
Dalam keterkejutannya, ZhongLei menjerit keras. Biar bagaimana pun ia adalah satu anak kecil yang secara naluri memiliki sifat kekanak-kanakan dan takut dengan bayangan.
Zhonglei memasang telinga lebar-lebar, lalu suara desisan serte derik sesuatu benda terdengar. Mula-mula pelan, namun kian lama-kian keras. Dan entah mengapa, anak itu merasa seluruh bulu tengkuknya merinding.
"Fos !" suara Zhonglei merapal mantra. Rapalannya bahkan terdengar seperti satu senandung singkat. Ia membanting kaki tongkat itu ke tanah.
"Bum !"
Batu-batuan sihir di kepala tongkat menyala, terang benderang. Namun wajah Zhong lei berubah pucat. Ia melihat Wajahnya begitu dekat dengan mulut satu ular besar - teramat besar yang tengah membuka mulut dan siap melahapnya.
"Arggh !" pekik Zhonglei.
Di dalam keadaan genting seperti itu, tidak ada yang dapat ia lakukan. Bahkan untuk mengucapkan satu mantra sederhana sekalipun, Zhonglei merasa dirinya menjadi lupa ingatan.
"Blesh !" ular raksasa itu menelan Zhonglei, membuat tubuhnya seketika lenyap dari hadapan ular dan secara otomatis muncul di safety zone dungeon itu.
Lalu satu suara terdengar di dalam dungeon, itulah suara perempuan yang sepertinya di kelola dengan teknik array khusus.
Pemain dungeon..
Nama Zhonglei
Umur 14 tahun.
Level dungeon ; level dua
Status : mati oleh gigitan Nagini.
"Terima kasih sudah mencoba di Dungeon iblis Akademi Moonlight. Silahkan mencoba lagi 2 jam kemudian.
Hening...
Zhonglei lantas duduk berila dalam posisi lotus. Dia harus mengakui. Kemampuan drinya dalam mengelola energi sihir atau stamina amatlah dangkal. Dalam hal ini diriny tidak memiliki ramuan atau pot-pot energi Shulam yang di jual di banyak toko-toko alkemis.
__ADS_1
"Keterbatasanku karena masalah keuangan memaksaku untuk meningkakan stamina hanya denga bermeditasi atau lutivasi." Dia tidak berputus asa dengan hal ini.
Awal-awal dahulu ketika Zhonglei masih berada di desa Meihua, dia berpikir kalau menjadi seoran Shulam atau penyihir itu adalah hal yang mudah. Hanya dengan mengucapkan kata-kata saja maka apapun yang dia inginkan akan terlaksana.
Kenyataan berbicara lain ketika Zhonglei memasuki akademi sihir. Ketika di tempat belajar khusus yang di sebut akademi ini, Zhong baru mengetahui bahwa seorang ahli Shulam atau penyihir sangat perlu memahami hal-hal berikut ini.
Pertama adalah memiliki kekuatan fisik. Kekuatan fisik ini sangat diperlukan oleh seorang ahli shulam dalam melakukan pertarungan jarak dekat. Menggunakan belati atau pedang misalnya. Semua alat-alat sihir atau di sebut dengan Artefak itu membutuhkan kekuatan yaitu mass otot yang kuat untuk mengangkatnya. Kamu bisa bayangkan bukan?
Sebilah Pedang Excallibur imitasi saja berat nya bisa mencapai sepuluh kilogram. Bagaimana rasa nya mengayunkan pedang dengan bobot sebesar itu, sementara berat badan kamu hanya empat puluh kilo saja misalkan. Belum lagi ketika rapalan mantra di kerahkan untuk menggunakan Excallibur imitasi itu, Beberapa bagian kekuatan fisik akan tersedot dengn cepat sehingga membuat seorang penyihir harus membunuh lawan dalam sekli gerak, sebelum dia sendiri trkapar karena kehabisan tenaga.
Ukuran kekuatan biasanya sebagai berikut. Manusia biasa memiliki kekuatan sekita 3 sampai 4 bagian. Meskipun demikian sosok ini akan di sebut biasa-biasa aja untuk seorang ahli Shulam. Jika kamu ingin di sebut luar biasa sebagai seorang Shulam, kekuatan fisik kamu harus minimal senilai 5.
Kedua adalah kemampuan Agility. Agility adalah ukuran yang wajib dimiliki seorang ahli Shulam. Jika agility atau kelincahan kamu tinggi, praktis di dalam pertempuran gerakan refleks, dan kelenturan tubuh akan akan membantu karena pinggang dengan lincah bergerak guna melakukan teknik-teknik sulit guna memenangkan pertempuran.
Ketabahan juga adalah faktor penentu di dalam memperkuat seseorang yang ingin menjadi ahli shulam. Dengan nilai ketabahan yang tinggi, seorang shulam akan rentan terhadap serangan racun atau sekedar wabah penyakit,
Kemampuan berkonsentrasi amatlah penting bagi seorang calon shulam. Dengan nilai konsentrasi yang tinggi, seorang shulam perapal mantra akan jitu mengeluarkan mantra-mantra kutukan atau sekedar jampi-jampi.
Waktu berlalu dengan cepat, tanpa terasa masa merendam diri di dalam dungeon bawah tanah akademi sihir Moonlight telah selesai. Zhonglei harus mengakhiri pelatihan nya di ruang bawah tanah itu. Kenyaaan berbicara bahwa dia hanya dapat melewati level dua dan menaklukkan Nagini.
Level tiga dengan monster ilusi Manticore rasanya terlalu berat baginya. Kekurangan sumber daya berupa pot energi shulam membuat Zhonglei harus menyerah. Diam-diam dia berjanji, akan melatih diri dalam teknik ramuan agar memproduksi sendiri botol-botol energi shulam nanti.
Ketika dikeluar dari ruang bawah tanah dan di semabut oleh beberapa penonton, buru-buru mereka menanyakan hal pening kepadanya.
"Lei.. apakah kamu berhasil menembus level dua di dungeon itu?" tanya Gladys Wu dengan mata berbinar-binar. Sepertinya Gladys terlihat gelisah.
Ketika Zhonglei mengangguk kepala dan mengiyakan, sontak saja gadis perapal mantra itu melompat-lompat.
"yes yes yes... aku menang !" jatanya gembira.
Zhonglei terlihat bingung dengan tingkah Gladys Wu. Di sisi lain dia melihat wajah anak-anak dari kelompok pengendali api berubah wajahnya menjadi buruk. Firasatnya mengatakan terjadi sesuatu.
"Apa yang terjadi? Gladys Wu.. apakah aku kehilang informasi? tolong beri penjelasan" kata Zhonglei bertanya-tanya.
__ADS_1
Buru-buru Gladys menarik tangan Zhonglei dan berbisik-bisik keadanya.
"Aku meladeni bocah-bocah dari kelompok pengndali api itu" bisiknya.
"Kamu bertaruh tentang apa?" tanya Zhonglei masih bingung.
"Kami bertaruh dengan point kontribusi sebesar 1000 point."
Anak-anak arogan itu mengatakan kalau kamu tidak akan bisa lolos melewati level dua di dungeon bawah tanah itu" kata Gladys.
"Yah.. terus?"
"Aku tak bisa menahan diri ketika mereka mengolok-olok nasib seorang pengendali unsur kayu atau unsur lain seperti kami perapal mantra, hanya akan bertahan di level satu dungeon bawah tanah itu" Gladys terlihat berapi-api
"Menurut mereka, hanya senior mereka dari pengendali api yang maha kuat itulah yang dapat menaklukkan monster replika ular Nagini di level dua. Dan kamu paling-palin hanya akan terputar-putar di level satu dungeon tanpa kemajuan"
Zhonglei tertawa lebar. Katanya..
"Tapi aku berhasil menaklukkan monster replika nagini di lvel dua itu. Jika kamu ingin melihat buktinya.. ini dia tato bergambar nagini di punggung tanganku. Gambar ini akan pudar setelah aku melapor di bagian pelatihan dan mengambila hadiah menyelsaikan dungeon level dua" Zhonglei mengulurkan tangannya dan mempertontonkan lengannya yang memiliki dua tatot monster.
Tatto pertama adalah gambar monster Tarantula dan yang satunya gambar Ular Nagini. Sontak ola mata Gladys menyala, Dia menyeret Zhonglei dan mempertontonlan lengan yang tergambar tatoo dua mahlu sihir di dalam dungeon.
"Aku minta agar point kontribusi itu di transfer saat ini juga. Lihat sendiri, Tatoo Tarantulan dan Nagini adalah lambang seseorang yang melewati level satu dan level dua di dungeon akademi ini"
Mata-mata malas serta wajah bersungut-sungut melirik ke tato di lengan Zhonglei. Wajah lima anak lelaki dan perempuan pengendali api itu bertambah suram.
Namun tanpa sungkan-sungkan Gladys Wu menyodorkan dua slip giok ke arah mereka dan berkata,
"Tolong transfer jumlah 500 point ke rekeningku dan sisanya ke rekening Zong lei. Tolong sekarang juga, dan aku tidak melayani hutang" kata Gladys mencibir.
Bersambung
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3
__ADS_1