Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Surat kabar lama


__ADS_3

Tok Tok Tok.


Sore itu Jasmin mencoba mengetuk pintu ruangan Dimitri.


"Masuk."


Jasmin bergegas masuk dan berdiri di hadapan pria yang menatapnya seraya menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.


"Saya mau minta ijin." ucap Jasmin mengutarakan maksudnya.


Dimitri mengerutkan keningnya." Minta ijin untuk apa?" tanyanya.


"Saya ingin bermalam di rumah orang tua saya." pinta Jasmin yang rasanya sangat merindukan rumah sederhananya, meskipun sekarang dia telah tinggal di rumah megah bersama suaminya tapi baginya tempat ternyaman adalah di rumah peninggalan orang tuanya.


"Baiklah, aku akan ikut dengan mu." jawab Dimitri.


"Ikut? tapi tuan rumah itu sangat tidak nyaman untuk tuan." ucap Jasmin yang merasa Dimitri tidak akan betah berlama lama di rumah usangnya itu.


Dimitri beranjak dari kursi kerjanya dan medekati Jasmin.


"Lalu, kamu fikir aku percaya dengan mu? kamu bisa bebas memasukkan pria ke dalam rumah itu tanpa sepengetahuan ku?" Dimitri menatap tajam Jasmin yang lagi lagi dengan fikiran buruknya.


Jasmin menghela nafas "Baiklah, terserah tuan saja, saya permisi." Jasmin bergegas meninggalkan ruangan itu dan lebih memilih tidak melayani tuduhan Dimitri padanya.


Sore hari Jasmin dan Dimitri pulang ke rumah tua tersebut. Jasmin bergegas melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut yang membuatnya merasa tersenyum karena selalu merasa ibu dan ayahnya masih berada di sana.


"Tuan, apa tuan mau mandi?" tanyanya pada Dimitri yang langsung duduk di kursi ruang tamu.


"Kamu duluan saja."


Jasmin mengangguk dan bergegas ke kamar mandi. Sedangkan Dimitri tampak masih memutar pandangannya melihat kondisi rumah tersebut. Dimitri beranjak dari kursi dan melangkahkan kakinya pada kamar Jasmin.


Dimitri memicingkan matanya melihat begitu banyak foto masa kecil gadis itu yang tertempel di dinding. Tapi matanya terfokus pada beberapa lembar berita koran yang sepertinya sudah sangat lama yang juga tertempel di dinding tersebut.


Dimitri membaca berita di koran yang tertempel itu, yang tak lain adalah berita tentang pria petugas kebersihan kota yang di tabrak dengan orang yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


"Tuan," panggil Jasmin yang sontak saja membuat Dimitri tampak terkejut.


"Sudah selesai?" sambil memandang Jasmin yang tampak cantik dengan rambut yang masih sedikit basah.


Jasmin mengangguk.


"Untuk apa kamu menepel koran koran lama di dinding seperti ini?" Dimitri menunjuk beberapa lembar potongan koran yang tertempel di dinding.


Jasmin terdiam, dan duduk di ranjang.


"Itu, berita tentang ayah ku, sejak kecil aku sering melihat ibu membaca berita itu dan aku menempelnya agar aku tidak melupakan kejadian yang telah merenggut nyawa ayah ku." jawabnya lirih.


Dimitri tersenyum kecut dan duduk di samping Jasmin "Apa itu ada manfaatnya untuk mu?"


"Itu bisa memberi kekuatan untuk ku, agar terus mencari pelaku penabrak ayah ku."


Dimitri terdiam, menatap wajah gadis yang seketika menunjukkan raut wajah sedih bercampur marah.


" Apa yang sudah kau lakukan untuk mencari tau tentang pelakunya?"


"Lalu bagaimana jika kau menemukan pelakunya? apa kau akan memaafkannya?" tanya Dimitri kembali.


Jasmin menggeleng. "Aku akan sangat membencinya, karena orang itu sudah lama membiarkan jasad ayah ku di pinggir jalan tapi sampai saat ini dia tak mau juga bertanggung jawab."


"Sudahlah, aku mau mandi." sahut Dimitri yang lebih tidak melanjutkan pembicaraannya dengan Jasmin dan bergegas untuk mandi.


Selesai mandi Dimitri melihat Jasmin yang tengah sibuk di dapur.


"Sedang apa kau?" tanyanya sambil menghampiri Jasmin.


"Emm, aku mau masak mie instan, tidak ada makanan apa apa tuan." jawab Jasmin.


"Apa usus mu tidak membengkak makan mie instan terus, sudahlah aku tidak suka mie instan." Dimitri mengeluarkan handphone dari sakunya dan menghubungi seseorang.


"Aku sudah memesankan makanan." ucapnya setelah selesai menelepon.

__ADS_1


Tak lama datang bawahnya yang mengantar banyak makanan untuknya.


"Tuan, apa ini tidak terlalu banyak?" Jasmin tampak terkejut melihat banyak makanan lezat yang terhidang di meja makannya.


"Habiskan lah." perintah Dimitri yang langsung duduk di kursi makan dan mereka pun makan bersama.


Selesai makan Jasmin mencuci piring dan mebereskan dapurnya yang tampak berantakan. Jasmin menuju ruang tamu dan melihat Dimitri yang sudah tertidur di kursi panjang.


Jasmin mengambil selimut dan perlahan menyelimuti tubuh suaminya itu. Sampai tiba-tiba tangan Dimitri menariknya dan tubuh Jasmin terjatuh di atas tubuh kekar milik suaminya.


"Tuan," ucapnya gugup yang melihat Dimitri membuka matanya.


Pandangan mereka bertemu untuk sesaat sampai Dimitri mendekatkan bibirnya, memberi ciuaman hangat dan ******* lembut bibir manis itu. Sampai tak lama dia melepaskan ciumannya, tampak wajah Jasmin yang merah merona dan segera beranjak dari tubuh Dimitri lalu bergegas masuk ke kamarnya.


***


Keesokan harinya Dimitri kembali berkerja seperti biasanya. Sampai dia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.


"Bagaimana, keadaan di sana?" tanyanya pada seseorang di balik telepon.


"Tidak ada penjagaan dan tuan besar di rumah, saya juga telah mematikan seluruh cctv di dalam rumah tuan." ucap seorang pria dari balik telepon.


"Baiklah, aku akan segera ke sana." yang langsung menutup teleponnya.


Dimitri bergegas keluar dari kantor dan menuju rumah orang tuanya. Tampak rumah besar yang sepi dan hanya ada beberapa pelayan. Dimitri perlahan menuju ruang kerja papanya dengan kunci yang sudah di siapkannya.


Tampak ruang kerja yang tertata rapih Dimitri dengan sangat hati hati mengeledah seluruh isi ruangan itu tapi dia tak menemukan sesuatu yang berarti. Sampai matanya tertuju pada berangkas di ruangan tersebut. Dimitri tersenyum dan langsung memasukkan kode brangkas tersebut yang sudah dia cari tau sebelumnya.


Tampak tumpukan uang yang sangat banyak di dalamnya. tapi matanya terfokus pada kotak kayu yang juga terdapat di sana. Dimitri bergegas membuka kotak tersebut dan tampak terkejut dengan apa yang di lihatnya.


Beberapa lembar koran yang telah usang yang memberitakan tentang kecelakaan seorang pria petugas kebersihan kota, sama persis dengan yang tertempel di dinding kamar Jasmin yang sempat di lihatnya.


"Kenapa dia menyimpan berita ini juga?" batin Dimitri.


Guys.. tolong bantu vote.. dan tinggalkan like dan komentar yak.. ❤️❤️❤️🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2