
Ahmad kegirangan melihat fotonya bersama Maria, tanpa henti ia terus memandangi foto itu sambil rebahan di kamar tidurnya.
Keesokan paginya
"Ica, ini surat izin dari Maria" ucap Ahmad menyerahkan surat izin dari Maria kepada Ica, Sekertaris Kelas.
"Oh oke.. " jawab Ica sembari membuka amplop dan menulis laporan absensi.
"Lu kok bisa bawa amplop milik Maria Mad? " tanya Alex
"Kemarin gua habis dari rumahnya" jawab Ahmad dengan santai.
Alex hanya terdiam sedikit kesal mengetahui Ahmad kemarin mengantar Maria pulang.
Jerry yang di belakang hanya mengamati dan melihat situasi. Sedangkan Roby sudah fokus dengan buku komik miliknya.
"Wid.. Widya.. " bisik Alex menepuk pundak Widya
"Apa..?" tanya Widya menoleh ke arah Alex
"Gua minta nomer HP Maria dong" pinta Alex dengan raut wajah melas
"Gak punya" jawab Widya singkat dan kembali memalingkan wajahnya ke depan.
"Lah.. Kok gak punya. Bukannya kalian udah sahabatan" heran Alex dan memaksa Widya untuk memberi taunya.
"Apaan sih ngotot ya." ketus Widya
"Maria itu gak punya HP, jadi gak punya nomer telfon" Ucap Widya lepas karena kesal dengan Alex yang memaksanya karena tidak percaya.
Siswa di seluruh kelas mendengar hal itu dan hanya terdiam dan shock. Mereka semua mempertanyakan kebenaran dari perkataan Widya
"Dia punya kok" sahut Ahmad dari belakang
Siswa yang lain langsung setuju dan lebih percaya dengan perkataan Ahmad.
"Dan juga, emang kenapa kalau gak punya Hp. kalau gak punya HP disebut anak aneh?" tanya Ahmad dengan nada kesal dan sedikit marah
Siswa yang lain dan juga Alex merasa terintimidasi dengan suara jengkel Ahmad. Mereka tau bahwa hasilnya akan buruk jika meneruskan pembicaraan ini.
Setelah itu, semua siswa kembali ke bangku mereka masing-masing dan mengikuti kegiatan belajar dengan normal.
Bel istirahat pertama berbunyi, 4 Serangkai keluar kelas dan sedang menuju kantin. Namun ditengah-tengah perjalanan, mereka dihadang 5 Elang dari kelas IPS dan mereka terdiri dari ( Irwan, Noval, Bagas, Andra, dan Hengky)
"Astaga, kita ketemu dengan yang tak lain dan bukan adalah preman-preman dari IPS" ucap Alex mengejek.
"Kurang ajar mulutmu lex, minta diberi pelajaran nih anak" sahut Noval yang tidak terima dengan perkataan Alex.
"Kalau gak terima sini" ucap Roby yang maju tepat dihadapan Noval.
__ADS_1
Mereka berdua sudah dihadapan masing-masing dan apapun bisa terjadi.
"Ngomong-ngomong gimana Maria Mad? Tanya Irwan melirik ke Ahmad
Ahmad yang sedari tadi diam, mulai menajamkan tatapannya kepada Irwan.
"Gua denger dia sakit, apa lu langsung cobain dia ya. Bagi dong.. Dia kan seksi" goda Irwan sambil tertawa dengan seringai penuh nafsunya itu
Duak..
Ahmad memukul wajah Irwan dengan keras, sampai hidungnya patah dan mengeluarkan banyak darah segar. Ke empat temannya yang lain mulai tersulut emosi dan siap bertarung.
Untungnya siswa yang ada di sekitar sudah antisipasi dengan memanggil guru BK untuk datang melerai.
"Hentikan.. " suara Pak Wisnu yang merupakan Guru killer sekaligus Guru BK menghentikan suasana yang mencekam ini dan membawa mereka semua ke ruang BK.
Percakapan antara 4 Serangkai dan 5 Elang telah menjadi buah bibir dan membentuk 2 kelompok pendapat yang berbeda. Ada yang tidak suka dengan perkataan Irwan, dan ada yang memakluminya. Perbedaan pendapat ini bahkan muncul di antara anak IPS sendiri.
Perdebatan juga terjadi di ruang BK dan tidak menemukan titik terang. Maka dengan tegas, pak Wisnu memberi hukuman Skors selama satu minggu penuh kepada mereka semua, dan pak Wisnu langsung menelfon orang tua mereka.
Para orang tua segera menjemput anak-anak mereka di sekolah dan mendapat beberapa penjelasan dari pak Wisnu.
Sesampainya Ahmad di rumah
"Ahmad duduk dulu" perintah Abi dengan tegas.
Di ruang tamu, sudah ada Kak Izam, Arumi, Abi, dan Bunda.
"Abi ingin mendengar penjelasan dari kamu?" tanya Abi menatap mata Ahmad.
"Tadi Abi dan yang lain sedang menuju kantin lalu di hadang mereka dan terjadi cekcok. Ahmad sudah berusaha menahan diri kok" Ahmad menjelaskan
"Lalu..? Kenapa kamu tiba-tiba mukul dia?" tanya Abi
"Pak Wisnu bilang, kalian semua ndak mau ngomong alasan jelas kenapa sampai baku hantam?" tanya Abi lagi.
Ahmad tidak bisa mengatakan baik kepada Pak Wisnu atau Abi tentang Maria. Ia tidak ingin, Maria yang tidak tau apa-apa terjebak dalam lingkaran masalah ini.
Ahmad hanya terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.
"Kamu tidak mau jawab... kalau gitu, kamu tidak akan Abi izinkan untuk keluar rumah, sampai Skors mu selesai.
"Loh bi jangan... Besok aku mau ketemu temen"kaget Ahmad dan memohon ke abinya. Namun Abi tetap dengan keputusannya dan menolak permintaan Ahmad.
Ahmad yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya berjalan pelan menuju kamarnya dan menjatuhkan badan di atas ranjang.
Saat hendak memejamkan mata, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Ahmad segera berdiri dan membukanya. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Kak Izam.
"Ada apa?" tanya Ahmad ketus.
__ADS_1
"Biarin kakak masuk dulu napa" ucap Kak Izam melas.
Ahmad kemudian mempersilahkan kakaknya untuk masuk.
Kak Izam lalu duduk di atas kasur dan menatap tajam ke arah Ahmad
"Ini semua apa karena gadis itu yang bernama Maria?" tanya Kak Izam tiba-tiba dan membuat Ahmad terkejut
"Ternyata bener.. Terlihat jelas dari respon mu." ucap Kak Izam
"Bagaimana kakak bisa tau?" tanya Ahmad yang semakin penasaran.
"Kan kakak, pernah mengantar kamu ke sekolah dan perilakumu berbeda saat bertemu gadis itu" jawab Kak Izam
"Kakak ini juga cowok tau.. Kakak tau bagaimana ketika seorang cowok menyukai seorang cewek" imbuh Kak Izam.
"Pasti temanmu itu menyinggung Maria dan membuatmu marah sehingga kamu memukulnya" Kak Izam menebak benar kejadian itu
Ahmad kemudian terdiam dan hanya menatap mata kakaknya. Lalu perlahan, ia mulai cerita ke kakak laki-lakinya itu
"Kak Izam... Mungkin ada saat dimana kita saling marah dan bertengkar. Tapi apapun yang terjadi, Kak Izam tetep adalah kakakku" Ahmad mengatakannya secara tiba-tiba
Izam yang mendengarnya merasa sedikit lega.
"Ya kau benar, kakak beberapa hari ini mulai menyadari betapa egois dan bodohnya kakak. Hanya demi reputasi dan nama sesaat, kakak malah menghancurkan hubungan saudara antara kamu dan Arumi" ucap Kak izam
"Kalau begitu, aku mau tanya ke Kak Izam tentang sesuatu. Ini antar pria" Ahmad mengatakannya dengan nada yang serius.
"Apa itu?" tanya Kak Izam penasaran.
"Beberapa hari ini, aku memiliki perasaan yang aneh dan bergejolak tidak karuan saat bersama Maria. Serasa dunia berjalan begitu lambat ketika berdua dengannya. Aku yang merasa nyaman, ada perasaan untuk melindungi dan rasa ingin bertemu yang gak bisa ditahan" Ucap Ahmad.
"Awalnya aku kira ini perasaan suka atau mengagumi doang. Tapi jantung kadang berdetak kencang. Apa itu ya kak?" tanya Ahmad dengan polosnya.
Kak izam hanya tersenyum dan tertawa mendengar penjelasan itu. Ia tidak menjawab apapun.
"Lah kok tertawa kak?" tanya Ahmad bingung
"Ndak usah khawatir, kamu pasti akan menemukan jawabannya sendiri" ucap Kak Izam yang masih tidak bisa menahan tawanya.
"Katanya kamu besok ada janji ketemu?" tanya Kak Izam
"Ketemu sama Maria?" tanyanya lagi.
"Iya sih. Sebenarnya, gak ada janji harus besok, tapi aku akan datang dan lihat apa dia sudah bisa. Kalau bisa, besok akan terlaksana" ucap Ahmad dengan semangat.
"Kalau gitu besok, Kak Izam akan bantu bagaimana?" tanya Kak Izam serius
Ahmad kaget mendengar pernyataan tersebut.
__ADS_1
"Oke.. Mohon bantuannya" ucap Ahmad serius.