Chronicle Klan Feniks

Chronicle Klan Feniks
Sebuah Teknik Siulian


__ADS_3

Zhonglei memperhatikan ruang kosong di ruang paling tinggi menara itu. Tidak ada hiasan sedikitpun selain tumpukan jerami yang digunakan Imam Lu sebagai alas untuk merebahkan tubuh dan beristirahat.


"Ruangan ini tidak terdapat apa-apa. Dan anda Imam Lu menghabiskan waktu bertahun-tahun di ruang hampa ini?" Zhonglei menjadi iba melihat keadaan di ruangan itu.


Imam Lu hanya tersenyum tawar, katanya..


"Kamu datang ke tempatku ini untuk memohon petunjukku bukan? Untuk apa membahas tempat tinggal, dimana aku di kurung dan di asingkan seperti ini"


Zhonglei lalu tersenyum mendengar kata-kata Imam Lu. Dia membenarkan didalam hati. Kemudian dia bertanya,


"Lalu.. Apakah anda akan memberi petunjuk bagi diriku, didalam pelatihan di Akademi Kota Temaram?


Pemahamanku betul-betul amatlah dangkal. Semua teori yang di ajarkan instruktur, tidak dapat aku eksekusi, baik itu teknik pertempuran ataupun teknik sihir" kata Zhonglei penuh sesal.


Imam Lu menjawab,


"Sebenarnya itu bukanlah karena kamu bodoh atau tidak dapat trampil mempraktekkan semua teori yang di ajar pelatih kamu.


Kenyataannya.. Kekurangan kamu hanya satu. Kamu tidak dapat mengumpulkan energi atau yang kami sebut dengan Hawa shulam yang beredar di udara Benua ini, lalu mengolah energi shulam itu menjadi energi yang dapat melakukan teknik pedang atau memerintahkan energi sihir untuk melakukan keinginan kamu sesuai mantra"


Imam Lu diam sejenak. Zhonglei ikut-ikutan diam. Dia berusaha mencerna kata-kata yang di ucapkan Imam Lu, namun sebagian kata-kata itu tidak dia pahami. Maklumlah, Zhonglei masih seorang kanak-kanak. Katanya..


"Baiklah.kamu dapat duduk seperti posisi yang aku lakukan sekarang ini" kata Imam Lu. Dia tengah duduk dalam posisi menghimpun aliran energ Shulam, dengan posisi yang sering di sebut Posisi Lotus oleh ahli-ahli sihir adan ahli pedang.


Zhonglei segera ikut-ikutan duduk dalam bentuk lotus, dan Imam Lu hanya memperhatikan lekat-lekat.


"Tubuh kurusmu ini mempermudah kamu didalam melakukan posisi lotus. Sekarang aku akan mengajarkan kami teknik pernafasan atau yang kami sebut kultivasi"


"Kultivasi? Apa itu?" tanya Zhonglei heran.


"Teknik berkultivasi ini sebenarnya adalah suatu metode atau pelatihan untuk mengolah energi yang ada di dunia ini. Di Benua kami ini semua energi itu disebut energi Shulam.


Jadi ketika kamu berlatih pernafasan dalam posisi lotus seperti ini, proses relaks akan tercapai, sehingga di harapkan jumlah energi shulam dapat kamu simpan di pusat energi di pusat kamu, yang kemudian digunakan untuk melakukan praktik pedang ataupun praktk sihir.

__ADS_1


Dengan energi di pusat energi kamu yang banyak, sebagai ahli supporting yang memiliki unsur kayu seperti kamu, akan mempermudah profesi kamu jika kelak kamu menjadi seorang alkemis atau healer / penyembuh" jelas Imam Lu.


Zhonglei berbinar-binar mendengar penjelasan itu..


"Aku bersedia untuk belajar Teknik Siulian untuk pernafasan anda Imam Lu" Zhonglei lalu membungkuk dan memanggil Imam Lu dengan sebutan Master (kadang orang menyebut Siulian ini dengan kultivasi)


Buru-buru Imam Lu membimbing Zhonglei untuk berdiri. Katanya,


"Aku tidak akan menjadi master atau gurumu.


Guru kamu tetaplah tenaga pengajar di Akademi sihir. Jika kamu membina hubungan denganku, aku takut kelak hidup kamu akan di persulit" kata Imam Lu. Dia melanjutkan..


"Jadi hubungan diantara kita berdua hanya sebatas kenalan biasa saja. Dan kamu akan tetap memanggilku Imam Lu"


Zhonglei pada akhirnya menyerah. Dia mengucapkan banyak terima kasih,


"Kalau begitu ijinkan Zhonglei berlutut memberi hormat atas kebaikan anda"


Zhonglei lalu berlutut, dia menyembah Imam Lu sebanyak tiga kali. Puas dengan sopan santun yang di tunjukkan anak itu, Ima Lu lantas berkata.


Hati yang kosong, membuat kepala terasa ringan. Pikiran jernih, membangunkan energi Shulam, penuh semangat menumbuhkan energi Yang tubuh, mematikan energi Ying tubuh"


"Sekarang ulangi kata-kata itu, jangan bergerak, pikirkan semua artinya serta coba lakukan cara menarik nafas seperti berikut ini" Imam Lu menunjukkan teknik Siulian yang diikuti Zhonglei.


Zhonglei berusaha keras agar dia tetap konsentrasi dan tidak menjadi buyar. Tidak berapa lama kemudian anak itu jatuh tertidur. Zhonglei tertidur demikian lelap di atas menara tinggi, tanpa mengenakan pakaian tebal dimana angin dingin berhembus masuk kedalam kamar itu.


Akan tetapi anehnya Zhong lei sama sekali tidak terganggu dengan tiupan angin serta udara dingin. Dia tertidur pulas dan terbangun ketika samar-samar terdengar ayam berkokok pertanda fajar akan menjelang.


Sambil malu-malu Zhonglei menatap Imam Lu dan berkata,


"Maafkan aku, telah tertidur demikian pulas"


Imam Lu hanya menjawab,

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Sedikit lagi matahari akan timbul, lalu semua menjadi terang benderang.


Aku tidak ingin seluruh Akademi menjadi heboh, ketika kepala asrama mengumumkan salah seorang siswa telah hilang.


Pulanglah, kembali ke Akademi. Besok malam aku menuggu kamu disini seperti biasa"


Zhonglei mengikut instruksi yang di titahkan Imam Lu. Anak itu bergegas kembali ke akademi, dan memulai harinya seperti biasa. Bersama-sama sarapan pagi dengan kawan-kawannya, meminum cairan jus sayuran yang hambar, lalu makanan tawar namun penuh gizi setiap pagi.


Dan tanpa terasa Zhonglei telah melakukan kegiatan bolak-balik dari kamar tidur di akademi ke kamar kecil tempat Imam Lu di kurung sebagai tawanan, selama lebih dari tiga bulan.


Secara perlahan perubahan yang nyata terlihat didalam pencapain akademi Zhonglei. Pelatih Aragoroth hanya diam ketika melihat Zhonglei menyelesaikan pelatihan keliling lapangan sebanyak sepuluh kali dengan dua tempayan berisi air penuh.


Kini dia membawa tempayan berisi air itu dalam sepuluh kali putaran, dengan air yang masih tersisa sebanyak 90 bagian.


"Kamu tekun, dan hasil ketekunan kamu itu berbuah manis" kata Pelatih Aragoroth.


Namun demikian, Zhonglei belum juga diijinkan untuk memegang senjata, apapun itu karena dianggap dia belum cukup untuk berlatih Teknik Pedang Bianglala Temaram.


"Kamu masih harus berlatih teknik meringankan diri dan kontrol pedang terlebih dahulu"


Pelatih Aragoroth lalu memberi beban besi yang melingkari dua kaki Zhonglei, masing-masing kaki seberat dua puluh kati, dan di kedua tangannya juga beban seberat masing-masing sepuluh kati.


"Ini akan membantu kamu berasa menjadi lebih ringan dan lincah, ketika nanti pelatihan tekah berakhir"


mulai hari itu Zhonglei tidak pernah melepaskan beban di kakinya kemanapun dia pergi. dua hari lamanya dia tidak mengunjungi Imam Lu, karena dia masih menyesuaikan diri dengan beban di tangannya itu.


Hari ketiga dia merangkak melalui bubungan, lalu berdiri di bawah menara memanggil-manggil Imam Lu, yang lalu mengikat badannya dan mengerek anak kecil itu naik ke kamar isolasi diatas menara.


"Beruntung kamu telah berlatih teknik Siulian beberapa bulan. Jadi meskipun beban di kaki dan tangan kamu begitu berat, kamu masih dapat melakukan gerakan karena diluar kesadaran kamu energi Shulam mengalir deras dari Pusat Energi di bagian perut kamu, membantu membuat beban itu tidak terlalu meresahkanmu"


Zhonglei kembali ke rutinitas semula, datang ke kamar Imam Lu dan berlatih Siulian. Esok hari dia kembali dengan kagiatan semula sebagai siswa akademi sihir.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2