
"Kau tau kan, kalau ada tembok besar dan tinggi di antara kalian" ucap Jerry serius
Ahmad terdiam sejenak mendengar kata-kata itu, karena ia tau apa yang dimaksud Jerry.
"Entahlah, aku sebagai laki-laki yang menyukai seorang wanita, setidaknya harus punya Perjuangan" ucap Ahmad menghela nafas sambil menatap langit malam.
[ Di rumah Maria ]
Maria yang sedang merebahkan badannya di atas kasur, melihat tumpukan obat di atas meja belajarnya. Lalu fikirannya mulai melayang ke saat dimana ia merasa Ahmad harus ada di sisinya saat di rumah sakit tadi.
"Sadar Maria, dia berada di level yang berbeda dan tembok di antara kita terlalu tinggi" renung Maria mengobrol sendiri.
"Tapi... Bagaimana caranya, aku minta izin untuk tidak masuk sekolah ya?. Kan gak punya HP." ucap Maria.
"Apa aku nulis surat izin aja ya, besok senin, aku berikan saat sudah masuk" kata Maria segera mengambil bolpoin dan kertas lalu menulis surat.
30 menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
"Assalamualaikum" suara pria dari luar.
Nenek memakai kerudungnya dan sebentar melihat ke jendela dan segera membukakan pintu
"Wallaikumsalam nak Ahmad" ucap Nenek.
"Nek, ini Ahmad lagi" sapa Ahmad tersenyum sambil mengangguk.
"Masuk nak, mau cari Maria?" tanya Nenek
"Iya Nek" jawab Ahmad dan duduk
"Astaga, gak bosen apa liat gue terus" cletuk Maria yang langsung muncul
"Gimana keadaanmu sekarang? Udah enakan?" tanya Ahmad yang terlihat perhatian dan cemas
"Busett dah, perhatian banget kisanak satu ini" ucap Maria ketus.
Ahmad masih cemas menunggu jawaban Maria.
"Iya udah mendingan, tapi besok aku gak bisa masuk kelas. Sekalian besok kan Jum'at, sabtu trus minggu" jawab Maria yang tidak tega melihat Ahmad cemas padanya.
"Oh iya ini.. Tolong ya" pinta Maria sembari menyerahkan amplop ke Ahmad
"Apa ini Mar?" tanya Ahmad yang menerima amplop itu
"Surat izin gak masuk" jawab Maria.
"Ohhh... " Ahmad mengangguk mengerti
"Btw ada apa kesini?" gak mungkin kan cuma nanya keadaan doang" tanya Maria sembari meneguk air di meja.
"Kalau iya emang kenapa" jawab Ahmad dengan enteng.
Jawaban Ahmad membuat Maria terkejut dan menyemburkan air ke arah muka Ahmad.
Untung amplop yang diberikan tadi sudah dimasukan kedalam tasnya.
Muka Ahmad basah dengan semburan air Maria.
Nenek yang datang dari belakang sambil membawa teh terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Loh Nak Ahmad kenapa? Kok basah wajahnya?" cemas Nenek segera menaruh teh untuk Ahmad di meja.
"Itu Nek, tadi dia mau ngambil air putih, eh kena senggol Maria" jawab Maria tertawa canggung sambil melirik ke arah Ahmad.
"Eh iya Nek, tadi gak sengaja kesenggol" jawab Ahmad tersenyum dan memasang raut wajah melas dan datar ke arah Maria.
"Pfttt... " Maria yang melihat raut wajah itu, tertawa dibuatnya.
Ahmad terpesona dan terdiam sebentar lalu keluar kata-kata yang datang dari alam bawah sadarnya
"Cantik" ucap Ahmad.
"Ha..? " heran Maria yang mencoba memastikan ucapan Ahmad.
"Eh.. Eng..gak" jawab Ahmad gugup.
Maria hanya menyipitkan matanya.
"Nak Ahmad kok masih pakai seragam?. Habis dari mana kok gak langsung pulang?" tanya Nenek duduk.
"Tadi ketemu temen sebentar Nek" jawab Ahmad
"Temen ato pacar hayoo.. " goda Maria.
"Kalo pacar, kamu bakal cemburu gak?" tanya Ahmad menatap Maria serius.
Maria terdiam, tidak bisa berkata apa-apa. Nenek yang ada di sebelah mereka merasa menjadi orang ketiga.
"Dan juga Nek, Ahmad ke sini mau kasih ini juga" Ahmad mengambil kantong plastik hitam dari dalam tasnya.
"Apa ini?" tanya Maria membuka isi kantong itu.
"Karena, bajumu belum ketemu, aku coba cari di online dan akhirnya ketemu juga. Baru dateng kemarin malam" jelas Ahmad
"Ohh. Makasih banyak ya" ucap Maria terimakasih
"Btw, handuk lama sama sikat lama udah kamu buang kan?" tanya Maria.
"Eh iya, nanti aja. Masih di tas kok" Jawab Ahmad.
"Sini.. Buang di tempat sampah depan aja" pinta Maria menyodorkan tangannya.
"Jangan nanti kotor tempat sampah mu, entar aja di jalan" ucap Ahmad menolak dengan paksa.
"Lah.. " bingung Maria.
"Hmmm... oh iya, kalau obatnya sudah habis dan kamunya masih belum merasa sehat, bilang aja nanti aku beli" ucap Ahmad berusaha mengalikan pembicaraan
"Astaga.. Baru juga tadi sore dapat obatnya" jawab Maria ketus.
"Ya.. Siapa tau kan" ucap Ahmad.
"Ya sudah nak Ahmad minum dulu tehnya sebelum dingin" pinta Nenek
"Nak Ahmad sudah makan?,Nenek ambilkan ya"pinta Nenek
"Ohh ndak usah Nek, terimakasih banyak. Ahmad gak mau ngerepotin" ucap Ahmad sungkan.
"Nenek maksa.. Bentar Nenek ambilkan. Nak Ahmad mau kan, balado telur? Tanya Nenek menoleh ke Ahamad.
__ADS_1
"Iya Nek, suka kok" jawab Ahmad
Nenek mengangguk dan berjalan menuju dapur.
"Kamu gak dicariin orang tua mu?" tanya Maria
"Enggak kok, udah biasa pulang malam" jawab Ahmad.
"Jangan malam-malam, kamu kena begal nanti" ucap Maria khawatir
"Kamu khawatir?" tanya Ahmad mengejek
"Ya iyalah khawatir" sontak Maria reflex menjawabnya.
Karena jawaban itu, Maria dan Ahmad saling pandang dan terdiam.
Suara langkah Nenek memecah suasana dan menyadarkan mereka berdua.
"Makasih ya Nek" ucap Ahmad, kemudian makan balado telur.
Setelah selesai makan, Ahmad membawa piringnya kebelakang dan mencucinya sendiri.
Maria yang melihatnya mengangguk senang dengan kesopanan yang dimiliki Ahmad.
"Nek, Ahmad pamit dulu ya" pamit Ahmad.
"Bentar Nak Ahmad" Nenek menghentikan langkah kaki Ahmad
"Nenek boleh minta tolong gak? " tanya Nenek
"Boleh Nek, mau minta tolong apa?" tanya Ahmad
"Kamu mau gak foto sama Maria sebentar" pinta Nenek.
Tanpa fikir panjang, Ahmad menyetujui perintah Nenek.
"Nenek... " terkejut Maria dengan permintaan Nenek yang tiba-tiba.
"Kalian berdua foto di dalam sini, background tembok, biar Nenek yang foto" pinta Nenek sambil memegangi Ahmad dan Maria supaya mendekat.
"Nenek sudah tua begini, bisa kasih foto yang bagus kok" imbuh Nenek
Segera Maria dan Ahmad saling berdempetan dan berfoto. Reflex Maria berfoto dengan 2 jari menyentuh pipinya dan ia tersenyum. Ahmad yang melihat hal itu,menirukan pose Maria dan melakukan hal yang sama. Lalu Nenek memfoto mereka menggunakan Hp Ahmad yang sudah dibantu tinggal Nenek tekan klik saja.
Melihat foto itu membuat Ahmad tidak bisa berhenti tersenyum dan segera menyimpannya di galeri.
"Bagus.. Nenek minta tolong kamu cetak ya fotonya, trus Nenek minta satu" pinta Nenek
"Ya Nek Siap. Kalau begitu, Ahmad pamit dulu ya Nek. Assalamualaikum" pamit Ahmad
"Wallaikumsalam" balas Nenek
Ahmad berhenti sejenak di depan rumah dan berkata kepada Maria.
"Jangan lupa, kamu masih hutang janji keluae sama aku"
Maria hanya mengangguk malas.
Melihat Maria mengangguk, Ahmad sangat
__ADS_1
senang sekali. Lalu berjalan keluar gang.