
Aku bilang pada orangtuaku kalau aku dan mas Vino hanya teman dekat saja, kalau sampai aku beritahu kalau kami pacaran pasti orangtuaku akan marah, tak apalah yang penting mereka setuju aku dekat dengan mas Vino.
"halo Assalamualaikum" tiba-tiba mas Vino menelfonku
"siapa?" tanya umi sambil berbisik
"mas Vino" jawabku sambil berbisik juga
"kamu lagi libur ya? kamu ada di kontrakan gak?" tanya mas Vino
"gak, lagi pulang ke rumah orangtua kenapa mas?" kataku
"ohh kirain di kontrakan aku lagi libur kuliah tadinya nanti pas pulang kerja mau ngajak kamu makan bareng" kata mas Vino
"ya maaf ya mas aku gak tau..." kataku, umi sambil mendengarkan pembicaraanku
"gak papa, besok kan tanggal merah aku libur kerja, jadi besok abis kamu pulang kerja kita cari makan bareng ya" ajak mas Vino
"ajak aja suruh jemput kamu ke sini terus anterin kamu ke tempat kerja gitu, padahal biar alesan bapak sama umi bisa ketemu dia" kata umi sambil bisik-bisik
"iya bentar" kataku ke umi sambil berbisik
"Ami kamu masih di situ?" kata mas Vino
"iya mas ada, emmm aku boleh minta tolong gak mas?" tanyaku
"boleh, apa? " kata mas Vino
"emmmm kalau besok mas Vino jemput aku ke sini terus anterin aku ke tempat kerja bisa gak?" kataku dengan sedikit ragu-ragu, dan Umi sama bapak malah tersenyum mendengar aku mengatakan itu pada mas Vino
"hemmm boleh, besok kamu sharelok aja kirim alamat lengkap rumah kamu ya" kata mas Vino
"beneran nih mas Vino bisa?, kalau sibuk atau ada kepentingan lain gak usah gak papa ko" kataku
"kan kamu lebih penting..." kata mas Vino
Aku tersipu malu mas Vino mengatakan itu di depan orangtuaku walaupun mas Vino sendiri tidak tau kalau aku meninggikan suara telefonnya,
__ADS_1
"ya udah kalau bisa pagi-pagi banget ya mas soalnyakan rumahku agak jauh" kataku
"iya, sampai ketemu besok ya" kata mas Vino sambil mematikan telefonnya
"cieee abis nelefon mukanya ko merah gitu sih putri bapak" kata bapak menggodaku
"apaan sih bapak aku mau istirahat ah besok kan berangkat kerja lagi" kataku
"biar bisa cepet ketemu ya..." kata Umi
"ahhh Umi jangan ngeledekin gitu dong" kataku
"iya gak deh, gih istirahat biar besok seger bangunnya" kata Umi
Akupun pergi ke kamar, besok untuk pertama kalinya aku akan mengenalkan lelaki yang dekat denganku pada Umi dan bapak, bagaimana ya reaksi mereka saat bertemu mas Vino besok, aku jadi deg-degan menunggu hari besok.
Keesokannya saat aku selesai sholat subuh handphoneku berbunyi, ternyata mas Vino menelfon,
"Waalaikumsalam, Ami aku sudah ada di masjid B dari sini rumah kamu ke arah mana?" tanya mas Vino
"ya ampun mas Vino udah sampe masjid B, dari situ mas Vino ke sebelah kiri tinggal lurus aja nanti ada rumah yang pagarnya warna biru nah itu rumah orangtuaku" jelasku pada mas Vino
"masih jauh gak?" kata mas Vino
"gak ko deket banget" kataku
"aku pake headset jadi gak usah di matiin ya" kata mas Vino
"ya udah aku keluar sekarang aku tunggu di depan pagar rumah" kataku sambil bergegas keluar rumah
Tak lama mas Vino sampai,
"ketemu akhirnya rumah orangtua kamu" kata mas Vino saat membuka helmnya
__ADS_1
"iya mas ayo masuk" kataku
Kamipun masuk, aku menyuruh mas Vino duduk dulu dan menghampiri Umi di dapur,
"Umi mas Vino udah sampe" kataku
"ya udah kamu bawakan minum ya" kata Umi
Aku dan Umi mengahampiri mas Vino di ruang tamu yang ternyata sudah di temani bapak,
"loh sama bapak, udah pulang dari masjidnya pak" kataku
"udah, pas masuk ada tamu bapak temenin dulu deh" kata bapak
"hemmm Umi, bapak, ini mas Vino" kataku
"iya Umi, pak saya Vino" kata mas Vino
"bapak mah udah tau tadi udah nanya duluan" kata bapak
"ya udah di minum dulu" kata Umi
"aku langsung siap-siap dulu ya" kataku pada mas Vino, dan dia hanya mengangguk sambil tersenyum, aku tau pasti dia merasa canggung pertama kali bertemu dan mengobrol dengan orangtuaku,
Tak butuh waktu lama untuk aku bersiap-siap, aku takut mas Vino terlalu lama menunggu,
"aku udah siap, aku sama mas Vino langsung berangkat ya Umi takut kesiangan" kataku
"kalian gak sarapan dulu...!" kata Umi
"nanti aja beli takut telat soalnya" kataku
"ya udah kalau gitu hati-hati ya kalian di jalannya" kata bapak
"emmm pak, Umi pamit dulu ya..." kata mas Vino sambil mencium tangan Umi dan bapak
"berangkat ya pak, Umi, Assalamualaikum" kataku sambil mencium tangan mereka berdua.
__ADS_1