Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Harus bersabar, episode 31


__ADS_3

 


Si Rian aku suruh bawa motornya pelan-pelan malah ngebut terus,


 


"aduhhh jangan nyubit pinggang aku dong Mi sakit tau" teriak Rian kesakitan


"makanya jangan ngebut-ngebut bawa motornya" kataku


"iya iya deh abis si Azil kayak ngikutin kita tuh dari tadi" kata Rian,


Saat aku lihat ke belakang ternyata benar ada Azil, kenapa dia mengikuti aku dan Rian? padahalkan arah ke ruamahnya beda, mungkin dia mau menginap ke rumah saudaranya,


"akhirnya sampe juga, gih pulang hati-hati" kataku pada Rian


"ya elah Mi gak mau nawarin masuk dulu gituh, nawarin minum dulu gituh..." kata Rian


"gak usah gih pulang udah malem" kataku


 

__ADS_1


Rianpun pulang, saat aku akan masuk ke dalam kontrakan aku seperti melihat Azil barusan di dekat gang, pasti aku salah lihat, rumah saudaranya Azil kan beda gang sama kontrakan aku, aku langsung masuk ke dalam kontrakan dan beristirahat.


Bangun tidur aku langsung melihat jam, untung saja tidak kesiangan saking kecapean semalem sampe lupa pasang alarm, aku langsung berangkat kerja saat sampai di tempat kerja aku melihat handphoneku ternyata mas Vino menelfon dan video call, saking lelapnya aku tidak mendengar dering telefon semalam, aku menelfon mas Vino balik tapi, tidak di angkat juga sepertinya mas Vino sudah berangkat dan mulai bekerja.


Saat jam istirahat ada pesan di handphoneku dari mas Vino, dia memberitahuku dia akan sibuk sampai nanti sore, hemmm tadinya aku ingin menelfon mas Vino aku merasa mulai rindu padanya,


 


"ayo Mi makan jangan liat handphone terus" kata Naya


"iya Nay duluan aja" kataku


"iya Az nanti aku makan" kataku


"jangan nanti-nanti sekarang nih makan" kata Azil sambil memaksa menyuapkan makanan ke mulutku


"Az ini kebanyakan.." kataku sambil mengunyah


"makan dulu abisin baru ngomong.." kata Azil


"biar aku yang suapin ya Mi....!" kata Rian

__ADS_1


"gak, gak usah aku bisa sendiri" kataku


 


Bersama teman\-teman kerjaku, aku bisa terlihat senang, dan bercanda seperti biasa tapi, saat sendirian aku kesepian karena yang dulu mas Vino bisa selalu aku hubungi kapan saja sekarang sudah sangat sibuk.


Semakin hari mas Vino semakin sibuk, jangankan untuk bertemu, untuk kita bisa mengobrol di telefon saja sudah sangat jarang, kalau bisapun paling hanya 5 atau 10 menit sampai mas Vino ketiduran.


Kadang aku merasa khawatir saat aku melihat wajah mas Vino ketiduran di video call, apakah dia makan teratur?, apa dia baik-baik saja?, wajahnya terlihat lelah sekali.


Memang terasa aneh, yang awalnya kita bisa saling menelfon saat aku jam istirahat atau saat sudah pulang kerja mengobrol dan bercanda kini tidak lagi sama, saat aku menelfon mas Vino sedang sibuk kuliah atau kerja, saat malam dia sering ketiduran karena kecapean.


Hari-hariku sekarang terasa berbeda tapi, aku tidak boleh egois semua kesibukan mas Vino adalah hal terbaik yang dia lakukan untuk masa depan kami dan keluarganya, aku harus lebih bersabar supaya mas Vino pun bisa fokus pada pekerjaan dan kuliahnya.


 


"Ami kamu besok libur mau pulang ke rumah?" tanya Naya


"iya Nay, sekarang paling aku sebulan sekali pulang ke rumah kan abis gajihan sekalian setor ke orangtua hehe" kataku


"setor emangnya pajak setor ada-ada aja kamu mah" kata Naya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2