
Maria pergi dari kantin dan berjalan menjauh dari kerumunan bersama Sisca.
"Kamu tadi hebat loh Mar. Gak nyangka aku." kagum Sisca
"Aku lapar. " ucap Maria dengan raut muka lesu karena belum makan.
"Ya elah, tadi udah hebat sekarang begini" tawa Sisca diikuti Maria.
Tidak semua siswa melakukan tindak bully ke Maria. Tapi beberapa lebih memilih diam dan tidak ikut campur.
"Oh iya Sis, kamu mau gak hari Mingu besok kita liburan?" tanya Maria
"Kemana?" tanya Sisca penasaran.
"Belum tau sih. Nanti aku tanya Mama lagi." jawab Maria
Sisca mengangguk setuju.
Mereka berdua kemudian sampai di depan kelas Maria. Terlihat jelas sekali, tampang tidak enak dari murid di dalam kelas.
Setelah kejadian itu, pihak sekolah memindahkan Rudi ke kelas lain dan itu juga yang membuat siswa di kelas Maria kesal dan marah.
Maria berjalan dan duduk di bangkunya. Cewek-cewek di kelasnya, sedang berkumpul dan membicarakan tentang kejadian di kantin.
Sekolah berjalan seperti biasanya, Maria sudah terbiasa dengan gunjingan dan tuduhan semua murid.
Sesampainya pulang di rumah, Maria segera menanyakan rencana Mama untuk pergi liburan.
"Ma, jadi kemana kita liburan?" tanya Maria penuh semangat
"Setuju nggak, kalau kita pergi ke Taman Hutan Raya?"
"Setuju banget ma, itu tempat yang bagus. Maria suka yang alam-alam begitu." jawab Maria memeluk mamanya
"Papa bisa besok minggu?" tanya Maria
__ADS_1
"Bisa kok, kebetulan proyek Papa ada yang bantu handle" jawab Mama.
Maria gembira mendengarnya.
"Ma,Maria ijin ke rumah Nek Aisyah ya?" pinta Maria ke Mama.
"Ya udah, sekalian bawa kue ini ke Nek Aisyah ya."
"Oke Ma"
Maria, dengan cepat mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah Nenek dan naik angkutan umum.
"Ndak nunggu Papa aja Mar?. Biar di anterin pakai motor" tanya Mama.
"Ndak usah gak apa-apa Ma. Maria bisa sendiri kok." jawab Maria yang melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Nanti, pulang dijemput Papa ya." teriak Mama.
"Oke ma" sahut Maria.
Nek Aisyah sangat senang dengan kedatangan Maria. Beliau merasa kehidupannya lebih berwarna dan berisi karena Maria.
Nek Aisyah setuju ikut liburan bersama dengan Maria dan keluarganya.
Mereka berdua mengobrol, hingga larut malam. Lalu terdengar suara motor milik Papa yang berhenti di depan rumah Nenek.
Maria dan sekeluarga, sudah beberapa kali berkunjung ke rumah Nek Aisyah. Papa dan Mama sangat berterimakasih atas bantuan Nek Aisyah kala itu.
"Nek, Maria pulang ya." Pamit Maria mencium tangan Nenek.
"Iya nduk, hati-hati ya" ucap Nek Aisyah
"Iya Nek, hari Minggu kami jemput ya" kata Maria dengan senyuman.
Nenek mengangguk setuju
__ADS_1
"Ya sudah, hati-hati di jalan" ucap Nenek
"Nek Aisyah, kami pulang dulu ya" pamit Papa dan segera melajukan motornya.
3 Hari Kemudian.
"Semuanya ayo, sudah siap kan" teriak Mama kepada semua untuk cek barang masing-masing.
Maria, Sisca, Papa, Mama, dan Tania sudah menyiapkan barang bawaan. Kemudian mereka semua jalan menuju rumah Nek Aisyah menggunakan mobil yang Papa pinjam dari temannya.
Sesampainya di depan rumah Nek Aisyah, terlihat keramaian warga yang sedang beraktifitas di luar rumah dan senang melihat Nek Aisyah pergi jalan-jalan bersama Maria dan keluarganya
Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Taman Hutan Raya Kabupaten Bandung.
Maria terlihat begitu bahagia saat melihat pemandangan hutan asri dan alam yang sangat hijau. Ia menggendong adik kecilnya Tania untuk melihat pemandangan di depan mereka. Semua terlihat sangat bahagia.
[ Di tempat parkiran yang sama, namun agak jauh ]
"Ahmad.. Izam ayo cepet bantu Abi keluarin barang dari bagasi mobil" perintah Abi kepada Ahmad dan Izam
"Kenapa sih Bi, kita liburan jauh-jauh ke Bandung?. Di Jakarta aja udah cukup" protes Ahmad yang malas liburan jauh
"Sudah jangan mengeluh. Bantu Bunda awasi Arumi" pinta Abi menunjuk ke arah Bunda yang menggandeng Arumi.
"Tempatnya bagus Bi, namanya Taman Hutan Raya ya?" tanya Izam menatap ke Abi
"Iya. Bagus kan" senyum Abi bangga.
[ Ditempat yang sama ]
"Target sudah terlihat sampai di lokasi bersama keluarga. Ganti" ucap seorang pria berbicara menggunakan HT dari dalam mobil menatap ke arah Ahmad dan sekeluarga.
"Lakukan sesuai rencana dan culik anak perempuan mereka. Ganti" balas suara lain dari HT
"Siap laksanakan"
__ADS_1