Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Butuh perhatian


__ADS_3

Jasmin masih mematung mendengar ucapan Arkan.


"Aku semakin tidak mengerti dengan ucapan mu?"


"Jasmin, awalnya aku pun tidak mengerti tapi lihatlah ini." kembali memberikan sebuah foto pada Jasmin.


Terlihat foto sepasang orang tua dengan balita mungil di tengah tengah mereka.


"Ini... " Jasmin terkejut dengan foto tersebut.


" lya, ini adalah mertua mu, wanita ini adalah ibu ku.. dan mungkin balita ini adalah Dimitri." Arkan menerka nerka.


"Apa yang sebenarnya terjadi?!!" seru Jasmin.


"Aku belum bisa memastikan semuanya, tidak cukup bukti, yang pasti ini pasti ada hubungannya dengan ayah kita."


"Lalu, apa hubungannya ibu mu dengan ayah Dimitri?"


"Entahlah.. Jasmin, bantu aku untuk mencari tau siapa sebenarnya Hardian Anthony, mertua mu.. bisa?" Arkan memohon.


Jasmin terdiam sejenak lalu kemudian mengangguk pelan. Arkan pun tersenyum simpul.


"Baiklah, aku pulang dulu." pamit Jasmin.


"Aku akan mengantar mu."


Jasmin menggeleng."Tidak usah, aku pulang dengan taksi saja." ucapnya yang berlalu pergi meninggalkan Arkan.

__ADS_1


Tak lama Jasmin sampai di rumahnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Sebenarnya apa hubungannya semua ini dengan ayah Dimitri? sepertinya dia sosok yang baik." batin Jasmin.


Jasmin pun memilih menonton televisi kemudian. Dia mengelus pelan perutnya saat melihat sesuatu yang di inginkannya. Tak lama Jasmin melihat Dimitri yang baru saja memasuki rumah dan hendak menuju kamarnya. Jasmin pun beranjak dari duduknya yang juga masuk ke kamar.


"Sudah pulang? mau di siapkan air hangat?" tanya Jasmin pada suaminya itu.


Dimitri pun mengangguk dan Jasmin bergegas menyiapkan air hangat untuk Dimitri mandi. Selesai mandi Dimitri mengenakan pakaiannya sedang Jasmin memperhatikan suaminya itu yang tengah bercermin.


"Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Dimitri yang melihat Jasmin dari cermin sedang memperhatikannya.


"Tidak apa apa." jawabannya singkat.


"Aku lelah, mau tidur." Dimitri menaiki ranjang dan memejamkan matanya siang itu.


Jasmin menghela nafas."Ingin sekali buah strawberry rasanya tapi pasti dia tidak akan mau membelikannya untuk ku." lirih Jasmin.


"Sepertinya aku sedang mengidam." gumamya seraya memakan stawberry yang tadi di belinya.


"Berani sekali kau keluar rumah tanpa seijin ku!!" seru suara seorang pria.


Jasmin menoleh dan melihat Dimitri yang sudah ada di sana.


"Tuan?" Jasmin berdiri dari duduknya dengan perasaan takut.


Dimitri perlahan berjalan mendekati Jasmin.

__ADS_1


"Sudah aku katakan bukan, jangan keluar tanpa seijin ku!!" tegasnya kembali.


"Maaf, aku hanya ingin membeli ini." menunjukkan stawberry yang di pegangnya.


Dimitri terdiam. "Duduklah." ucapnya sedikit lembut.


Jasmin pun kembali duduk di kursi, begitu pula dengan Dimitri.


"Apa kau sedang mengidam?" tanya Dimitri yang kembali tersadar jika istrinya itu sedang mengandung.


Jasmin mengangguk pelan.


"Kenapa tidak minta belikan pada ku tadi?"


Jasmin tertenggun dengan ucapan Dimitri." Sepertinya tuan tadi sangat lelah, aku tidak ingin merepotkan." jelas Jasmin.


"Kalau begitu kamu bisa minta belikan pada pelayan di rumah, aku membayar mereka untuk melayani mu." tegas Dimitri.


"Maaf.. " lirih Jasmin.


"Sudahlah, jangan ulangi lagi." Dimitri mengambil satu stawberry lalu mendekatkannya pada bibir Jasmin.


"Makanlah."


Jasmin terdiam sesaat dan memakan stawberry tersebut dari suapan tangan suaminya itu.


"Besok, kita ke dokter kandungan, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada keturunan ku." ucap Dimitri kemudian.

__ADS_1


Jasmin kembali tertenggun dengan ucapan suaminya dia berfikir mungkin Dimitri tidak akan pernah perduli dengan kandungannya sedikit pun.


Guys.. Maaf beribu maaf untuk kalian yang merasa aku sering lebih mengutamakan novel sebelah dari pada novel ini.. jujur aku katakan iya, karena novel sebelah sudah di kontrak dan aku mendapatkan penghasilan dari sana. Tapi selain itu ternyata susah juga membagi dua fikiran untuk dua novel sekaligus makannya aku sering stuck ide saat menulis novel ini.. tapi aku tetap akan meneruskannya kok.. harap mengerti yakk.. terima kasih.. ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2