Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Khawatir, episode 29


__ADS_3

 


Setelah kami mencoba beberapa wahana, kamipun mencari tempat duduk unuk istirahat,


 


"kita duduk di bangku taman itu aja ya" kataku karena sudah merasa cape


"iya, kamu duduk duluan aku beli minum dulu" kata mas Vino


 


Setelah mas Vino membeli minum kita menikmati pemandangan taman yang indah dan warna warni, sambil duduk kami banyak bercanda dan mengobrol,


 


"Mas lain kali kalau kita bisa libur bareng lagi mau gak kalau main ke rumah aku dan ketemu sama orangtuaku" kataku


"iya lain kali ya kalau libur bareng, ini juga kita kan susah banget mau liburan gini" kata mas Vino


"ya mudah-mudahan" kataku sambil minum


"emmm aku di suruh lanjutin kuliah S1 sama bapakku, menurut kamu gimana?" tanya mas Vino


"bagus dong kalau orangtua mas nyuruh nerusin kuliah, kalau aku sih setuju aja" kataku

__ADS_1


"iya kata bapak aku kalau pendidikan aku lebih tinggi akan semakin mudah nanti naik jabatannya" kata mas Vino


"emang jabatan yang sekarang kenapa?" tanyaku


"ya gak papa kan pengen yang lebih baik aja buat kedepannya" kata mas Vino


"ya kalau memang mas Vino gak terlalu cape harus kerja sambil kuliah, aku dukung ko" kataku


"kalau cape pasti cape tapi, yang aku pikirkan bukan itu" kata mas Vino


"terus apa?" kataku


"sekarang aku hanya baru kerja saja kita sudah jarang ketemu apalagi nanti kalau aku sambil kuliah pasti waktu kita akan semakin sedikit dan makin susah ketemu" kata mas Vino


"mas Vino lupa ya, mas kan pernah bilang selama kita saling percaya jarak atau apapun itu gak bakal bisa misahin hubungan kita" kataku sambil bersandar di bahunya


"memangnya kamu gak papa aku bakal jarang ada waktu buat kamu...!" kata mas Vino


"sebenarnya aku khawatir tapi, selama kita saling berkomitmen dan terus berkomunikasi aku yakin kita bisa" kataku mencoba meyakinkannya


"terimakasih ya sayang kamu selalu mendukung aku" kata mas Vino sambil mengusap kepalaku.


 


Tak terasa waktu sudah mulai sore, aku dan mas Vino pun memutuskan untuk langsung pulang, liburan ini benar-benar menyenangkan, baru kali ini aku dan mas Vino bisa saling terbuka dan tidak canggung satu sama lain, kami bisa becanda dan mengobrol bahkan pegangan tangan tanpa takut ketahuan atau di lihat oleh teman kerja.

__ADS_1


Paginya lagi aku berangkat ke tempat kerja seperti biasa,


 


"yang kemaren liburan seneng banget kayaknya" kata Rian saat di ruangan karyawan


"senanglah abis liburan masa gak seneng" kataku


"kamu liburan ke tempat wisata K ya kemarin Mi?" tanya Naya


"ko kamu tau Nay?" kataku


"orang mas Vino upload foto kalian berdua lagi di danau sama mas Vino nulisin nama tempatnya juga" kata Naya


"upload dimana ko aku gak tau ya...!" kataku


"di instagram Mi, jangan bilang kamu ga punya IG?" kata Naya


"hehe gak punya Nay" kataku sambil tersenyum


"ya ampun Ami kamu hidup di jaman batu apa gimana sih ko instagram aja gak punya" kata Rian


"yeey biarin aja kali" kataku


Kenapa aku kepikiran mas Vino terus ya tentang ucapannya yang mau lanjut kuliah, aku tau itu memang yang terbaik untuk dia dan orangtuanya, hanya saja aku merasakan khawatir dengan hubungan kita.

__ADS_1


__ADS_2