Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Jam kerja sibuk, episode 23


__ADS_3

Tentang coklat itu aku harus memberitahu mas Vino aku tidak mau kami salah faham, setelah pulang nanti sepertinya aku akan mengajak mas Vino ke taman tapi, apa yang Rian bilang tadi benar atau bohong ya?, kenapa dia tidak mengaku tadi, ah sudahlah pasti Rian, dia kan memang tukang bohong sama seperti dulu.


"Ami ayo duduk sini makannya dekat aku" kata Naya


"ok Nay, lauk kamu kayak enak boleh cicipin gak?" tanyaku


"ya ampun kamu kenapa pake nanya dulu ambil aja Ami" kata Naya


"hehe makasih Naya" kataku sambil mengambil lauk bekal Naya


"eh tau gak Mi hari ini kan ada yang mau ngadain acara di restoran kita, anak-anak muda gitu deh kayaknya" kata Naya


"acara apa Nay?" tanyaku


"kayaknya ulang tahun deh, nanti kalau mas Arka udah pulang makan siang tanyain aja" kata Naya


"huhhh lagian mas Arka kenapa ya gak pernah bawa bekal selalu aja makan di luar kayak mas Vino" kataku


"mungkin mereka satu hati hehe" kata Naya


"hehe dasar kamu" kataku sambil tertawa


Waktu satu jam istirahat itu serasa cuma lima menit, waktu cepat banget rasanya udah masuk kerja lagi, aku harus menyiapkan tenaga exstra nih buat acara kali ini soalnya pasti bakal rame banget,


"Ami tolong siapin meja untuk 20 orang ya, bentar lagi orang-orangnya pada sampe" kata mas Arka


"iya mas" kataku

__ADS_1


"ayo Mi sama aku biar cepet" kata Azil menarik tanganku,


Emmn baru kali ini Azil yang menarik dan memegang tanganku duluan, kenapa perasaan gak karuan ini muncul lagi duhh fokus Ami, beresin kursi sama mejanya, gumamku, setelah selesai kita langsung laporan ke mas Arka


"Udah selesai mas" kataku


"makasih ya kalian terbaik pokoknya" kata mas Arka merayau


"mas itu di luar banyak orang, yang itu bukan orangnya?" tanya Naya


"iya itu Nay" kata mas Arka


Walaupun acaranya tidak terlalu rame tapi, orangnya lumayan banyak, sepertinya mereka masih sekolah SMA itu baru perkiraan aku sih karena melihat wajah\-wajah mereka yang terlihat lebih muda dariku,


Acaranyapun di mulai, mereka mulai memesan makanan dan minuman, aku dan teman-teman kerja yang lain hampir kewalahan tapi, karena kita kerjasama semuanya jadi terkendali dan seperti orang pada umumnya pasti setelah mereka selesai makan akan berfoto atau bahkan meminta salah satu dari kami memotretkan mereka, akhirnya aku dan Naya bolak balik gantian memotretkan mereka,


"Mi ada yang manggil tuh kayaknya mau minta fotoin deh, kamu yang samperin ya aku udah cape" kata Naya


"mba boleh minta foto gak?" tanya tamu anak laki-laki itu padaku


"ohh kakak mau aku fotoin ya, sini handphone nya mau saya fotoin dari mana?" kataku


"bukan fotoin tapi mau foto bareng sama mba nya soalnya senyumnya manis banget kayak gula haha" katanya sambil tertawa


"emmm kaka bisa aja" kataku sambil tersenyum


"ayo dong mba sini deketenan" kata mereka

__ADS_1


"emm sebentar ya ka" kataku sambil berlari ke arah Naya


"Nay ada yang minta foto sama kamu" kataku


"yang mana?" tanya Naya


"itu yang manggil barusan yang abis aku samperin, gih cepetan" kataku sambil mendorongnya


"Mas Arka aku bantuin OB aja ya di belakang kasian soalnya kan OB satu lagi sakit" kataku


"tumben, pasti ada apa-apanya ya" kata mas Arka


"aku lagi rajin nih udah ya aku ke belakang" kataku sambil berlari ke ruangan OB


Apa-apaan lagi tamu yang tadi, kirain mau aku fotoin malah ngajak foto bareng, emangnya aku artis apa...!,


"mba Ami kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Odi seorang OB restoran tempatku bekerja


"gak papa Di lucu aja" kataku


"apanya yang lucu mba?" tanya Odi


"masa tadi ada tamu minta foto bareng sama aku, di kira artis kali ya haha " kataku sambil tertawa


"loh bukannya bagus ya mba, terus kenapa mba malah bantuin saya ke sini?" tanya Odi


"aku gak biasa foto-foto gitu, lagian kan bagus aku ke sini kasian kamu gak ada yang bantuin" kataku

__ADS_1


"iya deh walaupun saya tau itu cuma alesan makasih ya mba Ami udah mau bantuin" kata Odi


"iya sama-sama" jawabku.


__ADS_2