Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Berlibur


__ADS_3

"Pemandangan seperti apa yang kamu sukai?" tanya Dimitri di sela sela sela sarapan mereka pagi itu.


Jasmin mengerutkan keningnya."Pemandangan?"


"Iya, apa kamu suka ke gunung, pantai atau semacamnya?" tanya Dimitri kembali.


Jasmin tersenyum."Tempat wisata maksudnya? aku tidak pernah ke tempat seperti itu.. tapi aku menyukai tempat tempat yang tenang."


"Begitu? Bagaimana kalau kita berlibur?"


"Berlibur?" Jasmin semakin tidak mengerti dengan ucapan pria di hadapannya itu.


"Iya, berlibur, kita pergi sore ini." ajak Dimitri.


"Kemana?"


"Ke tempat yang tenang dan indah." Dimitri beranjak dari duduknya dan meraih tangan Jasmin lalu pergi meninggalkan taman kota tersebut.


Sore harinya Dimitri mengajak Jasmin pergi ke suatu tempat dengan pesawat pribadinya. Sampai mereka tiba di tempat tersebut, tampak pemandangan laut yang indah dengan airnya yang sebening kristal dan suara ombak yang terdengar begitu menenangkan.


"Di mana ini?" tanya Jasmin dengan ekspresi bingung.


"Di Pulau pribadi ku," sahutnya yang kembali meraih tangan Jasmin dan menuntunnya ke sebuah rumah minimalis di sana.

__ADS_1


"Kita akan tinggal beberapa hari di sini." Dimitri membuka pintu rumah tersebut, tampak rumah yang tertata rapih dan bersih.


"Mandilah, setelah ini kita makan malam." ajak Dimitri.


Jasmin mengangguk dan bergegas mandi, begitu pula Dimitri. Setelah itu Dimitri mengajaknya keluar terlihat meja makan cantik yang berada di tepi pantai. Dimitri duduk bersama Jasmin di sana, sampek ada beberapa pelayan yang menghampiri mereka dan menyajikan berbagai makanan lezat.


"Makanlah," titah Dimitri seraya mengambil alat makan di sampingnya.


Jasmin hanya tertenggun melihat semua itu.


Seperti ini kah, kehidupan orang kaya? seperti di negri dogeng. batin Jasmin.


"Sampai kapan kau hanya memandang makanan itu, cepat makan." ucap gemas Dimitri.


"Kamu suka?" tanya Dimitri yang melihat Jasmin terus memutar pandangannya pada pemandangan di sekitarnya.


"Apa ada kata yang lebih bagus dari sekedar suka? aku sangat menyukainya." jawabannya sambil tersenyum pada Dimitri yang membuat Dimitri terpaku pada senyuman itu.


Dimitri menyenderkan kepala Jasmin pada bahunya, yang membuat Jasmin sedikit merasa kaget dan mencoba menyingkirkan kepalanya dari bahu Dimitri, tapi Dimitri menahannya.


"Bersandarlah," ucapnya seraya mengusap lembut rambut Jasmin.


Jasmin hanya terdiam merasakan rasa nyaman bersandar di bahu suaminya itu.

__ADS_1


Di rumah sakit.


"Bagaimana keadaannya?" tanya papa Dimitri pada seseorang di balik telepon.


"Keadaannya masih sama tuan," seraya memperhatikan seorang wanita yang tengah berbaring di ruang ICU dari balik kaca.


"Baguslah." papa Dimitri mematikan teleponnya.


Pria itu berlalu perlahan meninggalkan ruang ICU, tapi langkah kakinya terhenti saat seorang pria muda menghadang langkahnya.


"Antarkan aku pada tuan mu," ucap Arkan dengan sorot mata tajam.


Pria itu terpenjat kaget dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Tok Tok Tok.


"Masuk." ucap papa Dimitri dari dalam ruang kerjanya.


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan tuan."


Bertemu dengan ku? siapa?"


"Aku, aku yang ingin bertemu dengan mu." ucap Arkan yang langsung menampakkan wajahnya dari balik pintu.

__ADS_1


Papa Dimitri hanya tersenyum tipis melihat kedatangan Arkan malam itu.


__ADS_2