Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Kesepakatan, Episode 20


__ADS_3

Kata mas Vino dia sudah bicara kepada Rian tentang hubungan kami, dan sepertinya Rian memang tidak pernah membicarakan hubungan aku dengan mas Vino di depan teman kerja yang lain, karena jika memang Rian mengatakannya, Naya pasti sudah heboh menyerangku dengan banyak pertanyaan tapi, Naya ataupun yang lain sama sekali tidak ada yang menanyakan tentang hubunganku dengan mas Vino, berarti Rian memang bisa di percaya, walaupun Rian sudah tau aku sudah pacaran dengan mas Vino kenapa dia masih saja mengagangu aku?, seharusnya dia menjauh dan menjaga jarak denganku.



Sepertinya aku harus bicara nanti dengan mas Vino supaya bicara lagi dengan Rian, mungkin jika sesama lelaki yang mengatakannya Rian akan mengerti,


"Ami jangan bengong ayo udah waktunya masuk kerja" ajak Naya


"oh iya Nay yuk" kataku


"semangat kerjanya ya calon istrikuuu....!" kata Rian sambil tersenyum


"calon istri?" kata Azil


"orang gila jangan di dengerin Az ayo ah kita masuk kerja aja" kataku sambil menarik tangan Azil


Senang rasanya sudah kembali ke pekerjaan semula dan bekerja bersama Naya, Azil dan mas Arka, mereka bukan hanya team kerja tapi teman dan sahabat, mereka selalu perhatian terhadap teman kerja yang lain, aku sangat bersyukur di pertemukan dengan mereka semua, di tambah sekarang aku punya pacar seperti mas Vino, hidupku sudah terasa lengkap sekarang.


Jika sudah bekerja bersama mereka waktu terasa cepat berlalu, walaupun cape tapi rasanya seru bisa bekerja dan bacanda bersama mereka, sudah waktunya pulang aku harus cepat-cepat keruangan mas Vino untuk mengajaknya pulang bersama,


"aku duluan ya semuanya, Assalamualaikum" kataku sambil berlari


"Ami kamu pulang sama siapa?" teriak Naya

__ADS_1


"sendirian jalan kaki Nay" kataku


"ya udah hati-hati" kata Naya


"Mas ayo pulang" kataku sambil masuk ke ruangan


"udah jam pulang ya, kerjaan aku banyak banget hari ini jadi gak kerasa waktunya, yuk kita pulang, tumben kamu ngajakin aku pulang bareng pasti ada apa-apanya ya....!" kata mas Vino dengan nada mengejekku


"emmm sebenernya emang ada hal yang mau aku tanyain mas tapi nanti aja, ayo makanya kita pulang duluan nanti keburu teman-teman yang lain pulang juga" kataku


Aku dan mas Vino pun langsung pulang saat di perjalanan,


"kita nyari makan dulu ya, kamu kan pasti laper sekalian kita bisa ngobrol-ngobrol dulu nanti" ajak mas Vino saat naik motornya


"iya mas" jawabku


"kamu mau apalagi pesennya?" tanya mas Vino


"udah itu aja ko" kataku


"udah mba ayam bakarnya dua, ice greentea nya satu sama sama lemon tea hangat nya satu" kata mas Vino


"katanya tadi ada hal yang kamu bicarain...!" tanya mas Vino

__ADS_1


"emmmm gimana ya...! " kataku sedikit ragu


"kita kan udah pacaran, kita harus terbuka satu sama lain supaya lebih mengenal lagi ayo kamu mau bilang apa" kata mas Vino


"itu mas, kata mas Vino kan waktu itu udah pernah ngajak ngomong Rian tentang hubungan kita, tapi kenapa Rian masih saja mengagangu aku ya mas...! coba deh mas ngomong lagi sama dia mungkin kalau mas Vino yang ngomong dia bakal nurut" jelasku


"tentang itu sebenarnya aku dan Rian mempunyai sebuah kesepakatan" kata mas Vino


"kesepakatan apa?, mas Vino gak pernah bilang sama aku" kataku


"ya maaf Ami, aku kira itu bukan hal penting" kata mas Vino


"memangnya kalian punya kesepakatan apa?" tanyaku


"aku menyuruhnya agar tidak memberitahukan tentang hubungan kita kepada teman kerja yang lain tapi, Rian juga menyuruhku agar tidak menghalanginya membuktikan cintanya padamu Ami" kata mas Vino


"kenapa begitu?, terus mas Vino menyetujuinya?" tanyaku


"Rian bilang dia benar-benar jatuh cinta lagi sama kamu dan ingin serius sama kamu, ya dan aku terpaksa menyetujuinya supaya diapun tidak membocorkan hubungan kita" kata mas Vino


"memangnya mas Vino gak cemburu apa kalau dia deketin aku terus" tanyaku sambil cemberut


"bohong kalau aku bilang tidak cemburu Ami tapi, mau gimana lagi ini semua juga kan untuk hubungan kita, selama kita saling percaya aku yakin Rian atau siapapun tidak akan bisa menganggu hubungan kita" kata mas Vino sambil memegang tanganku

__ADS_1


"tapi aku risih di gangguin dia terus" kataku


"sabar ya sayang, anggap saja dia angin lalu nanti kamupun akan terbiasa dan mungkin dia juga nanti akan lelah sendirinya" kata mas Vino.


__ADS_2