
"Anjani ayo, ngapain lu lama banget di dalem. Cepetan.!! " teriak gadis lain dari luar.
"Iya tunggu"
Segera Anjani mematikan video dan keluar dari toilet.
"Lu ngapain anjir, lama banget.? " tanya Rini gadis tomboy SMP Cendana
"Bentar napa. Kan lagi BAB juga" ketus Anjani.
Saat mereka berdua berjalan menuju kelas yang kebetulan tidak jauh dengan ruang KepSek, mereka sedikit heran karena jalan sudah dipenuhi dengan banyak murid yang bergerumbul.
"Woy ada apa sih kok pada ngumpul disini? " tanya Rini penasaran.
"Itu lihat tu cewek yang namanya Maria, dia ngelaporin Rudi melakukan tindak pelecehan" tunjuk salah satu murid ke arah Maria yang baru saja keluar dari ruang Kepsek.
Betapa terkejutnya Anjani saat melihat Maria yang ada di depannya. Anjani kemudian segera berlari menuju kelas. Dan Rini yang terkejut pun ikut lari mengejarnya.
Saat sampai di dalam kelas, Anjani segera duduk. Terlihat badanya gemetar dan merasakan rasa cemas.
"Ni.. Ngapain lari sih?.. Lo liat setan? " tanya Rini bingung.
Anjani hanya terdiam dan tidakk mengatakan sepatah katapun. Rini yang merupakan sahabat dekat sekaligus teman sebangkunya hanya menarik nafas panjang. Ia tau jika Anjani sudah terdiam seperti ini, ia tak akan bisa mengusiknya.
"Itu kan cewek yang waktu itu dibawa keluar dari dalam mobil Rudi" fikir Anjani sambil memegangi kepalanya.
"Ni.. Sumpah, lo jujur kenapa. Ada apa sih?. Kok tiba-tiba begini" tegur Rini yang dari tadi tak tahan melihat tingkah aneh Anjani.
"Rin, please, jangan tanya apapun, gua gak bisa jawab. There's so much going on" jawab Anjani serius.
Rini yang melihat betapa serius wajah Anjani, hanya bisa terdiam dan membiarkan semua pertanyaan dan rasa penasaran untuk dirinya sendiri.
[ Kelas Sisca]
"Hei ada berita besar, katanya Maria menuduh Rudi melakukan pelecehan.. " teriak salah satu murid cewek yang baru saja lari masuk ke dalam kelas.
"Beneran??. " jawab murid-murid lain
"Kalau yang aku tangkap sih, Maria kan miskin ya. Menurut kabar, keluarga mereka orang susah, jadi mereka mencoba menjebak Rudi.. "
"Ihh seremmm"
"Iya.. Kemungkinan si Maria mau kekayaan keluarga Rudi. Gila kan"
"Kasihan rudiku yang tampan. Dia kan idola semua cewek. Udah kaya, baik hati, sopan, dan ganteng lagi. " ujar salah satu murid cewek
__ADS_1
"Bener itu. Sekarang si cewek gila itu main nuduh aja"
Bruakkkk.....
Suara meja dibanting sangat keras dan terdengar nyaring di kelas. Semua siswa yang bergosip sontak terkejut dan melihat ke arah belakang kelas
"Mulut kalian sampah ya.. " teriak Sisca
"Bisa-bisanya ngomong se-enak jidat. Helloo.. Kalian masih SMP babi. Mulut udah kek comberan" tambah Sisca.
"Lu yang cowok-cowok, gak malu apa sama ko***l kalian. Dan kalian yang cewek, mana yang katanya perempuan saling tolong. Basi"
"Anjing lo semua". Teriak Sisca sambil membawa tas dan pergi keluar.
Murid-murid yang lain hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa.
Sesaat sebelum Maria dan yang lain pulang naik mobil milik Bu Tika, terdengar teriakan suara Sisca dari belakang.
"Maria.. Tungguu... " teriak Sisca
"Loh Sis, ngapain kesini. Kamu gak ada pelajaran? " tanya Maria heran.
"Gak ada. Gurunya sakit. Aku ikut ke rumahmu ya.. Please"
"Ayolahh... " melas Sisca
"Ya udah deh ayoo.. " ajak Maria, yang tak sanggup melihat wajah melas sahabatnya.
Selama perjalanan pulang, Sisca tak henti-hentinya memberi semangat ke sahabat karibnya itu. Maria sungguh lega. Baginya yang terpenting adalah orang terdekatnya percaya dan mendukung dirinya.
Sekarang yang ada didalam fikiran semuanya adalah bagaimana mereka bisa menemukan bukti yang cukup kuat untuk menjerat Rudi dan 3 orang pria saat itu. Keesokan harinya, Bu Tika segera bergegas memeriksa CCTV di daerah pasar malam diadakan.
Namun anehnya saat Bu Tika meminta rekaman CCTV daerah tersebut kepada pihak terkait yang dimana masih dalam lingkup pemerintah daerah, mereka beralasan kalo CCTV sudah rusak 1 minggu sebelum kejadian.
Tentu saja, Bu Tika tidak percaya dengan alasan yang seperti itu. Tapi beliau sadar kalau kasus ini akan hilang dan tertutup dengan sendirinya. Apalagi melibatkan jajaran elit pemerintahan.
5 hari setelah pertemuan Maria dan Rudi di ruang KepSek, Bu Tika, Papa dan Mama tidak bisa mendapatkan bukti apapun. Bu Tika bahkan menganjurkan dan akan membantu Maria untuk pindah ke sekolah lain. Namun Maria dengan tegas menolaknya.
Ia tidak ingin lari dari masalah. Jika ia tiba-tiba pindah tanpa membuktikan apapun, itu akan menunjukan jika Rumor yang Rudi sebar benar adanya. Dengan yakin, Maria meminta ijin ke kedua orang tuanya dan Bu Tika supaya besok bisa masuk sekolah. Mama awalnya menolak, namun melihat Maria yang begitu kekeh, akhirnya mereka mengijinkan.
Keesokan harinya, Maria turun dari angkot, ia melangkahkan kakinya kembali ke sekolah. Dengan santai ia berjalan menuju kelasnya.
Para murid yang ada di kelas, mulai bergunjing dan menatap sinis terhadap Maria. Namun ia menghiraukan semua itu. Saat hampir dekat dengan kelas, Sisca sudah menunggunya dan segera berlari dan memeluk Maria. Maria sangat senang dan bahagia memiliki sahabat seperti Sisca.
Sisca mengantarkan sahabatnya sampai di depan kelas. Tentu saja saat Maria masuk kedalam kelas, teman-teman yang lain hanya terdiam dan menatapnya. Tatapan sinis dari setiap murid benar-benar tajam dan tanpa ampun.
__ADS_1
[ Beberapa jam sebelumnya]
"Kamu ndak mau coba untuk mem-viralkan kejadian ini nak? " tanya Bu Tika
"Ndak bu, saya takut jika berita ini viral sampai kemana-mana, bakal jadi bumerang buat saya sendiri" jawab Maria.
"Maksudnya nak?"
"Saya takut, jika berita ini semakin besar, semua identitas saya dan keluarga bakal jadi konsumsi publik. Blum lagi nanti bakal diputar balikan beritanya sedemikian rupa sama ayahnya Rudi"
"Saya orang kecil bu, saya takut jika keluarga saya diancam dan mendapat hal yang tidak diinginkan" imbuh Maria.
"Saya yakin, kalau hal ini cuma akan jadi berita internal sekolah saja. Kepsek dan Pak Kuncoro pasti tak akan membiarkan berita ini merembet kemana-mana. Jadi saya akan bertahan" tambah Maria.
[ Kelas Maria ]
Maria terkejut saat melihat tempat duduknya ditempati anak lain. Melihat Maria yang kebingungan, seorang anak cewek yang merupakan Ketua Kelas meneriaki Maria.
"Hei Lo**te, tempat dudukmu dibelakang sana" kata ketua kelas sambil menunjuk ke arah bangku yang ada dibelakang kelas dan sendirian.
Maria hanya terdiam dan berjalan menuju mejanya. Betapa terkejutnya ia saat melihat, meja miliknya sudah dicoret-coret dan banyak tulisan kotor dan tidak baik di atasnya.
"Kamu harus kuat Maria. Harus kuat.. Suatu saat semua bakal terbongkar" perkataan Maria didalam hati.
[ Anjani POV ]
"Woi.. Woi.. Anjani.. Anjani.. " teriak Rini dari jauh.
"Anjani... " tepuk Rini dari belakang yang membuat Anjani kaget dan lompat ke atas kursi kantin
"Anjing lu ya... Pelan napa sih, kalo manggil" ketus Anjani.
Murid-murid lain yang ada di kantin hanya melihat sinis dan terlihat merendahkan.
Anjani yang melihat hal tsb, segera turun dan terdiam.
"Apaan liat-liat. Sirik ya" teriak Rini kepada murid-murid lain untuk melindungi Anjani.
"Ni.. Jujur sama gua , kamu kenapa sih? . Semenjak hari itu, kamu selalu aja gelisah dan gak fokus gini" ujar Rini
"Kamu Nanyeeaaa???.. " tanya Anjani sambil menirukan suara seseorang yang lagi viral.
"Gua tabok lu ya. Ente kadang-kadang" Rini membalas dengan hal yang sama.
Keduanya segera tertawa lepas dan terbahak-bahak. Untuk sesaat beban yang Anjani pikul sedikit berkurang. Namun Rini tetap menaruh curiga dan akan menyelidikinya.
__ADS_1