Cinta Dalam Masalalu

Cinta Dalam Masalalu
Taman kota


__ADS_3

Jasmin membuka matanya mengerjapkan matanya melihat sinar matahari yang mulai memantulkan cahayanya.


"Sudah bangun, mandilah." ucap Dimitri.


Jasmin memutar pandangannya melihat Dimitri yang terlihat sudah rapih dan sedang memperhatikan penampilannya di cermin.


"Kenapa diam saja? cepat mandi, aku akan mengajak mu jalan jalan." menghampiri Jasmin yang masih terdiam dan bersandar di ranjang.


Jasmin mengerutkan keningnya. "jalan jalan?" tanyanya bingung.


"Iya, hari ini tidak usah berkerja, aku akan menemani mu ke mana pun yang kau mau."


"Kemana tuan?" tanyanya semakin tidak mengerti.


"Kemana saja, ke mall? berbelanja? atau ke tempat wisata, ke mana saja, terserah kamu."


Jasmin terdiam dan mencoba berfikir.


"Ada satu tempat yang ingin aku kunjungi." ucap Jasmin pelan.


"Ya sudah, bersiap siaplah, kita pergi sekarang."


Jasmin mengangguk dan bergegas mandi lalu menghampiri Dimitri yang sudah menunggunya dan bergegas pergi ke suatu tempat yang di inginkan Jasmin.


"Berhenti di sini saja pak," ucap Jasmin pada supir pribadinya itu.

__ADS_1


"Kenapa berhenti di sini?" Dimitri tampak bingung saat Jasmin memberhentikan mobilnya di sebuah taman kota.


"Ini tempat yang ingin aku kunjungi tuan." Jasmin tersenyum dan bergegas turun dari mobil. Dimitri mengikuti langkah kaki Jasmin yang menuju bangku kosong dan duduk di sana.


"Kenapa ingin ke sini?" tanya Dimitri yang melihat Jasmin tampak terus memutar pandangannya pada pemandangan di sekitarnya.


"Tidak berubah, dulu sewaktu kecil aku sering menemani ayah ku berkerja di sini.. melihatnya tersenyum saat membersihkan taman ini, tapi hari itu aku tidak menemaninya.. dan ternyata aku tidak bisa lagi melihatnya." jelas Jasmin dengan suara yang sedikit bergetar.


"Mengingat kenangan pahit, apa itu menurut mu baik?" tanya Dimitri.


Jasmin mengangguk.


"Akan terus mengingatnya selama aku belum bisa menemukan pelaku penabrak ayah ku."


"Makanlah, aku sudah menyiapkan sarapan, tuan belum sarapan bukan?" sambil mengeluarkan kotak makan dan memberikannya pada Dimitri.


Dimitri membuka kotak makan yang berisi nasi goreng.


"Kamu juga belum makan bukan, makanlah." Dimitri menyodorkan sesendok nasi goreng pada Jasmin.


"Aku bisa makan sendiri tuan," ucapnya gugup.


"Makanlah, atau aku akan marah." paksa Dimitri.


Jasmin pun akhirnya menurut dan menerima suapan demi suapan dari tangan suaminya itu.

__ADS_1


***


Arkan merebahkan tubuhnya di ranjang setelah pulang dari rumah sakit. Fikirannya terus terbanyang akan sosok ayahnya yang juga ternyata ayah Jasmin, wanita yang saat ini masih dicintainya.


"Ada apa sebenarnya? apa bibi tau tentang ini?" batin Arkan mengingat bibinya lah yang mengasuhnya setelah ibunya terbaring di rumah sakit.


Arkan mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi bibinya itu. Namun, hanya suara operator saja yang terdengar.


"Kenapa handphonenya tidak pernah aktif semenjak berkerja di luar kota?" batinnya bingung .


Arkan duduk termenung di ranjang dan melirik pintu kamar yang terkunci di dekat kamarnya yang tak lain kamar ibunya dulu. yang tidak pernah di buka oleh siapapun semenjak ibunya koma.


Arkan beranjak dari ranjang dan mencoba membuka kamar tersebut, tampak kamar yang sedikit kotor. Akan membuka lemari besar dan mencoba mencari sesuatu. Sampai matanya tertuju pada sebuah kotak kayu usang.


"Apa ini?"


Arkan membersihkan kontak tersebut dan membukanya perlahan. Matanya membulat terkejut saat melihat beberapa lembar foto di dalamnya yang tak lain foto ibunya bersama seorang pria yang tidak di kenalnya bersama bayi kecil di foto tersebut.


"Siapa ini?" batinnya bingung dan menatap lekat wajah pria tersebut.


Sampai tiba-tiba dirinya mulai mengingat sesuatu.


"Kenapa wajah pria ini sangat mirip dengan pria yang aku temui di rumah sakit?" ucapnya sambil teringat pria yang menatap ibunya dari balik kaca ruang ICU rumah sakit.


Hay guys.. maaf ya, kalau alurnya agak sedikit rumit dan berbelit. memang sengaja aku buat seperti itu, karena aku ingin buat yang berbeda dari novel novel aku yang sebelumnya selalu tentang cinta atau pelakor 😂😂 semoga tetap setia membaca ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2