
Mas Vino panggil aku sayang, pipiku rasanya jadi panas semoga gak keliatan merah oleh mas Vino, baru kali ini lagi ada yang memanggilku dengan kata sayang, senang rasanya, apa mungkin aku sudah jatuh cinta pada mas Vino?, gumamku
"Ami kenapa kamu diam?, pipi kamu ko merah..!, apa kamu sakit?" tanya mas Vino
"engggggak ko mas aku baik-baik aja yuk abisin makannya biar cepet pulang" kataku dengan gerogi
Setelah menyelesaikan makan mas Vino pun langsung mengantarku pulang,
"makasih ya mas udah ngajak aku makan malem sama anter aku pulang"
"kamu kan pacar aku sekarang, gak usah bilang makasih segala" kata mas Vino
"hehe iya iya mas, mas Vino mau mampir?" tanyaku
"lain kali aja sekarang udah malem" kata mas Vino
"ya udah hati-hati ya pulangnya" kataku
"iya, emmm soal kesepakatan itu maaf aku gak ngasih tau kamu ya" kata mas Vino seperti terlihat merasa bersalah
"gak papa mas, tapi untuk kedepannya aku harap kita bisa lebih terbuka lagi satu sama lain" kataku
"iya sayang, aku pamit pulang ya" kata mas Vino
"iya silahkan mas" kataku sambil mau masuk ke dalam kontrakan
__ADS_1
"ko panggil mas, gak mau panggil sayang gitu" kata mas Vino dengan tersenyum
"ih apaan sih mas kan takut ketauan temen kerja yang lain" kataku
" kita kan sekarang gak lagi di tempat kerja, jadi mereka gak bakal tau sayang" kata mas Vino
"ya udah hati-hati pulangnya ya sayang" kataku sambil tersipu malu
"gitu dong pamit ya" kata mas Vino sambil menyalakan motornya
"iya udah ah aku masuk dulu aku malu tau" kataku sambil masuk ke dalam kontrakan
Sudah lama sejak aku putus dengan Rian aku baru merasakan rasa senang seperti ini lagi, setiap hari rasanya ingin cepat-cepat bertemu mas Vino walaupun hanya melihat dari luar jendela ruangan mas Vino hatiku sudah merasa senang, aku harus cerita pada Diana,
"halo Di, apa kabar?" tanyaku pada Diana menelfonnya
"gak lama Di baru beberapa bulan" kataku
"hehe tetep aja aku kangen, gimana kamu betah di kontrakan barunya?" tanya Diana
"Allhamdulilah sampe sekarang betah Di, emmm kamu lagi sibuk gak Di?" kataku
"gak ko, kenapa?" kata Diana
"emmm sebenarnya aku mau cerita Di...!" kataku
__ADS_1
"boleh ko cerita aja" kata Diana
Akupun menceritakan semuanya pada Diana tentang hubunganku dengan mas Vino, tentang Rian yang menyebalkan dan semua yang aku rasakan,
"Ciee selamat ya akhirnya teman aku ini punya pacar" kata Diana meledekku
"dih malah ngeledekin, ayo dong menurut kamu gimana Di?, aku kan udah cerita panjang lebar" kataku
Menurut Diana aku harus meyakinkan perasaanku dulu kepada siapa aku jatuh cinta, jika saat bersama mas Vino aku masih memikirkan cowok lain berarti hatiku masih labil, dan Diana bilang aku sebaiknya fokus pada pekerjaan dan mas Vino saja karena jika aku terus menerus seperti ini aku akan menyakiti perasaan mas Vino,
"terus menurut kamu aku harus gimana sama Rian?aku udah jutekin dia, aku udah galakin dia tapi dia malah tetep aja gangguin aku terus" kataku
"biarin aja sih kalau menurut aku, soalnya kan mas Vino juga gak mempermasalhkan itu, udah anggep aja angin lalu nanti dia bosen sendiri" kata Diana
"emmm ya mas Vino juga bilang gitu sih" kataku
"udah malem nih aku udah ngantuk, tidur yuk sayanggg" kata Diana meledekku
"dihh ledekin aja terussss, ya udah makasih ya Di udah dengerin curhat aku" kataku
"iya sama-sama semoga betah terus ya sama mas Vinonya, eh kerjaannya maksudnya hehe" kata Diana
__ADS_1
"udah ah aku di ledekin mulu, udah dulu ya Di Assalamualaikum" kataku
"Waalaikumsalam" jawab Diana.