
Sore hari Jasmin bergegas merapihkan meja kerjanya karena jam pulang kantor akan segera tiba.
"Pulang dengan ku, aku tunggu di mobil." ucap Dimitri yang berjalan melewati meja kerja Jasmin.
Jasmin hanya menggukan kepalanya melihat Dimiliki yang berlalu begitu saja. Selesai merapihkan meja kerjanya Jasmin bergegas pulang dan masuk ke dalam mobil. Sudah ada Dimitri yang menunggu di dalam. Tak lama mobil itu melaju pergi meninggalkan kantor, tak ada percakapan di antara mereka sampai mobil itu berhenti tepat di depan rumah mereka.
"Aku mau mandi, siapkan air untuk ku." perintah Dimitri saat baru memasuki kamarnya.
Jasmin mengangguk dan segera menyiapkan air hangat berserta aroma terapi untuk suaminya itu mandi. Selesai mandi Dimitri keluar kamar dan menuju ruang kerjanya.
Malam harinya Jasmin tengah di meja makan membantu pelayan menyiapkan makan malam. Tak lama terlihat Dimitri yang berjalan menghampiri meja makan.
"Tuan mau makan?" tanya Jasmin bingung, yang biasanya dari awal menikah Dimitri selalu menolak makan malam bersama Jasmin di rumah.
"Aku ke meja makan pastilah mau makan, kamu fikir mau mandi, dasar bodoh." ketus Dimitri yang langsung duduk di kursi makan.
Jasmin pun bergegas mengambil piring dan mengisi nasi serta lauk pauk untuk suaminya itu. Mereka pun makan bersama dalam keheningan tanpa adanya percakapan. Dimitri mengunyah makanannya dan melirik Jasmin yang sedang makan di hadapannya.
"Kenapa cara makan mu buruk sekali," cela Dimitri.
Jasmin mengerutkan keningnya " Buruk bagaimana?" tanyanya yang tidak mengerti dengan ucapan Dimitri.
Dimitri bangkit dari kursi makannya, mengambil tisu dan menghampiri Jasmin lalu membersihkan sisa makanan yang menempel di sudut bibir gadis itu.
"Cara makan mu seperti anak TK, sangat memalukan jika berada di acara penting." ketus kembali Dimitri.
__ADS_1
"Maaf." sesal Jasmin.
Dimitri terdiam dan berlalu pergi meninggalkan meja makan. Tak lama Jasmin pun meninggalkan meja lalu bergegas hendak menuju kamar tamu untuk tidur. Jasmin melihat Dimitri yang tengah berdiri di lorong rumahnya.
"Tuan,sedang apa di sini?" tanya Jasmin heran yang melihat Dimitri hanya mematung berdiri di sana.
"Tidur dengan ku malam ini." ucapnya.
Jasmin tertenggun dan tidak mengerti, Padahal sebelumnya Dimitri selalu menyuruhnya tidur di sofa kamar atau di kamar tamu rumahnya. Dimitri memegang lengan Jasmin dan menuntunnya masuk ke kamar.
"Gantilah pakain mu, kenapa masih memakai pakaian kampungan seperti itu?" ucap Dimitri yang memperhatikan Jasmin selalu memakai pakaian lama miliknya dan tidak pernah memakai pakaian yang sudah di siapkan untuknya di lemari besar di dalam kamarnya.
"Maaf," ucap pelan Jasmin
Dimitri berjalan menuju lemari besar di kamarnya dan mengambil sebuah lingerie untuk Jasmin.
"Pakai ini." Dimitri melemparkan pakaian itu ke arah Jasmin.
Jasmin memegang pakaian yang berbahan tipis itu dan meliriknya risih.
"Tidak ada baju tidur lengan panjang tuan? tolak Jasmin.
"Berkacalah, kau sedang memakai baju tidur lengan panjang sekarang, untuk apa aku meminta mu ganti kalau memberikan baju yang modelnya sama." ucap gemas Dimitri.
"Tapi ini terlalu terbuka." sahut pelan Jasmin.
__ADS_1
Dimitri melangkah mendekati Jasmin." Akan lebih terbuka jika aku menyuruh mu hanya mengenakan pakaian dalam saja, cepat pakai. " bisik Dimitri.
Wajah Jasmin tampak malu mendengar ucapan tersebut. Jasmin bergegas ke kamar mandi untuk menganti pakaiannya.
"Pakaian macam apa ini?" ucap risih Jasmin yang untuk pertama kalinya memakai lingerie dan terus memandangi tubuhnya di cermin kamar mandi .
"Heyy, apa kau pingsan di kamar mandi?" teriak Dimitri yang merasa sudah cukup lama menunggu Jasmin.
Jasmin tersentak kaget dan bergegas keluar dari kamar mandi. langkahnya perlahan keluar dari kamar mandi dengan sedikit risih. Dimitri yang mendengar pintu kamar mandi terbuka menoleh dan tertenggun melihat Jasmin yang tampak mempesona memperlihatkan lekuk tubuh dan wajah cantiknya.
"Tidurlah di sini." Dimitri menepuk kasur agar Jasmin mendekat.
"Aku tidur di sofa saja." tolak Jasmin.
Dimitri beranjak dari kasurnya, berjalan mendekati Jasmin dan menggendongnya.
"Tuan apa yang tuan lakukan?" Jasmin tampak terkejut.
Dimitri berjalan memuju ranjang dan membaringkan Jasmin di sana.
"Layani aku sebagai suami mu." pinta Dimitri yang menatap lekat Jasmin.
"Apa?" mata Jasmin membulat dan tampak terkejut dengan ucapan Dimitri.
Maaf ya say. sedikit.. aku agak sibuk hari ini.. semoga sukak.. oia tolong beri bintang lima ya.. soalnya ada tangan usil yang menurunkan rate bintang novel ini.. terima kasih ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗
__ADS_1