
Mas Vino: " sayang kamu minum dulu ya, coba jelaskan ada apa supaya aku mengerti.."
Dia terlihat kebingungan dan berusaha menenangkan dengan mengusap pundakku.
.
.
Aku menarik nafas yang panjang dan berusaha menenangkan hatiku yang terasa sesak.
.
Ami: " aku rasa hubungan kita harus sampai di sini saja mas" kataku sambil mengusap air mata yang terus mengalir.
Mas Vino: " maksud kamu kita putus??? tapi kenapa Ami? bukankah kita dari tadi baik-baik saja, kita tertawa dan bercanda dan kamu bilang kamu senang hari ini bersamaku?".
.
Mas Vino tak henti memberikan pertanyaan seolah masih banyak lagi pertanyaan yang ingin dia tanyakan padaku.
.
Dia terlihat sangat bingung dan sedih.
Ami: " apa kamu tau sejak hari dimana aku meninggalkan kamu, selalu ada satu pertanyaan yang selalu aku ingin tanyakan langsung sama kamu mas, dan hari ini aku sudah menemukan jawabannya" kataku sambil terus mengusap air mata.
Mas Vino: " apa maksud kamu? apa kesalahan aku? kamu kasih tau aku Ami, aku minta maaf". jelas mas Vino
Ami: " kamu tidak salah mas, justru aku yang salah karena terus mengulur waktu untuk menanyakan, APAKAH AKU ADA DALAM BAYANGAN MASA DEPAN KAMU? APAKAH ADA DI PIKIRAN KAMU TENTANG KELANJUTAN HUBUNGAN KITA SELANJUTNYA?"
.
__ADS_1
.
Hatiku terasa sesak dan hancur, aku tidak bisa menahan air mataku meski aku berusaha dengan keras.
Mas Vino: " Kamu bicara apa sih.., tentu ada kamu sayang. aku mau kita terus bersama"
Ami: " kamu bohong mas, entah kamu sadar atau gak. dari setiap omongan kamu tadi kamu hanya bilang ingin punya rumah, pekerjaan mapan dan yang lainnya. dan dari omongan kamu tadi kamu TIDAK PERNAH SEKALIPUN MENYEBUT NAMA AKU ATAUPUN HUBUNGAN KITA dalam rencana masa depan kamu itu. lalu untuk apa lagi aku dan hubungan kita ini mas?" aku terus mengutarakan apa yang aku pikirkan.
.
.
Mas Vino hanya diam dan tidak mengatakan apapun.
.
Ami: " sepertinya penjelasan aku tadi sudah cukup, dan mas Vino sudah cukup mengerti jadi aku pulang duluan. aku permisi" kataku.
"Ami tunggu, Ami tunggu dulu", mas Vino terus memanggilku dan mengejarku keluar tempat makan.
.
.
Bukan ini yang aku mau, bukan ini yang aku inginkan rasa sakit ini, rasa sesak ini lebih sakit dari rasa sakit yang aku rasakan dulu. gumamku.
Aku turun dari ojek di taman.
Aku sangat sedih sekarang. aku hanya bisa menangis dan meluapkan air mataku sambil duduk di taman.
Rian: " Ami? kamu sedang apa?" tanya Rian mengkagetkanku.
__ADS_1
Ami: " Rian kamu ngapain ada di sini?" kataku sambil mengusap air mata.
Rian: " aku habis belanja tuh di sebrang jalan sana kan ada supermarket.kamu sendirian di sini..!" kata Rian.
Ami: " terus aku harus sama siapa di sini.kamu liat sendiri kan aku sendirian dari tadi" kataku dengan nada emosi.
Rian: " ya elah emosi terus deh sama aku, tadi kan aku liat postingan mas Vino foto bareng kamu lagi liburan" kata Rian.
.
.
Seketika aku hanya meneteskan air mata.aku tidak bisa mengatakan apapun pada Rian.
.
Aku hanya diam dan terus mengusap air mata.
Rian: " nah..nah.. kan kenapa malah nangis? harusnya udah liburan bareng pacar itu seneng dong ini malah nangis" kata Rian keheranan.
Tangisanku semakin kencang dan tidak bisa aku tahan, hatiku makin sakit dan sesak.
Rian: " ya ampun Mi ada apa sih. jangan makin kenceng nangisnya nanti aku di sangka jahatin kamu lagi sama orang-orang udah ya jangan nangis lagi" kata Rian mencoba menenangkan aku.
Dan akhirnya tanpa sadar aku menangis di pundak Rian.
.
.
.
__ADS_1
.
Semoga kalian tetap suka dengan cerita novel aku 😉 jangan lupa like sama love nya ya