Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Pindah Kontrakan, episode 13


__ADS_3

 


Akhirnya waktunya pulang, aku segera bergegas keluar gudang dan Rian terus memaksaku untuk pulang bersamanya walaupun aku terus mengacuhkannya,


 


"ayolah Ami aku antar pulang saja dari pada kamu naik angkot malem-malem gini bahaya tau" kata Rian


"gak Rian gak usah dan aku gak mau kamu anterin" jawabku


Rian terus membujukku sampai ke depan pinggir jalan


"kenapa sih kamu cuekin aku terus, apa kamu belum maafin aku karena kejadian dulu?" tanya Rian


Seketika rasa sesak terasa saat aku teringat dengan apa yang Rian lakukan dulu padaku, dulu Rian memutuskanku secara sepihak dengan alasan dia akan pindah ke luar daerah dengan keluarganya dan Rian bilang dia tidak bisa menjalin hubungan LDR, padahal Rian adalah cinta pertamku dan kami berhubungan hanya 6 bulan saja, ahh rasanya makin sesak dadaku jika terus mengingat kejadian itu, rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang walaupun kata orang itu hanya cinta monyet tetap saja semuanya masih jelas aku rasakan.


Sejak putus dari Rian aku belum pernah pacaran lagi, aku memutuskan untuk fokus untuk masa depan dan keluargaku saja karena aku tidak mau merasakan sakit dan sesak yang datang bersamaan ketika aku patah hati.


 


Teman-teman kerja yang lain pun keluar dan bersiap pulang termasuk mas Vino,


 

__ADS_1


"kalian belum pulang?" tanya mas Vino


"belum pak, ini si Ami saya ajakin pulang bareng gak mau terus" kata Rian


"lagian orang gak mau di paksa terus" kataku


"yuk Mi naik sama aku aja" kata Azil


"saya kan yang sering anterin kamu pulang Mi, ayo saya anterin" sahut mas Vino


"Loh kan aku yang nawarin Ami pulang bareng duluan kenapa kalian malah ikut-ikutan...!" jawab Rian


 


Akupun sampai di kost Diana, sudah saatnya aku pindah dan izin pada Diana, sedih rasanya tapi aku tidak mau terus merepotkan Diana, dia memang sahabat terbaikku, aku besok libur kerja jadi aku akan mulai pindahan, barang-barang akupun tidak terlalu banyak jadi sepertinya akan selesai cepat dalam sehari, dan Naya, dia yang membantuku mencari kost atau kontrakan yang dekat dari restoran, hingga dia memberitahuku kalau ada kontrakan dekat restoran yang tempatnya cukup nyaman, dan akupun setuju untuk mengontrak di tempat yang di beritahunya itu.


Keesokan paginya aku pamit pada Diana, kami berdua sampe nangis seperti akan terpisah jauh saja padahal kalau naik angkot satu jam juga sampai.


Bismillah semoga aku betah di kontrakan baruku, dan semoga pindahannya lancar, saat aku sampai di depan gang menuju kontrakanku ada yang memanggil namaku,


 


"Ami kamu mau kemana" teriak Azil

__ADS_1


"eh kamu Az, aku mau pindahan ke kontrakan di gang ini, kamu ngapain di sini? "tanyaku


"aku punya sodara di dekat gang kamu ini, dam aku sering menginap juga di sini" jelas Azil


"ohh gitu, ya udah maaf aku duluan yah aku mau bawain barang-barangku ke kontrakan" jawabku sambil berjalan


"sini aku bantu bawain Mi " kata Azil sambil memegang barang bawaanku


"gak usah Az cuma dikit ko" kataku


"ini lumayan berat tau sini aku bantuin" kata Azil sambil membawa barangku


"emang kamu gak kerja, hari ini kan bukan jadwalnya kamu libur..!" kataku


"ya ampun Mi dari sini ke restoran kita kan deket apalagi aku bawa motor, jadi abis ini aku bisa langsung berangkat" kata Azil


"ya udah makasih ya Az" kataku sambil naik motornya


kamipun sampai, "ohh jadi kamu ngontrak di sini sekarang...!" kata Azil


"iya kan biar deket ke tempat kerjanya" kataku


"ya udah aku langsung berangkat kerja ya, Assalamualaikum" kata Azil

__ADS_1


"Waalaikumsalam, makasih ya, hati-hati" jawabku.


__ADS_2