Cinta 2 DOA

Cinta 2 DOA
Ch 23 : Pria Misterius


__ADS_3

Setelah sholat, Ahmad merebahkan dirinya ke tempat tidur dan berharap besok pagi bisa menemukan beberapa jawaban dari Widya.


Setelah memutuskan panggilan, Maria merasa ada perasaan khawatir terhadap Ahmad, dan merasa jika Ahmad sedang bersedih dan memikirkan banyak hal. Namun Maria terus meyakinkan dirinya, jika dia tidak boleh terlalu ikut campur.


Keesokan harinya.


Hari minggu diawali dengan pagi yang cerah, Maria sudah bersiap-siap untuk pergi ke Gereja. Mengenakan dress rapi dan make up, lalu menyiapkan segalanya sebelum berangkat.


"Nek, Maria berangkat ke Gereja dulu ya" pamit Maria kepada Nenek yang sedang mencuci piring di belakang"


"Nduk, kamu cantik bener hari ini" puji Nenek terkesima melihat Maria menggenakan Dress putih bermotif bunga dan rambut panjangnya yang lembut dan terurai rapi.


"Nenek bisa aja" Maria terkesima dan wajahnya merona karena dipuji Nenek.


"Astaga... Dipuji Nenek berkali-kali, kok masih malu aja. Tuh pipinya jadi merah" Canda Nek Aisyah sambil mencubit pipi Maria.


Mereka berdua saling tertawa bahagia satu sama lain.


"Ya udah Nek, Maria berangkat dulu ya" pamit Maria berjalan keluar rumah.


Gereja yang dituju Maria, tidaklah jauh dari tempat tinggalnya. Hanya membutuhkan waktu 15 menit jalan kaki.


"Mau ke Gereja Mar?" tanya salah seorang tetangga yang sedang duduk bersama anaknya di teras rumah


"Iya ibuk, mari.. " jawab Maria lembut.


Saat berjalan menuju Gereja, Maria merasa beberapa pria di pinggir jalan menatapnya dengan aneh dan terus memandanginya. Ia merasa tidak nyaman, namun berusaha waspada dan tidak menoleh ke arah mereka.


15 menit berjalan dan waktu sudah menunjukan pukul 07.45 pagi.


15 menit lagi ibadah dimulai dan sudah terlihat ramai kerumunan jemaat yang masuk ke dalam.


Dulu Maria sempat meninggalkan ibadah ke Gereja saat di Bandung karena kejadian buruk yang menimpanya, dan ini adalah kali pertama Maria datang beribadah ke Gereja, semenjak hari itu.


"Gereja Kristen Indonesia" Ucap Maria melihat plakat besar putih di depan Gereja.


Alasan Maria datang ke Gereja ini adalah, karena ajakan dari Bu Anna yang merupakan tempat Nek Aisyah bekerja sebagai ART.


"Bu Anna dimana ya?" gumam Maria dalam hati.

__ADS_1


Ia berjalan sambil menoleh kanan dan ke kiri, mencari keberadaan bu Anna yang tidak kunjung terlihat.


Karena terlalu fokus menoleh, Maria bertabrakan dengan seorang pria yang mengejutkan baginya.


Pria ini sangat tinggi, berkulit putih, berambut hitam sedikit tebal dan sengaja ia arahkan kebelakang supaya memperlihatkan dahinya dan memakai kemeja putih dengan kombinasi celana cream berdiri di hadapannya. Yang paling mengejutkan bagi Maria adalah dia orang Korea.


"Ohh... Annyeong haseo.." ucap Maria yang terkejut sambil membungkukkan badannya.


"Annyeong haseo" jawab pria itu dengan suara serak dan manly serta balas membungkuk


"Astaga ngomong apa lagi ya. Dulu sama Anjani dan Sisca sering diajak nonton drama korea. Tapi gua lupa-lupa ingat" gumam Maria dalam hati.


Lalu ia teringat, salah satu adegan seseorang meminta maaf dengan pose Aegyo supaya bisa dimaafkan.


"Mianhae Oppa" ucap Maria dengan suara yang imut serta melakukan aegyo.


Pria itu terkejut hingga batuk dan memegang dadanya.


Merasa ia gagal melakukannya Maria membungkuk sekali lagi dan kabur masuk ke Gereja.


Pria tadi berusaha memanggil Maria, namun Maria sudah berlari dengan sangat kencang hingga dilihat banyak orang sekitarnya.


Tepat di depan pintu sebelum masuk ibadah, setiap jemaat disambut oleh 4 orang pengurus Gereja dan menyalami mereka satu persatu.


"Pagi.. " ucap salah seorang bapak pengurus menyapa dan menyalami Maria.


"Pagi bapak" jawab Maria tersenyum.


"Jemaat baru ya" sahut salah seorang ibu pengurus di sebelah bapak tadi.


"Iya ibuk, saya baru datang hari ini" jawab Maria sopan dan lembut.


Ibuk itu lalu menarik lembut tangan Maria dan berbicara agak menepi, supaya tidak menghambat jemaat lain yang ada di belakang.


"Kalau boleh tau namanya siapa? tanya Ibu itu sembari mengeluarkan kertas dan bulpoin.


"Nama saya Maria Puspa Jelita ibuk" jawab Maria


"Maria Puspa Jelita" Eja Ibu itu sembari menulis nama Maria di kertas tadi

__ADS_1


"Terimakasih Maria" ucap Ibu itu menarik Maria kembali ke tempat semula


"Selamat datang ya, silahkan masuk. Tuhan memberkati" ucap ibu itu dengan senyum lebar.


Maria hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam Gereja. Ia mulai melihat-lihat untuk mencari tempat duduk yang kosong.


Di dalam gereja terlihat sedikit luas dengan mimbar di tengah, lalu para pemain musik di samping dan bangku jemaat yang terbuat dari kayu jati dan dipoles halus.


Setiap bangku bisa di isi sampai 4 orang dan terlihat ada 6 shaff baris bangku dan 10 bangku di setiap masing-masing shaff.


Maria lalu berjalan menuju bangku ke 4 dari depan di barisan sebelah kiri pintu masuk. Ia duduk dan menyapa 2 orang tua suami/istri yang ada di sebelahnya.


Waktu lalu menunjukan pukul 08.15 dan ibadah dimulai. Puji-pujian, doa dan khotbah sedang berlangsung di Gereja.


Ibadah memakan waktu 2 jam dari doa pembuka hingga doa penutup sebelum ibadah selesai. Setelah ibadah selesai, Pak Pendeta yang bernama Yakub Aritonang keturunan batak , sekaligus kepala pengurus di Gereja menyampaikan beberapa pengumuman penting, baik dari jadwal ibadah lain dan acara yang lain-lain.


Setelah memberi semua informasi kegiatan Gereja dalam seminggu kedepan, Pak Pendeta, memberi sambutan dan memberi tahu jemaat akan adanya jemaat baru.


Maria yang mendengar hal itu sedikit gugup, karena ia tau kalau namanya bakal disebutkan. Dan benar terjadi, Pak Yakub memanggil nama lengkap Maria dan memintanya untuk berdiri supaya jemaat lain bisa melihat.


Terlihat, pria Korea yang Maria temui tadi berada agak jauh dari Maria dan melihat ke arah Maria yang sedang berdiri sambil menengok ke arah para jemaat.


Pria itu tersenyum tipis dan menulis sesuatu di kertas yang ia bawa, lalu melipatnya rapi dan memasukannya ke kantong kemeja.


Maria kemudian dipersilahkan untuk duduk kembali dan Pak Yakub mengakhiri ibadah dengan pujian penutup dan doa sekali lagi.


Para jemaat keluar dari dalam dan berjalan secara teratur. Pria Korea tadi berdiri dan melihat Maria dari jauh, seolah ingin menghampirinya. Akan tetapi, seorang pria yang kemungkinan ayahnya berbisik dan sepertinya mengajak cepat keluar.


Untuk sesaat, ia menoleh ke arah Maria yang sedang dihampiri para jemaat lain khususnya ibu-ibu yang menyapa dan bersalaman dengan Maria.


{ Pada waktu yang sama di depan rumah Widya }


"Aku tidak menduga Ahmad seorang 4 Serangkai, pagi-pagi menelfonku dan minta bertemu" ucap Widya kepada Ahmad yang sudah menunggu di depan rumah Widya.


Ahmad hanya terdiam dengan tatapan serius ke arah Widya.


"Masuklah!" perintah Widya sembari membuka gerbang.


Ahmad kemudian masuk dan bersiap untuk mendengar apapun itu dari Widya.

__ADS_1


__ADS_2