Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Mengecewakan, episode 37


__ADS_3

Setelah selesai jam kerja aku pergi ke minimarket dulu dulu untuk membeli cemilan dan minuman.


Ternyata ada Rian juga di sana.


"Rian beli apa?" tanyaku.


Rian: "ehh Ami, aku beli titipan bundaku gak tau dia mau masak apa..!" katanya sambil tersenyum.


"Ohhh baiklah, aku duluan aku sudah selesai soalnya" kataku sambil menunjukan keranjang belanja.


Rian: " Tunggu Ami..." kata Rian sambil berlari seperti mencari sesuatu.


Ternyata dia membawa ice cream dan langsung membayarnya di kasir.


.


.


Rian:" ini untuk kamu, untuk nambahin cemilan di keranjang kamu". kata Rian sambil tersenyum.


Sebenarnya aku ingin menolak. tapi aku tidak enak kalau harus ribut dengan Rian di toko minimarket yang ramai ini.


"Ok terimakasih" kataku sambil pergi meninggalkannya.


.


.


Akupun berjalan menuju taman sambil memakan ice cream yang di berikan Rian.


Si Rian. orang aneh itu selalu membuatku kesal. gumamku dalam hati


.


.


Setelah sampai di taman aku langsung duduk dan mendengarkan musik.


Sambil makan dan minum untuk menunggu mas Vino.


.


.


Tiba-tiba Azil menelfonku. sejak dia keluar dari restoran kami tetap berkomunikasi dengan baik.


Azil bercerita kalau dia sekarang sedang merintis usaha makanan ringan.


Azil selalu menanyakan kabarku. dan akupun sering cerita tentang banyak hal padanya.


Walaupun jarak antara kami cukup jauh tapi, Azil selalu menghubungiku dan tetap menjadi teman terbaik saat aku bercerita.


.


.

__ADS_1


Waktu tak terasa, saat mas Vino datang akupun langsung mematikan telefon Azil.


Aku tidak mau mas Vino berpikir yang macam-macam karena aku sering berkomunikasi dengan Azil.


Mas Vino: " kamu sudah lama menunggu ya..!" sambil menghampiri aku.


Ami: " Lumayan" kataku sambil bersalaman dengannya.


.


.


Mas Vino terlihat lelah sekali.aku saja yang hanya bekerja saja cape rasanya apalagi, dia yang bekerja sambil kuliah.


.


.


Ami: " minum dulu mas" kataku sambil memberikan botol minuman teh.


Mas Vino: " iya, terimakasih ya sayang" katanya sambil tersenyum.


.


.


Setelah beberapa lama kemudian.


.


.


Ami: " emmm... Bapakku kemarin sakit, aku pulang dan mengambil cuti kemarin" kataku.


Mas Vino: " terus bagaimana keadaannya sekarang?, maaf aku belum bisa menengok bapak soalnya masih sibuk" katanya.


Ami: " Sekarang sudah membaik Allhamdulilah, iya tidak apa-apa mas" kataku.


.


.


Aku bingung harus mulai dari mana untuk menyampaikan perkataan dari bapak.aku ragu-ragu untuk mengatakan pada mas Vino.


.


Mas Vino: " Ami sayang kenapa kamu malah diam begitu, apa ada masalah?" tanya mas Vino membangunkan lamunanku.


"Sebenarnya ada hal lain yang ingin aku katakan sama kamu mas" kataku dengan ragu-ragu.


Mas Vino: " bilang saja padaku, ada apa?" katanya terlihat bingung


Ami: " kata bapak apakah kamu serius denganku mas? jika kamu serius segeralah datang ke rumahku dan katakan langsung pada orangtuaku".Kataku memberanikan diri mangatakannya.


Mas Vino: " **Jadi maksudnya aku harus melamar kamu? atau menikahi kamu segera gitu?" katanya terlihat kaget.

__ADS_1


Ami: " tidak seperti itu mas" kataku.


.


.


Aku berpikir sejenak mencari kata-kata agar mas Vino mengerti pembicaraanku.


.


.


Ami: " kamu tau kan mas, kalau aku di sini tidak punya saudara ataupun orang yang aku kenal sebelumnya, bapakku khawatir tentang itu" kataku.


Mas Vino: " kamukan pacar aku, dan akupun sudah pernah ke rumah kamu dan bertemu mereka". katanya.


Ami: " aku tau mas tapi, orangtuaku ingin tau akan di bawa kemana arah hubungan kita nanti, mereka hanya ingin kamu datang dan mengatakan kalau kamu memang serius padaku mas.." jelasku.


.


.


Sesaat waktu terasa begitu hening tidak ada satu katapun dari mulut mas Vino.


.


.


Ami: " mas bisakan datang kerumahku dan mengatakan apa yang orangtuaku inginkan itu?". tanyaku.


Mas Vino: " aku tidak bisa..." katanya.


Ami: " kenapa mas? apa mas gak serius sama aku?" kataku kaget.


Mas Vino: " kamu tau kan masih banyak hal yang belum aku capai, aku belum selesai kuliah, aku belum mendapat pekerjaan yang mapan" jelasnya padaku.


Ami: " berarti mas gak mau perjuangin hubungan kita" kataku dengan suara gemetar.


Mas Vino: " akupun bingung Ami, di sisi lain aku sayang sama kamu aku ingin kita punya hubungan serius.tapi di sisi lain akupun takut membuatmu terlalu lama menungguku" katanya.


Ami: " berarti kamu mau kita udahan dan lepasin aku buat orang lain? " kataku sambil berusaha tegar.


Mas Vino: " ya tentu aku tidak mau kamu dengan orang lain aku sayang kamu" kata Mas Vino.


.


.


Akupun pergi meninggalkan mas Vino di taman.


Aku terlalu kecewa dengan apa yang dia katakan tadi.


.


Mas Vino terus memanggilku tapi aku tidak peduli aku terus berjalan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Hayyyy teman teman, maaf baru up lagi ya 😉semoga kalian baca terus novelku ini ya


dan makasih buat kalian yang selalu support****.


__ADS_2