Cinta 2 DOA

Cinta 2 DOA
Ch 36 : Undangan


__ADS_3

"Sebenarnya, anaknya sudah datang 1 minggu yang lalu. Cuma karena besok adalah hari ulang tahun anaknya, Bu Anna sekalian merayakannya bersamaan dengan merayakan kedatangannya dari studi pertukaran pelajar di luar negeri" imbuh Nenek.


"Oke deh Nek, Maria ikut" ucap Maria setuju


Undangan dari Bu Anna adalah keharusan bagi Maria dan Nenek.


Setelah Maria lulus dari SMP Cendana, ia memutuskan untuk ikut menetap di rumah Nek Aisyah. Maria menjual semua perabotan yang ada dengan bantuan 2 Pak Polisi yang selama ini membantunya yaitu Pak Arya dan Pak Anji


Rumah Maria akhirnya kosong dan menunggu seseorang membelinya. Ia pindah ke desa bersama Nek Aisyah dan mendapatkan sambutan hangat di sana. Maria sedikit demi sedikit mengenal beberapa orang dan bertemu dengan beberapa teman baru.


Maria kemudian mendaftar di salah satu SMA di dekat desa dan bisa diterima dengan baik. Semuanya berjalan dengan lancar. Namun trauma Maria belum hilang sama sekali.


Hingga pada akhirnya, saat tahun ajaran berganti. Nek Aisyah mendapatkan pekerjaan di Jakarta karena bantuan dari temannya yang ada di sana. Dengan cepat, Nek Aisyah meminta Maria untuk bersiap mengurus surat pindah sekolah.


"Nek, kenapa kita harus ke Jakarta?" tanya Maria penasaran sembari meneguk segelas air putih.


"Nenek mau kita membuka lembaran baru nduk. Biarlah Bandung menjadi kota kenangan dan Jakarta jadi kota masa depan" jawab Nenek optimis sembari melipat baju di kursi ruang tamu.


Maria mengangguk setuju untuk membuka lembaran baru dan semoga dapat melupakan semua kejadian buruk yang terjadi.


Nenek kemudian mendapatkan pekerjaan di salah satu rumah mewah yang anehnya sederhana. Rumah dengan dekorasi yang tidak berlebihan atau glamour. Dengan taman dan kolam renang juga bagian dalam rumah yang luas.


Karena kebaikan Bu Anna, kami mendapat sedikit bantuan dana untuk biaya pindah sekolah dan segala macam administrasinya.


Maria masih menunggu rumah di Bandung terjual dan bisa menggunakan uang itu untuk membeli rumah baru di Jakarta.


"Nak Ahmad mau makan dulu?" tanya Nek Aisyah yang melihat Ahmad diam duduk di kursi.


"Tidak, terimakasih Nek. Ahmad cuma mau minta maaf untuk kejadian tadi" ucap Ahmad grogi.


Nenek hanya tersenyum melihat Ahmad dengan tingkah lucunya saat meminta maaf.


"Kamu sungguh berbeda ya nak Ahmad, waktu terakhir kali Nenek ketemu kamu di Taman Hutan Raya" gumam Nek Aisyah dalam hati


"Nenek tidak percaya saat bertemu dengan kamu waktu itu. Seolah takdir selalu menemukan jalannya." imbuh Nenek dalam hati.


"Nak Ahmad, Nenek sekali lagi mau mengucapkan terimakasih ya waktu itu" ucap Nenek memandang Ahmad

__ADS_1


"Oh iya Nek gak apa-apa. Ahmad juga terimakasih karena kalau gak Nenek bantu, Ahmad bakal pulang bau lumpur" jawab Ahmad tersenyum.


"Bukan yang itu nak. Tapi terimakasih kamu pernah menolong Tania waktu diculik" kata Nenek sekali lagi dalam hati.


Nenek hanya tersenyum menatap Ahmad.


"Nek, kalau gitu Ahmad pamit ya. Ahmad udah sering ganggu" ucap Ahmad yang berdiri dan pamit pulang.


"Jangan begitu Nak" jawab Nenek


Maria terdiram saja.


Saat sudah di depan teras, Nenek permisi untuk ke dapur dan menyiapkan makanan untuk sore nanti.


"Terimakasih ya karena kamu bantu Nenek waktu itu. Aku belum sempat ngucapin ke kamu" ucap Maria menatap Ahmad yang berdiri di sampingnya.


"Ohh.. Cium dong" kata Ahmad santai sambil tersenyum menatap Maria.


"Ancen cah Edan.. " ketus Maria berbalik badan.


Saat Maria mau masuk kedalam rumah, Ahmad memegang tangan Maria dan menghentikan langkahnya.


"Aku mohon jangan liat orang lain." ucap Ahmad dengan tatapan yang serius namun lembut.


Maria hanya terdiam dan terpesona sesaat saat Ahmad menatapnya seperti itu.


Maria yang segera tersadar, melepaskan pegangan Ahmad lembut dan mengejeknya sambil menjulurkan lidah dan segera menutup pintu.


Ahmad tersenyum melihat kelakuan Maria yang lucu tanpa dibuat-buat. Lalu Ahmad segera pergi ke tempat motornya dan segera menuju tempat ia dan 4 Serangkai sering nongkrong.


Keesokan Harinya, Maria pergi ke sekolah seperti biasanya dan mendapat perhatian lebih dari teman kelasnya. Semua menanyakan kabar Maria karena tidak masuk sekolah. Maria senang dengan sikap hangat teman sekelasnya yang berbeda jauh dari saat masih sekolah di SMP Cendana Bandung.


"Kamu... Sakit apa Mar?" tanya Alex dengan lembut.


Ahmad yang cemburu langsung menatap tajam ke arah Alex dan terlihat risih saat Alex berusaha mendekati Maria.


"Udah baikan kok Alex. Rasanya kok kayak lama gak ketemu ya" ucap Maria dengan tawa

__ADS_1


"Aduhh hatiku.. " ucap Alex yang oleng sambil menyentuh dadanya.


Maria hanya tersenyum senang dengan tingkah konyol Alex.


"Nih anak dibiarkan semakin menjadi ya" kesal Ahmad menarik kuping Alex seperti seorang Ibu yang mengomeli anaknya.


Semua siswa tertawa melihatnya begitupun Maria dan Widya.


Pelajaran pada hari itu berjalan dengan lancar hingga bel pulang sekolah berbunyi.


"Aku pulang dulu ya Wid" pamit Maria yang melihat angkutan umum lewat dan segera menaikinya.


Widya melambaikan tangan dan segera menuju mobil pribadinya. Terlihat 4 Serangkai berjalan dari belakang menuju tempat parkir.


"Gak mau antar Maria Mad?" tanya Jerry.


"Keknya dia sudah naik tuh" sahut Roby sambil menunjuk ke arah Maria yang naik angkot.


"Yahh.. Padahal aku ingin tau rumah Maria" sahut Alex tiba-tiba dan Ahmad yang mendengarnya langsung membekap Ahmad.


Roby dan Jerry tertawa bahagia jika Alex menderita.


Saat Maria sampai, Nenek dan Maria segera menyiapkan beberapa keperluan sebelum supir Bu Anna datang. 30 menit kemudian, sopir datang dan mereka berdua segera naik mobilnya.


Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Bu Anna memilih Villa pribadinya dijadikan tempat acara.


Maria dan Nek Aisyah segera turun dari mobil dan menuju ruang ganti lalu bersiap diri. Bu Anna ingin supaya Nek Aisyah untuk datang sebagai tamu, bukan ART.


Bu Anna telah menyewa pelayan khusus untuk mempersiapkan semuanya. Hari itu, Maria menggunakan gaun panjang berwarna pink cerah dengan motif bunga yang menyatu dengan gaunnya. Rambut Maria dibuat bergelombang bak ombak yang menawan di laut.


Make up serta gaunnya sangat cocok dipakai Maria dan semua mata para undangan tertuju kepadanya.


"Malam semuanya.. Selamat datang di acara pribadi keluarga kami" Bu Anna memberikan sambutan dan berdiri di samping pria yang Maria merasa pernah ditemuinya.


"Bapak itu kan, yang itu" gumam Maria terkejut dan Nenek yang mendengarnya heran.


"Merayakan kedatangan putra saya. Kim Min Gue" imbuh Bu Anna dan anaknya yang Pria Korea datang.

__ADS_1


"Dia kan" Maria masih terkejut.


Kim Mingyu yang melihat juga ikut terkejut melihat Maria ada di situ


__ADS_2