
"Silakan masuk." ucap pria tersebut dengan suara seraknya.
Jasmin tersentak dan terbangun dari lamunannya dan berjalan perlahan untuk duduk di hadapan pria itu. Di lihatnya papan nama di hadapannya " Dimitri Anthony direktur utama" Jasmin menudukan sedikit kepalanya.
Dimitri membuka map di hadapannya dan membacanya dengan seksama.
"Belum menikah? belum mempunyai pengalaman kerja?" tanyanya.
"Iya, saya baru lulus kuliah." jawab Jasmin gugup.
Dimitri menghela nafas menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Jasmin hanya terdiam dan pasrah dengan apapun keputusan pria di hadapannya itu.
"Baiklah, mulai besok kamu mulai berkerja sebagai sekretaris." ucap Dimitri.
Jasmin mendongkakan wajahnya dan mengerjapkan matanya berkali kali seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Saya di terima? " tanyanya tidak percaya.
"Apa kamu tuli?" ketus Dimitri.
"Terima kasih pak." Jasmin tersenyum sumbringah.
"Baiklah, silakan keluar." Dimitri mengarahkan tangannya pada pintu di ruangan tersebut.
"Permisi." pamit Jasmin.
Jasmin bergegas keluar dari ruangan tersebut dan menaiki lift menuju lantai dasar.
"Kenapa aku di terima? Apa pria itu sudah lupa dengan kejadian dulu? sudahlah yang penting aku bisa berkerja dan membahagiakan ibu." gumam Jasmin seraya mengelengkan kepalanya.
Di ruang kerjanya Dimitri kembali mengambil map yang di letakakannya di meja yang berisi CV Jasmin, di lihatnya foto Jasmin di CV tersebut. Senyum kecil mengembang di bibirnya.
Ternyata benar, dia wanita nakal yang pernah ku beli dulu. batin Dimitri.
***
__ADS_1
Keesokan harinya Jasmin kembali ke perusahaan tersebut dan memulai perkerjaan di hari pertamanya. Telepon kantor di sampingnya berbunyi.
"Ke ruangan saya sekarang." perintah Dimitri di balik telepon.
Jasmin segera bangkit dari kursinya dan bergegas menuju ruangan atasannya tersebut.
Tok Tok Tok
"Masuk."
Jasmin segera masuk ke ruangan tersebut.
"Ada apa pak?" tanya Jasmin sopan.
"Cepat selesaikan laporan itu sekarang." perintahnya seraya menunjuk tumpukan berkas di meja kerjanya.
Mata Jasmin membulat melihat perkerjaan yang menumpuk di hadapannya.
"Semuanya pak?" tanya Jasmin tidak percaya.
Jasmin terdiam.
"Cepat kerjakan! jangan pulang sebelum perkerjaan ini selesai." Dimitri meningikan suaranya yang membuat Jasmin tersentak kaget dan bergegas mengambil berkas berkas tersebut lalu meninggalkan ruangan.
"Jasmin tidak istirahat?" tanya teman kerja Jasmin yang melihat Jasmin masih sibuk dengan perkerjaannya saat jam istirahat tiba.
Jasmin menggeleng, seraya melirik berkas berkas yang masih banyak belum dia selesaikan. Sampai sore hari Jasmin berusaha terus menyelesaikan pekerjaannya.
Telepon kantor di sampingnya berbunyi.
"Cepat ke ruangan ku, bawa laporannya sekarang." perintah Dimitri di balik telepon.
"Baik pak."
Jantung Jasmin berdegup kencang mengingat banyak perkerjaan yang belum di selesaikannya. Jasmin bergegas ke ruangan atasannya tersebut.
__ADS_1
Tok Tok Tok.
"Masuk."
Jasmin meletakkan berkas berkas tersebut di meja kerja Dimitri. Dengan segara Dimitri memeriksanya.
"Belum selesai?" tanyanya saat melihat perkerjaan yang belum selesai Jasmin kerjakan.
"Maaf pak." ucapnya lirih.
Dimitri bangkit dari kusinya kerjanya dan mengambil tas kerjanya, lalu perlahan menghampiri Jasmin yang masih berdiri mematung.
"Apa melayani pria lebih mudah dari pada menyelesaikan perkerjaan ini? pulanglah, kerjakan lagi besok." bisik Dimitri tepat di telinga Jasmin dan berlalu pergi.
Jasmin tersentak kaget mendengar ucapan pria itu, tangannya bergetar dengan mata yang sudah memerah.
"Jadi dia masih ingat aku? bagaimana bisa?" gumam Jasmin lirih.
***
Di tempat berbeda tampak seorang pria bernama Hardian Anthony sedang menikmati tehnya malam itu di rumahnya.
"Bagaimana sudah kau temukan Informasi tentang gadis itu?" tanyanya pada bawahannya yang menghampirinya.
"Sudah tuan, nama gadis itu Jasmin Prianka dia tinggal bersama ibunya di rumah sederhana."
"Oh begitu, lalu bagaimana apa dia masih mencoba menyelidiki tentang kasus kematian ayahnya?" tanyanya kembali sambil menyruput teh di hadapannya.
"Masih tuan, tapi usahanya tidak membuahkan hasil kasus itu sudah di tutup oleh pengadilan dan di anggap sebagai kecelakaan biasa."
"Oh begitu baguslah jangan sampai kasus itu terkuak kembali."
"Saat ini gadis itu baru saja berkerja di perusahaan pak Dimitri." sambung bawahnya tersebut.
"Oh begitu, menarik sekali." ucap Pria itu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
__ADS_1
Maaf ya guys aku lama upaya, soalnya aku masih fokus sama novel sebelah, tapi aku usahakan selalu up kok.. semoga mengerti.. ❤️❤️❤️