Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Takdir, Episode 6


__ADS_3

**Setelah pak Vino menjelaskan tentang pekerjaan, kamipun keluar ruangannya dan saat di lorong Azil memanggilku,


"Ami tunggu" teriaknya


"iya kenapa? "tanyaku


"kita ketemu lagi dan satu kerjaan sekarang, emm jadi nama kamu Ami"


"iya maaf waktu itu aku gak kasih tau, soalnya aku kan orang baru di kota ini jadi masih takut sama orang asing" kataku


"iya gak papa, aku juga kan waktu itu gak sempet nanya nama kamu" kata Azil


"emmm iya, ayo kita mulai kerja " ajakku


Kamipun mulai bekerja dengan di arahkan dan di bantu oleh mas Arka,


mas Arka adalah seorang kasir yang sudah lama bekerja di restoran ini,


jadi beginilah rasanya cape bekerja dan mempunyai banyak teman untuk mengobrol dan bekerja sama, kita bekerja secara team jadi pekerjaanpun terasa lebih mudah.


sudah jam istirahat aku mau mengajak Naya makan siang bersama,


"Naya aku bawa bekal banyak, kita makan sama-sama yuk"


"aku juga bawa bekal ko makasih udah nawarin mi" kata Naya

__ADS_1


"yahh mana bekal aku banyak lagi" kataku


"kalau aku boleh ga makan bekal kamu? "kata Azil sambil tersenyum


"eh boleh ko Az tapi maaf ya kalau masakannya gak enak hehe" kataku sambil ketawa


"kalian udah kenal ya sebelumnya? ko keliatan udah akrab? " tanya Naya keheranan


"iya kita pernah ketemu sebelumnya tapi waktu itu aku belum ngenalin nama aku sama Azil" jawabku


"wahhh takdir emang, jodoh kali...,!" kata Naya menggoda aku dan Azil


"apaan sih Naya, ayo makan aku laper" kataku sambil tersenyum


Kamipun makan bersama-sama sambil tertawa dan bercanda, Naya dan Azil juga menceritakan tentang perjuangan mereka mencari pekerjaan berbeda denganku dan Naya, Azil pernah bekerja sebelumnya di sebuah pabrik lalu dia kena PHK dan terpaksa mencari pekerjaan lain, Azil lebih tua dari kami berdua jadi dia yang lebih banyak pengalaman,


Waktu istirahat sudah selesai waktunya kami bekerja lagi,


"Ami minta tolong bantuin pak Vino dulu ya di gudang soalnya baru ada barang datang" kata mas Arka


"iya mas, gudangnya sebelah mana ya? " tanyaku


"di dekat ruangan pak Vino" jawab mas Arka


Saat aku sampai di gudang ternyata di sana sudah ada pak Vino,

__ADS_1


"permisi pak, saya di suruh mas Arka ke sini bantuin pak Vino" kataku sambil membuka pintu gudang


"iya Ami silahkan masuk, kebetulan baru datang barang saya minta tolong ya, saya yang cek barangnya kamu yang tuliskan barangnya di buku ini? "kata pak Vino memberikan buku


"iya baik pak" kataku


"kamu umur berapa Ami?" tanya pak Vino sambil mengecek barang


"19 tahun pak" jawabku


"Ohh masih muda ya, kamu asli orang sini?" kata pak Vino


"bukan pak" kataku


"saya juga bukan asli orang sini tapi orang kota G, saya sudah mau 2 tahun bekerja di sini mau keluar tapi nyari kerja sekarang susah, sedangkan saya anak pertama orang tua saya sudah sepuh jadi saya jadi tulang punggung " kata pak Vino bercerita sambil terus mengecek barang


"Ohhh gitu pak" kataku, sebenarnya aku bingung mau menjawab apa, pak Vino atasanku jadi aku merasa canggung mengobrol dengannya


"eh saya malah cerita maaf ya kalau ngebosenin" kata pak Vino sambil tersenyum


"gak papa pak, saya seneng ko denger cerita bapak" kataku


"panggil aja saya Mas supaya tidak canggung" kata pak Vino


"iya pak, eh mas maksudnya " kataku sambil tersenyum

__ADS_1


Walaupun aku belum terlalu mengenal pak Vino tapi sejauh ini dia orang baik dan lumayan menyenangkan di ajak mengobrol,


Takdir memang tidak bisa di tebak dengan siapa kita akan di pertemukan, tapi apapun itu dengan siapapun itu kita harus siap menghadapi setiap takdir dan menjalaninya**.


__ADS_2