
Selama di perjalanan menuju tempat kerja aku dan mas Vino hanya diam, aku bingung ingin menanyakan perasaannya bagaimana setelah bertemu orangtuaku,
"mas, maaf ya udah di repotin" kataku
"gak papa ko" kata mas Vino
"emmm gimana persaan mas sekarang?" tanyaku
"perasaan apa, kita kan udah pacaran masa gak tau perasaan aku gimana" jawab mas Vino
"bukan itu, maksudnya ketemu sama orangtuaku...!" kataku
"emmm gerogi, sama seneng" kata mas Vino
"ya begitulah keadaan rumah dan orangtuaku, sekarang terserah mas Vino jika ingin menjauh atau putusin aku" kataku
"kenapa ngomongnya malah kemana-kemana" kata mas Vino
"ya takutnya mas Vino malu pacaran sama orang biasa dan orang kampung kayak aku" kataku dengan pesimis
"aku tuh sayang sama kamu tulus, gak peduli tentang kekurangan keluarga kamu ataupun kekurangan kamu yang lainnya aku tetap sayang sama kamu" kata mas Vino
Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas Vino dan memeluknya di atas motor, aku gak nyangka kata-kata romantis itu bisa terucap dari mas Vino yang terlihat cuek, setelah beberapa lama kamipun sampai.
"udah sampai nih" kata mas Vino
__ADS_1
"makasih ya mas udah jemput dan anterin aku ke tempat kerja" kataku sambil turun dari motornya
"iya sama-sama, kamu jangan mikir yang aneh-aneh lagi ya fokus aja kerjanya" kata mas Vino
"iya mas, hati-hati ya pulangnya" kataku.
Akupun masuk dan bekerja seperti biasa, kata-kata mas Vino tadi membuatku terasa berbunga bunga, aku merasa sangat bersemangat bekerja.
Waktu jadi tak terasa, sudah waktunya pulang kerja, saat aku akan keluar tempat kerja, aku melihat mas Vino dari arah jendela,
"Ciee ada yang udah nungguin tuh di luar..." kata Naya
"apaan sih Nay.." kataku sambil tersenyum
"ya udah aku duluan ya semuanya" kataku
Aku langsung menghampiri mas Vino di luar
"mas Vino jemput aku..." kataku sambil kegirangan
"kan aku udah janji kita bakal makan bareng, sini aku pakein helmnya" kata mas Vino
Kami langsung berangkat mencari tempat makan, dan kamipun sampai di tempat makan yang tak jauh dari kontrakanku,
__ADS_1
"di sini aja ya makannya" kata mas Vino
"iya mas" jawabku,
Sambil kami makan kamipun mengobrol dan bercanda, aku sangat senang karena hari ini aku terus bertemu dan menghabiskan waktu berdua bersama mas Vino, andai bisa seperti ini setiap hari, mungkin aku tidak akan merasakan sesaknya rindu yang terus bertumpuk tapi, aku tidak boleh egois karena aku tau, mas Vino pun punya kehidupan sendiri ada pekerjaan dan orang tua yang menjadi tanggung jawabnya, di tambah lagi sekarang dia kuliah juga,
"hari ini aku seneng karena bisa ketemu kamu terus" kata mas Vino
"aku juga sama, makasih ya mas kamu udah mau menerima keadaan dan orang tua aku" kataku
"aku yang justru gerogi takut gak di terima orangtua kamu, dan setiap orang dan keluarga pasti punya kekurangan tapi, yang penting bagaimana cara kita melengkapinya" kata mas Vino
"aku sayang kamu mas Vino" kataku sambil bersandar di pundaknya
"sayang kamu juga sayang, yuk makan dulu kamu kan cape abis kerja" kata mas Vino
"mau di suapin boleh gak?" kataku menggodanya
"manja banget sih pacar aku, nih aku suapin" kata mas Vino sambil menyuapi aku
Kata orang memang benar jika kita sedang jatuh cinta dunia serasa milik berdua hehe, gumamku dalam hati.
__ADS_1