Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Kehilangan teman kerja, episode 35


__ADS_3

 


Harapanku sekarang semoga hubunganku dan mas Vino selalu baik-baik saja, dan semoga aku dan mas Vino bisa selalu menghadapi segala masalah yang ada dalam hubungan kami,


 


"udah sampe kontrakan kamu nih" kata mas Vino


"iya makasih ya buat hari ini, aku seneng bisa ketemu mas terus dan bisa makan bareng" kataku


"iya sama-sama, langsung istirahat ya biar besok seger bangunnya" kata mas Vino


"iya mas, hati-hati pulangnya" kataku


Akupun masuk ke dalam kontrakan dan langsung beristirahat,


Saat paginya aku sampai di tempat kerja, dan Naya langsung menghampiriku,


"Mi, Azil hari ini terakhir kerja..." kata Naya


"hah serius? kata siapa?" tanyaku dengan kaget pada Naya


"iya Mi dia yang bilang sendiri sama aku" kata Naya


Saat aku dan Naya sedang bicara Azil baru sampai ke tempat kerja, dan langsung kami berdua hampiri,


"Az kamu beneran mau keluar kerja?" tanyaku

__ADS_1


"iya Mi....!" jawab Azil


"ko ngedadak sih Az, cuman ngasih tau Naya lagi" kataku


"iya aku mau coba fokus sama bisnis cemilan aku ya mudah-mudahan sih makin maju" kata Azil dengan santai


"kamu udah kasih tau pak manager Az?" tanya Naya


"udah ko, 5 hari yang lalu aku udah kasih surat pengunduran diri" kata Azil


"ya elah temen kita berkurang Nay... "kataku merasa sedih


"iya Nih gak bakal seru lagi deh.." kata Naya


"kan nanti bakal ada anak baru jadi nanti kalian punya temen baru" kata Azil


"nanti juga terbiasa, ayo ah kita siap-siap kerja" kata Azil dan menarik tangan aku dan Naya


 


Rasa sedihku saat ini sama seperti saat mas Vino keluar kerja, terasa akan semakin bertambah ruang sepi di hatiku, Azil adalah orang yang sangat baik, dia slalu bisa membuatku nyaman.


Tapi, cepat atau lambat di dalam pekerjaan hal seperti ini pasti biasa terjadi entah kita sendiri atau teman kita yang keluar, itulah dunia kerja, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Azil.


Di jam istirahat aku melihat ada coklat sudah pasti ini dari Rian, aku sedang malas berdebat dengannya jadi, aku langsung buang saja karena aku masih terkejut dan sedih mendengar berita tentang Azil, untungnya Diana bilang akan menginap malam ini di kontrakanku karena dia sedang libur kuliah aku jadi bisa curhat padanya,


 

__ADS_1


"halo Ami udah pulang kerja belum?" tanya Diana di telefon


"udah ini baru sampe, kamu di mana?" kataku


"aku di deket gang yang kamu bilang, terus aku kemana nih?" kata Diana


"kamu masuk gang gak jauh ko aku tungguin depan kontrakan ya" kataku


 


Tak lama Dianapun datang dengan membawa sepeda motornya,


 


"hebat sih kamu bawa motor malam nyari alamat aku langsung ketemu" kataku


"iya dong dulu aku pernah sekali ke daerah deket sini nganter temen kuliah jadi agak tau daerah sini" kata Diana


"yuk masuk" ajakku pada Diana


Kamipun masuk dan bergantian mandi, setelah itu seperti biasa aku selalu curhat pada Diana, tentang hubunganku dan tentang semuanya di tempat kerja termasuk tentang Azil yang akan keluar, kata Diana harusnya aku mendukung Azil karena, bisa jadi dengan fokusnya Azil di usaha cemilannya dia akan semakin sukses, tapi entah kenapa hatiku terasa berat mendengar Azil akan keluar, aku merasa tidak rela dan ingin Azil tetap bekerja bersamaku.


 


Azil berbeda dengan teman kerja yang lain, dia seperti selalu mengerti apa mau dan maksudku, aku takut akan sangat kehilangan sosoknya, Diana bilang aku tidak boleh egois sebab itu adalah pilihan jalannya, dan untuk masadepannya, Diana juga bilang untuk jangan terlalu memikirkan Azil dan fokus saja dengan hubunganku dengan mas Vino, Diana takut pikiranku ini akan berdampak buruk pada hubunganku dan mas Vino.


 

__ADS_1


__ADS_2