabisi di ujung tombak itu.


Orang desa Meihua melirik terus dan bertambah rasa benci. Ke sebelas militer itu adalah Orang Han. Namun mereka kesebelas tentera itu memasang wajahsekeras besi kepada orang Han lainnya. Dengusan nada tidak puas merebak keluar dari kelompok  orang desa.


“Dengar semua rakyat Desa Meihua”… suara itu menggelegar.


“Pihak kekaisaran merasa penting dalam masalah ini, sehingga mengumpul semua orang dan kami akan melakukan pemindaian terhadap masing-masing dari kalian. Telah terjadi pemberontakan dimana semalam kaum pemberontak telah mengambil sebuah harta berharga milik Kaisar”


“Karenanya … semua yang hidup dalam jarak 100 kilometer dari Hutan Temaram, wajib berkumpul dan dilakukan pemindaian atau tes kejujuran…” titah si rambut perak.


   Orang-orang menatap Kapten Berambut Perak dengan raut enggan. Wajah tidak puas tanpa segan dipertontonkan semua warga. Kapten Kostya tidak memperdulikan wajah-wajah kurang puas itu. Denag tegas dia melanjutkan pidato nya…


“Oleh sebab itu, dengan bangga kami datangkan seorang Shulam yang mampu membaca kebohongan dan kejujuran seseorang. Nona Olga Fedorov, seorang Shulam yang amat sakti khusus berkunjung untuk tugas memindai benak Warga Desa Meihua”.


Semua terdiam......


   Sesosok Wanita dengan rambut berwarna merah, lantaran merah orang akan mengira api tengah menyala diatas kepalanya tampil. Wajah perempuan usia 29 tahun sangat cantik khas perempuan dari utara. Akan tetapi terkesan dingin yang dimiliki Olga Fedorov itu, berjalan penuh percaya diri dan mengabaikan tatapan tercengang semua warga. Dia berjalan turun dari undakan tangga menuju lapangan tempat semua orang berkumpul. Semua terkesima... perempuan itu berjalan seperti sedang melayang diatas tanah.


   Dia itu melangkah anggun sekaligus berkesan gagah didalam balutan jubah Nomrog berwarna merah senada dengan rambut nya. Suara mendesis terdengar dari tengah lapangan. Baru kali ini orang desa Meihua melihat secara langsung penampilan seorang Shulam.


   ZhongLei terpaku menatap Olga Fedorov. Jubah Nomrogh itu, kerling mata itu dan semua penampilan Olga membuat dia terpukau…. “Aku akan menjadi bagian kaum Shulam” bisik ZhongLei


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2