
Mikir apa sih aku ini..! jangan memikirkan hal yang tidak mungkin Ami, yang nembak kamu itu mas Vino dan Rian bukan Azil, gumamku dalam hati,
Aku masih belum bisa memutuskan jawaban untuk mas Vino, banyak hal yang harus aku pertimbangkan, bukan hanya masalah hubungan kami nanti tapi, tentang pekerjaan dan lingkungan kerja, dan juga aku aku masih belum yakin dengan perasaanku terhadap mas Vino, walaupun aku merasa nyaman dan senang dengan segala perhatiannya, aku masih belum yakin apa aku jatuh cinta pada mas Vino atau entahlah, aku sekarang hanya ini beristirahat menikmati kontrakan baruku.
Tak terasa sudah pagi lagi, hampir saja aku kesiangan karena lupa membuat alarm, saat aku keluar akan berangkat kerja Azil sudah menunggu di depan kontrakan,
"Az nungguin aku?" tanyaku
"iya, tadinya mau ketuk pintunya eh kamunya keburu keluar, yuk naik" kata Azil
Kamipun berangkat bersama, dan seperti biasa saat sampai di tempat kerja kami langsung bersiap siap untuk memulai kerja hari ini, harus tetap semangat.
"pagi Ami kamu udah sarapan belum, aku bawain kamu sarapan" kata Rian saat aku baru masuk ke gudang
"udah, makan aja sendiri" kataku
"yahh aku bawain buat kamu padahal" kata Rian
"kalau kamu mau sarapan dulu silahkan, aku mau langsung kerja" kataku
"ya udah aku buang ajalah" kata Rian
"terserah" kataku sambil fokus melihat buku
__ADS_1
Rian langsung bekerja dengan muka yang kecewa, aku sedikit merasa bersalah tapi, jika aku menerimanya nanti dia malah mikir yang lain jadi lebih baik gak usah, Mas Vino pun datang ke gudang,
"Ami tolong ke ruangan saya ya, bawa buku laporan kemarin" kata mas Vino
"baik mas" jawabku
"dan Rian nanti gantian ke ruangan saya setelah Ami ya, saya mau tau tentang perkembangan kerja kamu" kata mas Vino
"iya pak" kata Rian
Aku langsung bergegas menuju ruangan mas Vino dan membawa buku laporan gudang, mas Vino melihat dan mengecek buku laporannya,
"iya mas makasih, saya permisi" kataku
"emmm Ami nanti makan siang dengan saya ya...!" kata mas Vino
"gimana nanti aja ya mas saya bawa bekal soalnya, saya permisi ke gudang lagi" kataku sambil cepat-cepat keluar dari ruangan mas Vino,
"Rian gih giliran kamu" kataku
"siap" jawabnya
Sepertinya aku akan tolak saja ajakan mas Vino makan siang bareng, aku takut dia menanyakan jawabannya nanti, sedangkan aku belum siap dan belum tau harus menjawab apa.
__ADS_1
Saat sudah jam makan siang mas Vino datang ke gudang,
"Ami ayo kita makan siang" ajak mas Vino
"Ami mau makan siang di kantin katanya pak sama saya" kata Rian
"mas Vino nanya sama aku Rian bukan sama kamu" kataku
"ayolah Ami kamu tadi sudah menolak sarapan dari aku, aku mau ngobrol sama kamu sekarang" kata Rian
"aku gak nyuruh kamu bawain aku sarapan" jawabku
"tapi aku kan sudah bilang aku bakal buktiin kalau aku benar-benar serius sayangbsama kamu dan aku mau kita balikan" kata Rian
"balikan? jadi kalian pernah pacaran?" tanya mas Vino keheranan mendengar ucapan Rian
"udah cukup ya Rian aku udah bilang aku gak bakal percaya sama kamu ataupun permainan kamu, dan aku gak mau balikan sama kamu bahkan aku udah gak punya perasaan apa-apa sama kamu" jawabku, aku dan Rian berdebat hingga menghiraukan pertanyaan mas Vino tadi
"tapi kenpa Mi, aku benar-benar sayang sama kamu, aku serius sama kamu" kata Rian
"karena aku udah jadian sama mas Vino jadi kamu gak usah ganguin aku lagi, jangan modusin aku lagi, atau buktiin apalah terserah semuanya gak usah, ayo mas Vino kita makan siang bareng" kataku sambil menarik tangan mas Vino keluar gudang, mas Vino hanya terdiam mengikutiku dan meninggalkan Rian.
#BONUS episode buat kalian pembaca setia semoga suka terus ya sama novelnya 😉
__ADS_1