Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Ceroboh, Episode 18


__ADS_3

 


Ami kamu dalam masalah besar...!, ceroboh sekali sih aku, ngomong apa sih kamu di depan Rian dan mas Vino, apa yang yang harus aku lakukan selanjutnya, ahhh gara\-gara terlalu emosi tadi aku jadi tidak bisa mengendalikan perkataanku, aku terus bergumam dalam hati dan pikiranku semakin bercabang,


 


"Ami kamu bengong ya?" tanya mas Vino


"kenapa mas..!" jawabku


"tuh kan kamu bengong, kita udah mau sampe nih ke tempat makan siangnya" kata mas Vino


"iya maaf mas" kataku


"udah gak usah minta maaf kita udah sampe, ayo masuk" ajak mas Vino, akupun mengikutinya di belakang,


 


Bagaimana ini...!, aku harus bagaimana, aku benar-benar merasa canggung bersama mas Vino, saat sedang makan mas Vino mengajakku bicara,


 


"Ami apa boleh aku bertanya...?" kata mas Vino


"boleh mas tanya aja.." kataku


"yang kamu bilang tadi ke Rian itu, apa itu benar..!" tanya mas Vino


Aku langsung tersedak saat makan,


"berarti kita sekarang pacaran kan...!" kata mas Vino melanjutkan bicaranya


"emmmm...." saat aku akan bicara mas Vino langsung menyelaku

__ADS_1


"terimakasih kamu sudah menerima aku Ami, aku janji aku gak bakal mengecewakan kamu, aku akan menjaga kamu tapi, kamu masih ingat kan tentang pembicaraan kita sebelumnya, kita tidak perlu memberi tau teman-teman kerja yang lain tentang hubungan kita ini, supaya kita bisa bekerja profesional" jelas mas Vino


"Tapi Rian kan udah tau???" kataku


"aku bisa urus tentang Rian kamu gak usah khawatir" kata maa Vino


Jujur saja aku tidak tau harus bahagia atau tidak, mas Vino orang yang baik dan perhatian tapi, kenapa aku masih merasa ada yang kurang dalam hatiku, kenapa ruang kosong itu masih ada? kenapa aku malah membayangkan Azil saat bersama mas Vino.


 


Aku harus menjaga perasaan mas Vino sekarang, setidaknya sekarang aku bisa sedikit lega mungkin dengan ini Rian akan berhenti menggangguku lagi.


 


"kamu sudah selesai makannya Ami?" kata mas Vino


"sudah" jawabku


"yuk kita balik lagi ke tempat kerja" ajak mas Vino sambil menyodorkan tangannya, dengan rasa malu akupun menggenggam tangannya.


 


Setelah tiba di tempat kerja aku langsung ke gudang dan mas Vino pun ke ruangannya, tidak ada yang spesial kami masih seperti rekan kerja biasa,


 


"Ami yang kamu bilang tadi bohongkan?" tanya Rian saat aku baru masuk ke gudang


"aku bukan tukang bohong kayak kamu Rian" kataku


"apa kamu yakin akan bisa pacaran dengan orang seperti pak Vino....!" tanya Rian


"kenapa tidak, mas Vino orang baik dan perhatikan bukan cowok tukang modusin cewek kayak kamu" jelasku

__ADS_1


"baiklah tapi, aku tidak akan menyerah dengan mudah untuk mendapatkan kamu Ami, kita itu sudah di pertemukan lagi oleh takdir, takdir ingin kita bersama" kata Rian


"bener-bener udag gila ya kamu Rian, terserah kamu mau ngomong apa, aku mau kerja" kataku.


 


Sudah jam pulang kerja, aku langsung bersiap siap akan pulang, tiba-tiba pak satpam mengetuk pintu gudang dan dia memberitahu ada gojek,


 


"oh iyak pak tadi saya pesan makanan lewat gojek" kata Rian langsung keluar gudang


 


Saat keluar dari gudang mas Vino sudah menungguku,


 


"ayo aku antar pulang" kata mas Vino


"ayo, tapi aku udah pindah kontrakan jadi nanti aku tunjukin ya jalannya" kataku


"sejak kapan? ko aku gak tau" tanya mas Vino


"baru beberapa hari sih ya maaf aku belum sempat bilang ke mas Vino" kataku


"ya udah gak papa ayo jalan" kata mas Vino


" tunggu-tunggu nih Mi aku pesan ice cream sama gojek tadinya mau beli satu ternyata malah ke pencet beli 2, satu buat kamu aku tau kamu kan suka banget sama ice cream" kata Rian sambil menghadang kami berdua


"gak mau kasih aja sama yang lain" kataku


" yang lain masih beres-beres, aku duluan pulang ya daahhh" katanya sambil menaruh ice cream di tanganku

__ADS_1


"Rian Rian dasar gila" kataku meneriakinya


"emmm ternyata masih banyak hal yang aku belum tau tentang kamu Ami" kata mas Vino terlihat seperti kecewa.


__ADS_2