
[ Gereja Kristen Indonesia ]
Para jemaat lain khususnya ibu-ibu berkumpul mengerumuni Maria dan mengucapkan selamat datang dan jadi anggota Gereja.
Maria menerima sambutan jemaat dengan baik dan berterimakasih atas semuanya.
"Maria... Bisa kesini sebentar?" pinta Pak Yakub yang memanggil Maria dari atas mimbar.
Maria kemudian berjalan menuju mimbar depan dan menemui Pak Yakub.
"Ada apa pak?" tanya Maria
"Selamat datang dan bergabung menjadi jemaat dan anggota Gereja" ucap Pak Yakub
"Oh iya sama-sama pak, terimakasih" balas Maria mengangguk.
"Pak, kalau begitu saya pamit pulang dulu" pamit Maria
"Silahkan.. Tuhan memberkati" ucap Pak Yakub.
Maria lalu turun dari mimbar dan berjalan keluar Gereja dan menuju halaman depan Gereja. Terlihat banyak jemaat yang mengambil kendaraan masing-masing lalu pulang.
Terlihat jelas, jalan raya depan Gereja sangat macet dan penuh dengan kendaraan baik dari Gereja atau orang yang lewat.
Pria Korea tadi dan ayahnya kebetulan berada di depan mobil mereka yang mendadak tidak bisa nyala. Para jemaat lain yang berada di sana berusaha membantu.
Pria itu kemudian melihat Maria yang sudah di luar Gereja dan sedang menunggu di salah satu sudut halaman berlindung dari terik panas matahari.
Maria terus melihat ke arah jalan raya, mencari cara untuk bisa pulang dengan cepat tanpa kena sinar matahari dan terjebak kemacetan.
"Aduh.. Panasnya.. Akan sulit menyebrang ini kalau macet" gumam Maria sedikit keras.
"Kalau gitu lain kali bawa payung ya" ucap Pria Korea yang tiba-tiba muncul di belakang Maria.
"Astaga Tuhan.. " Maria terkejut dan hampir memukul pria itu.
__ADS_1
Saat Maria berbalik badan, ia terkejut karena ternyata orang yang mau dia pukul adalah Pria Korea yang tadi pagi ia temui dan sekarang berada tepat di depannya.
"Eh.. Mianhae.. " Ucap Maria yang langsung mengurungkan niatnya.
"Tunggu.. " Maria tersadar akan sesuatu.
Maria lalu menoleh ke sekitarnya dan tidak ada orang lain selain dia dan pria itu.
"Apa anda yang barusan ngomong pakai bahasa Indonesia dengan saya?" tanya Maria terbata-bata dan tidak percaya.
"Kamu lucu tau kalau lagi bingung" ucap pria itu dan tersenyum tipis ke Maria.
"Omo... " Maria menatap tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Pria itu tersenyum mempesona dan membuat Maria oleng sebentar.
"Oh.. Hati-hati" Pria itu memegangi Maria yang seolah akan jatuh
"Makasih" ucap Maria tersenyum tipis.
Maria perlahan berusaha memegang uluran tangan pria itu dan anehnya dia tidak merasakan gemetar dan takut. Sama saat ia memegang tangan Ahmad.
"Kim Min-Gyu" ucap pria itu memperkenalkan dirinya.
"Maria Puspa Jelita" jawab Maria.
"Panggil saja saya Mingyu" imbuh Mingyu.
"Sepertinya aku pernah mendengar nama yang sama dari salah satu idol yang dulu sering aku dengar dan sukai" ucap Maria berusaha mengingat nama grup idolnya.
"Oh.. Maksudmu Mingyu dari grup Seventeen"
"Ah.. Benar itu namanya." Maria mengingatnya
"Aku suka nama itu. Nama yang bagus" senyum polos Maria.
__ADS_1
Mingyu tiba-tiba menarik nafas pelan-pelan dan raut wajah yang sedang menahan sesuatu.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Maria khawatir.
"Fiuh... Tidak kok, gak apa-apa" ucapnya sembari menghela nafas panjang.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kamu bisa berbahasa Indonesia?" tanya Maria
Mingyu tak sempat mengatakan apapun, karena ayahnya dari seberang sana meneriaki dia untuk kembali.
"Maaf, saya ada urusan mendesak, sampai jumpa lagi" pamit Mingyu, berlari ke arah ayahnya
Mobil mereka sudah diperbaiki dan segera melaju keluar.
Maria dari jauh, mengamati mobil Mingyu.
Selama hampir 20 menit menunggu, kemacetan sudah berkurang dan cahaya matahari tidak terlalu terik, Maria pulang ke rumah.
Maria jalan santai melewati rute yang sama saat ia berangkat.
Tiba-tiba satu kendaraan bermotor dengan dua orang pria yang berboncengan berhenti di depan Maria dan menggodanya.
"Neng, pulang ke mana?" ucap salah satu pria yang ada di depan
"Sini.. Duduk di tengah" goda satu lagi yang dibonceng
Maria acuh tak acuh dan terus berjalan. Benar-benar tidak bisa di percaya, jika mereka berani seperti itu meskipun hari masih pagi.
Karena dihiraukan Maria, pria yang dibonceng turun dan mencoba menyentuh Maria.
"Jauhkan tangan kotormu darinya" ucap Ahmad yang muncul dari belakang dan meremas lengan pria itu erat.
Pria tadi berteriak kesakitan.
"Ahmad... " ucap Maria yang terkejut.
__ADS_1