
Belakangan ini pikiranku terasa bercabang kemana mana, entahlah kenapa selalu muncul pikiran yang aneh-aneh dalam pikiranku ini,
"Mi pulang kerja nanti kita nonton yuk..!" ajak Azil
"aku ikut ya, kan kata kalian gak boleh cewek sama cowok berduaan" kata Rian
"Rian namanya di bioskop pasti banyak orang gak berduaan" kataku
"ya elah aku teraktir deh Mi, asalkan aku boleh ikut ya....." kata Rian
"wahh boleh tuh geratisan" jawab Naya
"aku traktir Ami doang ya kalian mah bayar sendiri aja" kata Rian
"pelit banget sih Rian masa Ami doang" kata Naya
"aku yang traktir deh Nay mau gak?" kata Azil
"tuhhh kayak Azil dong jadi temen tuh baik sama semuanya gak pilih-pilih" kata Naya.
Dari pertama aku bertemu Azil dia memang tidak pernah berubah, selalu baik dan ramah pada semua orang.
Sepertinya aku memang harus ikut bersama teman-teman, beban pikiranku mungkin nanti jadi bisa berkurang, akupun setuju untuk ikut bersama mereka untuk menonton film.
Selesai kerja kami langsung berangkat, karena tempatnya tidak terlalu jauh jadi hanya butuh waktu singkat untuk kami bisa sampai di sana,
"kalian beli makan sama minum aja biar aku yang antri beli tiket" kata Rian,
__ADS_1
Kamipun membeli makan dan minum sambil menunggu Rian Antri,
"nih tiketnya 10 menit lagi mulai" kata Rian
"ko kamu beli tiket film horor sih...! "kataku
"kan kalian gak bilang mau nonton film apa, ya udah aku belinya tiket film horor" kata Rian
"ya udahlah Mi daripada mubazir tiketnya, kasian juga Rian tadi udah antri panjang" kata Naya
"tapi aku takut Nay...." kataku
" film nya udah mau mulai tuh, ayo masuk" kata Azil
"Aaaaaaaaaa...." teriakku bersama penonton lain yang sama ketakutan melihat hantu di filmnya
"pegang aja tangan aku Mi kalau takut" kata Rian
"dihhh ogah ya" jawabku
"Aaaaaa....." Saat aku berteriak lagi tanpa aku sadari aku memegang tangan Azil dengan erat
"hey Ami pegang tangan aku aja sini" kata Rian
__ADS_1
"ehh maaf Az, aku gak sengaja barusan" kataku sambil melepaskan tanganku
"makanya sini Mi pegang tangan aku" kata Rian
"apaan sih Rian berisik deh" kataku
"kalau kamu takut gak papa kok kalau mau pegang tangan aku" kata Azil
Azil dan mas Vino mempunyai kesamaan dalam hal memperhatikan aku, dan aku selalu merasa nyaman saat bersama Azil atau mas Vino, tapi walaupun Azil hanya teman aku tidak berani sengaja memegang tangannya, kecuali karena aku tidak sengaja seperti tadi.
Selesai juga akhirnya film horor itu, deg-degan sih, serem juga tapi, untuk sesaat bisa mengalihkan pikiran aku yang terasa berat tadi,
"Mi maaf ya aku gak bisa anterin aku di suruh pulang cepat-cepat sama orangtuaku" kata Naya
"iya Nay gak papa" kataku
"heh kalian jangan berebut siapa yang mau nganterin Ami ya, kalian suit dulu deh soalnya aku gak bisa nganterin Ami" kata Naya
"haduhh pake suit segala sih Nay" kata Azil
"Naya bener Az biar adil ayo suit" kata Rian
Azilpun menurutinya, dan akhirnya yang menang adalah Rian,
"yesss aku menang berarti kamu pulang sama aku ya Mi" kata Rian
"hadehhh sebenarnya males sih tapi, ya udahlah yang penting hati-hati dan pelan-pelan aja bawa motornya" kataku
__ADS_1
"siap bos" jawab Rian.