Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Sebuah alasan


__ADS_3

Siang hari Dimitri memanggil Jasmin untuk ke ruangannya.


Tok Tok Tok.


"Masuk."


Jasmin membuka pintu dan perlahan mendekati Dimitri yang tampak serius melihat berkas berkas yang di pegangnya.


"Mana laporan yang aku minta?" ucap Dimitri.


Jasmin meletakkan laporan tersebut di meja Dimitri.


"Saya permisi," pamit Jasmin seraya sedikit menundukan kepalanya.


Jasmin yang tadinya berdiri di samping meja kerja Dimitri hendak berbalik badan untuk meninggalkan ruangan itu. Tapi Dimitri menarik tangannya sampai Jasmin duduk di pangkuannya.


"Tuan, apa yang tuan lakukan?" ucapnya gugup.


Dimitri memeluk pinggang Jasmin dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya tampak masih memegang berkas berkas.


"Diamlah, aku ingin bertanya dengan mu," tegasnya.


"Bertanya apa?" Jasmin tampak bingung.


Dimitri meletakkan berkas berkas yang di pegangnya. memeluk tubuh Jasmin dengan kedua tangannya dan menyandarkan dagunya di bahu gadis itu.


"Jawablah dengan sejujur jujurnya, kalau kau berbohong, aku akan sangat menyiksa mu." ancamnya sambil berbisik.


Jasmin tampak takut di buatnya, tangannya sedikit begetar. Dimitri yang mengetahui itu meremas lembut tangan Jasmin, membuat perasaan Jasmin semakin tak menentu.


"Apa alasan mu menikah dengan ku?" tanya Dimitri yang sampai saat ini tidak mengerti mengapa Jasmin mau menikah dengannya.


Jasmin hanya terdiam.


"Apa uang alasannya? harta yang kau inginkan?" ucapnya menohok.


Jasmin menggeleng.


"Karena paksaan ayah tuan." jawab Jasmin yang berusaha berkata jujur.

__ADS_1


"Papa ku memaksa mu?"


Jasmin mengangguk.


"Ibu mengadaikan rumahnya pada ayah tuan, dan aku tidak bisa menebusnya, aku tidak ingin rumah itu di ambil karena itu rumah peninggalan ayah ku. ayah tuan berjanji tidak akan meminta ku untuk menebus rumah itu asal aku mau menikah dengan tuan." jelas Jasmin.


Dimitri tersentak dengan ucapan Jasmin.


"Mengadaikan rumah? sejak kapan papa tertarik dengan rumah kumuh seperti itu? benar benar sulit di percaya." batin Dimitri.


Dimitri melepaskan pelukannya.


"Keluarlah." ucapnya.


Jasmin segera bangkit dari pangkuan Dimitri dan bergegas keluar dari ruangan tersebut. Dimitri memijat pelan keningnya, mencoba berfikir mengapa papanya melakukan hal tidak masuk akal seperti itu.


Dimitri bergegas keluar dari ruangannya, untuk menuju rumah papanya siang itu. Tak lama mobil yang di kendarainya berhenti tepat di rumah megah tersebut dan bergegas mencari papanya yang sedang berada di ruang kerjanya.


Dimitri mengetuk pintu.


"Ada apa ke sini?" tanya papa begitu melihat wajah putranya di balik pintu.


Papa tersenyum "Kelihatannya sangat serius, duduklah."


Dimitri segera duduk di hadapan papanya.


"Apa alasan papa menikahkan ku dengan gadis itu?" tanyanya tanpa basa basi


"Karena sudah waktunya kamu menikah." jawab papa tenang.


Dimitri tersenyum kecut " Hanya itu saja? lalu bagaimana dengan rumah tua yang papa ambil dari gadis itu? sejak kapan papa tertarik dengan rumah seperti itu?"


Papa Dimitri sedikit terkejut dengan pertanyaan putranya itu, tapi dia berusaha tenang.


"Aku suka mencari keuntungan dari rakyat miskin." kilah sang papa.


Dimitri tersenyum dan merasa ucapan papanya itu semakin terdengar konyol di telinganya.


"Katakan saja dengan jujur, apa alasan di balik semua ini?" ucap Dimitri dengan nada menekan.

__ADS_1


"Tidak ada alasan apapun, gadis itu akan bisa merubah mu."


Dimitri bangkit dari kusinya "Baiklah, aku akan mencari taunya sendiri." ucapnya yang langsung meninggalkan ruangan tersebut.


Papa Dimitri menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Sampai datang bawahannya ke ruangan tersebut.


"Terus awasi gerak geriknya, jangan sampai dia tau alasan di balik semua ini." ucapnya tegas.


"Baik tuan." bawahnya mengangguk dan sedikit menundukan kepalanya lalu keluar dari ruangan tersebut.


***


Malam hari Dimitri kembali ke rumahnya, dan bergegas masuk ke kamarnya. Dilihatnya Jasmin yang sudah tertidur di ranjang. Dimitri memicingkan matanya melihat sesuatu yang di peluk Jasmin sambil tertidur .


Dimitri mengambil selembar foto yang berada di atas tubuh Jasmin.


"Apa ini foto orang tuanya?" Dimitri melihat foto tampak gadis kecil yang tersenyum bahagia di peluk orang tuanya di sisinya.


Jasmin yang merasa terusik perlahan membuka matanya dan melihat Dimitri yang sedang berdiri seraya memandangi selembar foto di tangannya


"Tuan, sudah pulang?" langsung bangun dan duduk di ranjang.


"Ini orang tua mu?" tanyanya seraya memperlihatkan foto tersebut.


Jasmin mengangguk.


"Kemana mereka?" tanyanya pura pura, padahal Dimitri sudah mengetahui semuanya dari bawahannya.


"Ibu meninggal belum lama ini karena sakit, sedang ayah meninggal di tabrak seseorang yang tidak bertanggung jawab saat aku kecil." jelas Jasmin.


"Siapa nama ayah mu?"


"Namanya Irawan, Surya Irawan." Jawab Jasmin.


Dimitri terdiam.


"Memangnya kenapa tuan?"


"Tidak apa apa, tidurlah kembali." ucapnya seraya mengembalikan foto itu dan bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2