Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Satu ayah??


__ADS_3

"Siapa sebenarnya anda?" Arkan menatap tajam pria yang masih duduk di kursi kerjanya.


Pria itu tersenyum tipis."Aku fikir kamu ke sini bukan untuk bertanya." jawabannya singkat.


Arkan meletakkan beberapa lembar foto di meja kerja pria itu."Apa hubungan anda dengan ibu ku?" ucapnya dengan penuh penasaran karena foto ibunya bersama pria tersebut dengan bayi mungil di gendongan mereka.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan." pria itu menolak mengatakan apapun.


Tangan Arkan mengepal, emosinya sungguh sangat memuncak Arkan menarik paksa kerah baju pria paruh baya itu.


"KATAKAN PADAKU, APA YANG SEBENARNYA TERJADI!!" sentaknya dengan tatapan penuh emosi.


Tak lama datang dua orang pria bertubuh besar dan tegap menghampiri Arkan memaksa Arkan melepaskan cengkramannya dan mengunci pergerakan tangannya.


"Ternyata kau tumbuh menjadi pria yang sangat emosional." pria itu tersenyum kecut memandang Arkan yang masih terbakar amarah.


"Aku pasti akan mencari tau tentang ini semua!! dan aku yakin anda bukanlah pria yang baik!!" Arkan kembali meningikan suaranya.


"Bawa dia keluar." perintahnya pada dua orang pria berbadan tegap itu yang langsung bergegas menyeret Arkan keluar dari ruangan itu.


Pria itu menarik nafas panjang seraya memijat pelan keningnya."Kamu tidak akan pernah menemukan kebenarannya." gumamya.


Beberapa hari kemudian.


Jasmin kembali melakukan perkerjaan di kantornya seperti biasa.


Tok Tok Tok.


Jasmin mengetuk pintu ruangan Dimitri dan terdengar suara Dimitri yang mempersilahkannya masuk.


"Ini laporan yang tuan minta." Menghampiri Dimitri dan meletakkan laporan tersebut di meja kerjanya lalu hendak beranjak pergi tapi Dimitri menarik tangannya sampai Jasmin terduduk di pangkuan suaminya itu.

__ADS_1


"Aku.. aku harus berkerja kembali." ucap gugup Jasmin yang merasakan Dimitri perlahan melingkarkan tangannya pada pinggang Jasmin dan menyandarkan dagunya pada pundak gadis itu.


"Temani aku sebentar." mencium lembut leher jenjang Jasmin yang membuat gadis itu meremas roknya dengan perasaan yang tak menentu.


"Pasti akan banyak yang curiga kalau aku berlama lama di sini." memejamkan matanya saat merasa tangan Dimitri mulai naik ke area dadanya.


"Biarkan saja." bisiknya.


Sampai terdengar suara handphonenya berbunyi. Dimitri berusaha tidak mengubrisnya tapi tertera nama Johan asisten pribadinya di layar handphone tersebut. Dimitri melepaskan tangannya dari tubuh Jasmin dan mengangkat telepon tersebut.


"Tuan, beberapa hari lalu ada seorang pria datang menemui tuan besar dan membuat keributan." Johan segera memberi informasi.


Dimitri mengerutkan keningnya."Temui aku di tempat biasa." Dimitri menutup teleponnya.


"Aku akan pulang telat, pulang lah duluan dan jangan menemui siapa pun." ancam Dimitri pada Jasmin yang masih duduk terdiam di pangkuannya.


Jasmin hanya mengangguk pelan.


Jam pulang kantor pun tiba Jasmin bergegas merapihkan meja kerjanya dan bergegas keluar kantor sore itu.


"Jasmin." panggil seorang pria.


Jasmin menoleh, melihat Arkan yang perlahan menghampirinya.


"Arkan? ada apa ke sini?" tanyanya dengan ekspresi bingung.


"Ada yang ingin aku bicarakan."


"Aku tidak punya waktu." memilih menghindari Arkan dari pada harus berujung keributan jika Dimitri sampai tau.


"Sebentar saja." Arkan memohon.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak ada waktu." hendak beranjak meninggalkan Arkan, tapi pria itu menahan lenganya erat.


"Arkan, mengerti lah.. " lirih Jasmin.


Arkan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


"Ini ayah mu?" memperlihatkan sebuah foto pada Jasmin.


Mata Jasmin membuat dam sangat terkejut melihat foto ayahnya bersama seorang balita laki laki di foto tersebut.


"Ini.. ini foto ayahku.. kenapa bisa ada di kamu?" tanyanya dengan sorot mata penuh pertanyaan.


"Ini ayah ku juga."


"Apa??!!" bak tersambar petir mendengar ucapan Arkan dengan perasaan tidak percaya.


Jasmin menggelengkan kepalanya."Tidak..tidak mungkin.. jangan berbohong kamu." ucapnya dengan nada bergetar.


"Untuk apa aku berbohong? dan bagaimana bisa aku memiliki foto ini? karena balita yang di foto ini adalah aku."


Jasmin kembali menggelengkan kepalanya. Bibirnya terasa keluh sulit untuk mengucapkan apapun tentang semua ini.


"Aku harus pergi." bergegas hendak meninggalkan Arkan tapi lagi lagi Arkan menahan lenganya.


"Percaya padaku Jasmin!!" mencoba meyakinkan dan menatap tajam gadis itu.


Jasmin melepaskan paksa tangan Arkan dan bergegas menaiki taxi meninggalkan Arkan begitu saja.


"Tidak.. ini tidak mungkin, kenapa aku bisa satu ayah dengan Arkan? ." Batinnya yang masih sulit mempercayai semua itu.


Guys.. Maaf ya kalau up nya lama.. 🙏🙏 karena aku memang terjebak di dua novel yang sedang on going jadi agak susah bagi waktunya.. tapi aku pastikan aku akan tetap melanjutkan novel ini sampai tamat kok, walaupun mungkin agak slow up date..🙏🙏 terima kasih sudah setia membaca.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2