
Waktu liburan sudah selesai, waktunya mulai bekerja lagi, rasanya malas sekali berangkat kerja apa karena sudah tidak ada lagi mas Vino? atau mungkin aku masih rindu pada kedua orangtuaku yang hanya bisa sehari bertemu dan bersama mereka,
"cie yang udah pulang ke rumah ko mukanya murem gitu?" tanya Naya saat aku baru sampai di tempat kerja
"gak usah ngeledek gitu deh aku bawain masakan umi aku, cobain nih" kataku
"aku boleh cobain gak?" tanya Azil
"aku juga mau dong Mi..." kata Rian
"kan Ami bawain buat aku kenapa kalian ikutan mau...! kata Naya
"bagi kali Nay itu kan banyak" kata Rian
"iya iya boleh kalian bagi-bagi deh" kataku
"kamu gak ikut sarapan Mi?" tanya Azil
"gak Az aku udah sarapan tadi di rumah sebelum berangkat kerja" kataku.
Memang senang bisa berkumpul lagi dan bekerja bersama mereka lagi di sini tapi, terasa ada yang kurang karena gak ada mas Vino, mungkin kalau dia masih ada di sini dia bisa nyobain masakan umi aku sekarang.
Walaupun mas Vino tidak ada, aku harus tetap semangat, dengan adanya jarak sekarang aku yakin, mas Vino dan aku bisa saling percaya selama kita saling komunikasi,
Hari demi hari, minggu demi minggu aku terus lewati, tak terasa sudah hampir 3 bulan aku dan mas Vino kini hanya bisa saling berkomunikasi lewat telepon, kita memang sudah tidak satu kerjaan lagi tapi, susah untuk mengatur waktu untuk kami bertemu, waktu libur kami selalu berbeda, untungnya mas Vino pasti selalu menelfon dan Video call saat waktu senggang atau setelah pulang kerja, walaupun hanya begitu itu cukup mengurangi rasa rinduku padanya.
Mas Vino tetap selalu perhatian padaku, belum lagi kesabarannya dalam menghadapi segala sikapku, beruntung rasanya aku memiliki dia,
"halo Assalamualaikum" kata Mas Vino
"Waalaikumsalam" jawabku
"kamu udah pulang sayang?" tanya mas Vino
"udah, ini baru sampe" kataku
"pulang sama siapa tadi?" kata mas Vino
__ADS_1
"sama Azil, dia mau nginep di rumah sodaranya jadi aku sekalian ikut" kataku
"emmm coba ada aku, pasti aku yang nganterin kamu pulang" kata mas Vino
"masa....?" kataku menggoda mas Vino
"iya sayang, emmm besok jadwal kamu libur kan?" kata mas Vino
"iya mas, aku kan udah kirimin jadwal libur aku sama kamu" kataku
"aku besok libur juga loh" kata mas Vino
"hahh ko bisa sih bukannya libur mas Vino 2 hari lagi...!" kataku
"iya tadi ada teman kerja aku ngajak tukeran libur soalnya dia lagi ada acara" kata mas Vino
"akhirnya libur bareng juga" kataku
"besok kita jalan ya" kata mas Vino
"kemana mas?" tanyaku
"ya udah iya, mau berangkat jam berapa?" kataku
"jam 7 aja biar gak macet" kata mas Vino
"ok, ya udah udah dulu ya aku mau mandi dulu" kataku
"iya sayang, sampai ketemu besok, love you" kata mas Vino
"love you too" jawabku sambil mematikan telepon.
Sudah hampir jam 7 aku sudah selesai dandan dan bersiap-siap menunggu mas Vino,
"Assalamualaikum Ami" suara mas Vino sambil mengetuk pintu kontrakan
"Waalaikumsalam" jawabku sambil membuka pintu
__ADS_1
"kamu udah siap? kirain masih dandan, aku sengaja dateng lebih cepet takutnya nungguin kamu dandan" kata mas Vino
"udah ko, lagian aku gak dandan tebel-tebel biar gak ribet, kita mau kemana sih kamu belum ngasih tau loh mas dari semalem" kataku
"udah ayo naik aja kita berangkat" kata mas Vino sambil memegang tanganku,
Kamipun langsung berangkat ke tempat yang akupun tidak tau mau kemana, mas Vino tidak memberitahuku sama sekali, setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai,
"udah sampe nih" kata mas Vino
"ini tempat apa sih mas?" tanyaku
"ini tempat wisata tapi, di dalemnya tuh banyak taman-taman bunga, kamu pasti suka" kata mas Vino,
Mas Vino pun membeli tiket untuk kami berdua, dan benar saja apa yang di katakan mas Vino di sini banyak sekali taman bunga yang warna warni, udara sejuk dan masih banyak pohon-pohon tinggi yang membuat mata betah melihatnya,
"gimana, suka gak tempatnya?" tanya mas Vino
"suka mas, adem banget rasanya di sini bikin betah" kataku
"di sini juga ada danaunya, ayo naik perahu sama aku" ajak mas Vino
"aku takut ah nanti kecebur aku gak bisa berenang mas" kataku
"gak bakal kecebur kan di perahu, ayo percaya deh sama aku" kata mas Vino membujukku
"ya udah iya" kataku
Selama di perahu tangan mas Vino tak pernah melepaskan tanganku, awalnya aku ragu tapi, mas Vino selalu bisa meyakinkan dan membuatku merasa aman, selama kami di tempat wisata itu kami tak hanya naik perahu, kami juga mencoba wahana lain seru sekali, dan mas Vino juga beberapa kali mengajak berfoto meskipun aku awalnya tidak mau dia tetap memaksa, mungkin karena dari dulu aku jarang selfi atau berfoto jadi aku sering tidak percaya diri ketika di foto.
__ADS_1