Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Terasa Lama, Episode 12


__ADS_3

 


Rian terus saja menggoda dan mengganggu saat jam istirahat,


 


"Ami aku duduk di dekat kamu ya, kamu kan janji tadi mau ngobrol sama aku" kata Rian sambil duduk di sebelahku


"aku mau makan jangan di ajak ngobrol dulu" kataku dengan nada kesal


"eh kamu anak baru yang buat bagian gudang ya, hay namaku Naya" kata Naya bersalaman dengan Rian


"salam kenal juga Naya, aku Rian nani minta kontak Hp nya ya buat tanya-tanya tentang kerjaan" kata Rian sambil tersenyum


 


Dari dulu dia belum berubah masih aja modus dan genit sama cewek-cewek, gumamku dalam hati.


 


"oh ini anak baru namaku Azil salam kenal" kata Azil

__ADS_1


" salam kenal juga, eh Az pak Vino ko gak ikut makan sama kita? " tanya Rian


"dia mah suka cari makan keluar atau gak makan di ruanganya sendirian" jawab Azil


"kamu sama Ami kayak udah akrab ya? "tanya Naya


Saat Rian akan menjawab aku menyelanya terlebih dulu, aku takut dia bilang kalau aku mantannya haduhh jangan sampe,


"iya Nay aku sama dia dulu teman sekolah waktu SMP" jawabku


"ohhh pantesan" kata Naya


Tiba-tiba mas Vino datang. "Ami kamu mau ikut makan siang dengan saya" tanya mas Vino


"ohh gitu ya udah, kamu Rian gimana udah kenalan sama yang lain? " kata mas Vino


"sudah pak" jawab Rian


"baiklah, semoga kamu betah kerja di sini" kata mas Vino


"pasti betah dong pak kan di ajarin kerjanya sama orang cantik" goda Rian sambil melihat ke arahku

__ADS_1


"ya sudah silahkan lanjutkan makan kalian saya permisi" kata mas Vino


Ketika sudah makan Rian terus berusaha ingin mengobrol denganku, tapi aku cuekin dia dengan mengobrol dengan Naya, jujur saja aku masih merasa tidak nyaman saat melihatnya, mungkin karena kejadian di masalalu dengannya, jika bisa aku ingin menghapus saja ingatan itu, akhirnya Azil mengajak Rian bicara dengan sesekali melihat ke arahku, seakan Azil tau kalau aku tidak nyaman dengan Rian, Azil memang seperti selalu tau apa yang aku pikirkan,aku beruntung memiliki teman sebaik dia.


Sudah saatnya jam masuk kerja, saat sudah di gudang aku terus saja melihat ke arah jam, ingin rasanya aku mempercepat jarum jamnya supaya cepat pulang,


"kamu kenapa liatin jam terus Mi?" tanya Rian


"terserah aku dong" jawabku dengan ketus


"kamu kenapa sih Mi jutek terus ke aku? padahal setelah bertahun-tahun kita baru ketemu lagi, kamu gak kangen apa..!" kata Rian


"kangen apanya sih Rian, halu ya kamu..! " jawabku


"ya elah canda kali Mi, abis aku di jutekin mulu, atau apa karena waktu kita dulu pernah....!" saat Rian bicara aku langsung memotong pembicaraannya


"sutttt apa sih Rian, udah deh gak usah omongin masalalu kita apalagi di depan temen kerja yang lain" jawabku sambil menutup mulutnya dengan tanganku sebentar, lalu Rian melepaskan tanganku dari mulutnya dan memegang tanganku


"emangnya kenapa kalau mereka tau? " tanya Rian sambil memegang tanganku


"lepasin Rian, udah cepet kelarin kerjaannya biar cepet pulang" kataku sambil melepaskan tangan Rian dan menjauh darinya.

__ADS_1


Aku tidak tau apakah bisa tahan dengan Rian seminggu ini, baru satu hari saja rasanya sudah seperti satu tahun.


__ADS_2