
Jasmin memejamkan matanya dengan rasa takut saat Dimitri hendak mendekatkan bibirnya. Tapi tiba-tiba Dimitri terdiam dan beranjak dari tubuh Jasmin lalu pergi ke luar ksmar. Jasmin bangun, dan duduk di ranjang.
"Syukurlah, mungkin dia membatalkan niatnya." batin Jasmin.
Tak lama Dimitri kembali dan menghampiri Jasmin.
"Minum ini." Dimitri melemparkan sesuatu ke arah Jasmin.
Jasmin tertenggun memeggang benda itu." Apa ini?" tanyanya bingung.
"Itu pil kontrasepsi, minumlah, aku tidak ingin mempunyai anak dari mu." perintah Dimitri seraya meletakkan air di meja dekat ranjang.
Jasmin tersentak dengan ucapan Dimitri. Harus seperti itu kah? suami yang tidak ingin memiliki anak dari istrinya. Tapi sesaat kemudian Jasmin tersadar, memang harusnya seperti ini, ini yang terbaik.
"Cepat minum." perintah kembali Dimitri yang melihat Jasmin hanya melamun.
"Iya tuan," Jasmin mengambil air dan segera meminum pil kontrasepsi tersebut.
Selesai minum Dimitri menatap Jasmin yang hanya terdiam dan sedikit menundukan kepalanya. Dimitri perlahan mendekati tubuh Jasmin mendorongnya pelan ke ranjang dan menatap lekat wajah cantik itu.
"Layani aku, sekarang itu kewajiban mu, minumlah pil ini setiap hari, kamu mengerti?" bisik Dimitri dan Jasmin hanya mengangguk pelan.
Sampai Dimitri mulai menciumnya, memberi hisapan lembut di bibir itu.. sangat lembut dan berbeda dengan ciuman kasar yang biasanya di lakukannya pada Jasmin.
Dimitri memperdalam di ciumannya, hingga keduanya saling menyesap dan memberikan pangutan kecil, mengeluarkan decapan yang memenuhi ruangan kamar mereka. Lalu perlahan menyusuri leher jenjang gadis itu dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
Dimitri melepaskan lingrie tipis yang membalut tubuh indah Jasmin, tertenggun sesaat lalu menciumi setiap inci tubuh indah itu. Dengan perlahan melakukan penyatuan itu. Jasmin sekuat tenaga menahan suara yang keluar dari bibirnya saat Dimitri semakin mengkoyak tubuhnya dengan penuh gairah, Jasmin mengigit bibir bawahnya, meremas sprai berusaha menahan sensasi yang dia rasakan. Sampai keduanya mencapai puncak dan Dimitri tumbang di tubuh Jasmin. Lalu memeluknya sampai mereka tertidur.
***
__ADS_1
Pagi hari Dimitri membuka matanya melihat Jasmin yang sedang bercermin dengan pakaian yang sudah rapih.
"Kau mau pergi?" tanya Dimitri yang menyandarkan tubuhnya di ranjang.
Jasmin menoleh "Iya tuan, aku mau ke kantor."
Dimitri beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Jasmin" Pergi dengan ku, hari ini kita ada pertemuan di perusahaan Atmaja grop." jelas Dimitri yang langsung meninggalkan Jasmin ke kamar mandi.
Selesai mandi mereka pun masuk ke mobil dan menuju perusahaan tersebut yang memang mengundang Dimitri untuk membahas suatu projeck kerja sama mereka.
Tak lama mereka sampai di perusahaan tersebut Dimitri langsung menuju ruangan di mana sudah banyak orang menunggunya. Dimitri masuk, dan memperkenalkan Jasmin sebagai sekretaris yang menemaninya.
Sampai meeting itu berlangsung Dimitri sedikit terganggu dengan salah seorang pria yang sepertinya terus memandang Jasmin yang tengah duduk di sampingnya dengan tatapan nakal.
Meeting itu pun akhirnya selesai Dimitri dan Jasmin pun keluar dari ruangan tersebut.
"Pak Dimitri, ada yang saya ingin bahas sedikit lagi." ucap seorang pria yang berjalan menghampiri Dimitri.
Sementara Jasmin menunggu di taman perusahaan tersebut dan tampak melamun di sana.
"Nona,boleh aku duduk di sini?" ucap seorang pria.
Jasmin mrlendongkakan wajahnya melihat seseorang pria yang tadi di lihatnya di ruang meeting. Pria itu duduk di sebelah Jasmin.
"Beruntung sekali pak Dimitri mempunyai sekretaris secantik kamu." ucap pria tersebut seraya memperhatikan lekuk tubuh Jasmin.
Jasmin yang merasa risih sedikit menggeser duduknya dan berusaha tidak menanggapi pria tersebut.
"Kenapa sangat kaku? boleh aku berkenalan dengan mu?" sambil mencoba memegang tangan Jasmin.
__ADS_1
"Ayo pergi," ucap Dimitri yang sudah ada di hadapan mereka dan menepis tangan pria itu dari Jasmin.
Jasmin segera berdiri.
"Maaf pak, saya hanya ingin berkenalan dengan sekretaris anda." ucap jujur pria itu pada Dimitri.
"Siapa nama mu?" tanya Dimitri dengan nada dingin.
"Nama ku? Nama ku Damar." ucapnya bingung.
"Baiklah, aku akan menyuruh atasan mu, untuk memecat mu besok." ketus Dimitri yang langsung menarik tangan Jasmin untuk meninggalkan tempat itu meninggalkan pria itu yang tampak terkejut dengan ucapan Dimitri.
Dimitri menarik tangan Jasmin dan memasukkannya ke dalam mobil. Lalu mobil itu melaju ke arah perusahaannya.
"Tuan, apa ucapan mu tadi serius?" tanya Jasmin di sela sela perjalanan mereka.
"Ucapan yang mana?"
"Yang tuan akan meminta atasan perusahaan tadi untuk memecat pria tadi?" tanya Jasmin yang terus memikirkan ucapan aneh Dimitri.
"Apa wajah ku tidak terlihat serius?" Dimitri baik bertanya.
"Apa harus seperti itu?" tanya heran Jasmin.
"Apa kau sangat suka di goda pria? kenapa membelanya."
"Tidak, tidak seperti itu," bantah Jasmin.
"Dia memandang mu dengan tatapan liar, dia memperhatikan semu lekuk tubuh mu.. imajinasinya pasti sudah sangat kotor, kau suka di jadikan objek fantasinya? " ucap Dimitri yang langsung menatap tajam Jasmin yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Maafkan aku." Jasmin hanya menundukan kepalanya tidak berani menatap Dimitri yang sudah terlihat marah.
Besok aku up lg ya guys.. jangan lupa komen like dan votenya ❤️❤️🤗🤗