Cinta 2 DOA

Cinta 2 DOA
Ch 16 : Perasaan


__ADS_3

Ahmad pergi keluar dari gang dan menuju tempat motornya di salah satu toko di gang sebelah.


"Cik, makasih ya sudah jagain" ucap Ahmad memberi sejumlah uang dan menaiki motornya.


"Iya, sama-sama." balas Tacik yang sedang menunggu pembeli.


Ahmad dengan segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Dalam perjalanan pulang, Ahmad selalu terngiang akan momen dan kejadian yang ia lalui bersama Maria, seolah ia ingin ada di sana untuk waktu yang lebih lama.


Namun dengan segera, Ahmad kembali memfokuskan dirinya berkendara di jalan.


Sesampainya di rumah, ia melihat Arumi sedang berada di meja makan dengan Kak Izam.


"Assalamualaikum" salam Ahmad.


"Wallaikumsalam" balas Izam dan Arumi barengan.


"Lagi makan apa ini?" tanya Ahmad mendekat ke arah Arumi.


"Lagi makan... " ucapan Arumi berhenti sejenak dan melirik ke arah baju yang dipakai Ahmad.


"Baju kakak, ganti lagi ya?. Kok setiap keluar, pulang beda. " tanya Arumi curiga.


"Dan juga.. Kok bau nya kayak bau anak perempuan yang make ya?" curiga Arumi sambil menghirup bau di baju Ahmad.


"Ehhh... Ehhh... Kamu kok kayak anjing cium-cium begitu" ucap Ahmad cemas dan berlari ke lantai atas.


"Jangan-jangan, kakakku sudah terpikat sama orang lain.. " Arumi terkejut dan menatap dengan tajam ke arah Ahmad yang lari terbirit-birit


Izam hanya tersenyum mengamati apa yang sedang terjadi.


Ahmad berlari sangat cepat dan masuk ke dalam kamar, lalu segera mengunci pintu.


"Ya Allah... Hampir saja" gumam Ahmad yang nafasnya tersengal-sengal.


Ahmad menjatuhkan badannya di atas kasur. Ia menatap ke langit-langit kamarnya dan memikirkan semua apa yang Maria katakan.


"Apa ini kebetulan, atau takdir darimu ya Allah?" tanya Ahmad dalam hatinya.


Hari tak terasa sudah semakin malam, lalu Ahmad yang sudah merasa capek, memejamkan matanya lalu tertidur pulas.


Keesokan paginya.


"Pagi Arumi sayang, Kak Ahmad berangkat dulu ya" ucap Ahmad yang sudah siap berangkat, lalu bertemu Arumi di ruang tamu.


"Hmmm... Kau membuatku penasaran saja kak?" ucap Arumi sambil menyipitkan matanya.


"Waduhh.. " kata Ahmad dalam hati dan hanya bisa membalas kata-kata Arumi dengan senyuman.


"Assalamualaikum" salam Ahmad.


"Wallaikumsalam" balas Arumi dan Abi juga Bunda.


"Mau kak Izam antar, sekalian Kakak ada perlu yang kebetulan satu jalur denganmu" ajak Kak Izam yang sudah menunggu diluar.


"Ohhh.. Oke.. Kebetulan Motorku kotor dan lagi dicuci" jawab Ahmad dengan mengangguk dan raut wajah sedikit songong.


Perjalanan tak terasa lama dan mereka sudah sampai di depan sekolah. Ahmad yang membuka pintu mobilnya, melihat Maria baru saja turun dari angkutan umum.

__ADS_1


Melihat hal itu, Ahmad terlihat sangat terburu-buru untuk bisa segera menyapa dan bertemu Maria.


"Assalamualaikum kak" salam Ahmad dengan tergesa-gesa


"Wallaikumsalam" jawab Izam memperhatikan Ahmad dan Maria dari dalam mobil.


"Pagi.. " sapa Ahmad yang lari dari belakang.


"Oh hai.. Pagi" jawab Maria lembut.


"Mana?" Maria berhenti sejenak, menghadap Ahmad dan menadahkan tangannya.


"Eh apaan?" tanya Ahmad kebingungan.


"Handuk sama sikat" jawab Maria


"Oallah, nanti sepulang sekolah ya" jawab Ahmad penuh kelembutan


"Hmm... Mau gak nanti cari handuk dan sikat bareng, juga sekalian beli makanan untuk Nenek" Ucap Ahmad lagi dengan sedikit grogi.


"Oke.. Tapi awas ya jangan modus" ucap Maria sambil mencolek hidung Ahmad dengan jari telunjuknya, lalu kembali pergi jalan begitu saja.


Ahmad terdiam sebentar dan jantungnya berdegup kencang, hingga ia tak sanggup mengejar Maria.


"Woi.. Ahmad" teriak Alex dari seberang jalan bersama Jerry dan Roby.


Ahmad kemudian tersadar dan melihat ke arah teman-temannya itu.


"Gimana kemarin?.Lancar?" tanya Alex


"Alhamdullilah lancar kok" jawab Ahmad tersenyum.


"Syukurlah" sahut Roby


Mereka ber-empat kemudian sampai di depan kelas dan masuk. Terlihat Maria dan Widya yang sudah mengeluarkan buku mereka masing-masing.


"Pagi Maria" ucap Alex kepada Maria dengan senyuman.


"Pagi.. " jawab Maria datar.


"Masih marah dengan yang kemarin nih?" tanya Alex sok imut


Maria hanya menoleh sebentar dan kembali fokus ke bukunya.


Widya hanya melihat adegan ini dengan penuh tanya dan kebingungan.


"Apa-apaan ini" gumam Ahmad tak terima.


Sedari tadi, Ahmad hanya melirik ke arah Alex.


"Bocah ini lagi merayu Maria?"kesal Ahmad dalam hati.


Bel sekolah berbunyi dan semua siswa bersiap untuk kegiatan belajar mengajar.


Waktu menunjukan pukul 11 pagi dan waktunya siswa/siswi untuk istirahat dan pergi makan di kantin.


"Kamu masih merasa gak enak badan Mar?" tanya Widya yang melihat Maria pucat.


"Sedikit pusing sih dan agak malas mau jalan ke kantin" jawab Maria sambil meletakan kepalanya di atas meja.

__ADS_1


"Kamu ndak makan?" tanya Ahmad yang mendekat ke arah Maria.


Maria hanya menggelengkan kepalanya.


"Dia lagi sakit" bisik Widya ke Ahmad.


"Tunggu sebentar" ucap Ahmad yang langsung keluar entah kemana.


3 temannya dan Widya hanya melihat Ahmad keluar dengan cepat.


5 menit kemudian, Ahmad datang sambil membawa syrup penurun panas dan obat pusing, juga satu roti gandum


"Busett.. Cepet amat dia membawa itu semua" kata Widya dalam hati.


"Ohh.. Makasih ya Mad" ucap Maria menoleh ke Ahmad.


"Sini, gua bantuin" ucap Ahmad membuka botol syrup dan membantu meminumkan syrup dengan sendok. Lalu ia mengambil roti dan menyuapi Maria.


Ahmad tidak sadar jika semua anak di kelas tidak ada yang pergi keluar dan shock terdiam melihat apa yang dilakukan Ahmad.


"Mereka benar-benar sudah seperti pasangan" cletuk salah seorang murid.


"Makasih ya.. Ini mungkin karena kehujanan kemarin" ucap Maria yang berterimakasih.


"Iya, aku tahu. Maaf ya" ucap Ahmad, meletakan telapak tangannya ke dahi Maria.


"Omo.. Omo.. Omaiwa.. " gumam Roby yang melihat adegan romansa ini.


Alex yang melihat hal ini hanya diam tak berkutik sama sekali. Perasaan dia campur aduk tidak jelas.


Karena melihat hal ini, semua siswa kelas tidak sempat keluar sampai bel berbunyi masuk.


"Lohh.. Kalian gak pada pergi ke kantin?" tanya Ahmad polos ke semua teman-temannya.


"Whatt...?" teriak semua siswa di kelas.


Ahmad terkejut dan bingung, juga tidak mengerti kenapa semua anak kelas begitu padanya.


Bel pulang sekolah berbunyi dan Widya menawarkan tumpangan ke Maria.


"Mar pulang bareng yuk. Kamu jangan naik angkutan umum" pinta Widya sambil menepuk punggung Maria.


"Nanti aku jalannya ke dalam kampung sampai rumah Nenek gimana Wid?" tanya Widya lemas.


"Nanti biar pak supir bantu pegang" ucap Widya


Mendengar percakapan itu, Ahmad segera berdiri dan menghampiri Maria tanpa fikir panjang.


"Aku antar pulang saja, nanti aku bantu jalan sampai rumah" pinta Ahmad sembari mengulurkan tangannya.


Maria yang sudah percaya, tanpa basa-basi langsung menggenggam tangan Ahmad dan mengikutinya sampai parkiran depan.


Pemandangan ini disaksikan banyak siswa, dan menghebohkan satu sekolah. Namun entah kenapa saat Ahmad bersama Maria, seolah dunia hanya milik mereka berdua dan waktu berjalan begitu lambat.


Dengan cepat Ahmad menggonceng Maria dan melajukan motornya. Maria segera merangkul perut Ahmad dengan erat, dan menyandarkan kepalanya di punggung Ahmad


"Jangan ngebut ya Mad" pinta Maria dengan suara yang lemas.


"Baik.. Aku antar kamu pulang. Pegangan yang lebih erat" pinta lembut Ahmad.

__ADS_1


Maria menuruti perintah Ahmad dan merangkulnya dengan erat.


Segera Ahmad melajukan motornya..


__ADS_2