Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Tak terduga, Episode 8


__ADS_3

**Sudah pagi lagi, waktunya berangkat kerja lagi seperti biasa aku naik angkot ke tempat kerja, saat mau sampe di tempat kerja aku melihat ada taman, aku baru tau kalau di dekat restoran ada taman, akupun turun dari angkot dan mampir ke taman dulu, tamannya sejuk dan tidak terlalu ramai juga sepertinya lain kali aku akan menulis puisi di sini, gumamku dalam hati,


**Sayangnya sekarang aku tidak bisa berlama-lama di taman, sebentar lagi sudah waktunya aku mulai bekerja, saat sampai di tempat kerja mas Arka memanggilku,


"Ami tunggu dulu"


"ada apa mas? " tanyaku


"kamu sementara di tempatkan di gudang dulu ya, sebelum ada karyawan baru untuk di gudang, untuk melayani tamu ada Azil sama Naya" jelasnya padaku


"emang gak ada yang lain ya mas, harus aku gitu yang di gudang..! " kataku


"sebenarnya sekarang pak Vino yang menghandle tugas di gudang tapi kan dia juga punya banyak kerjaan jadi kamu cuma bantu-bantu dia aja" kata mas Arka


"emmm tapi..? " kataku


"udah gak ada tapi-tapi bentar lagi ada barang datang aku udah bilang ke pak Vino kalau kamu mau bantuin dia sementara sebelum ada karyawan baru, aku mau siap-siap dulu ya buka resto, duluaaann" kata mas arka sambil pergi


Dan aku harus di gudang lagi bersama mas Vino, aduhh kenapa gak yang lain aja sih


akukan masih baru masih canggung kalau ngobrol sama mas Vino, aku harus tenang dan tetap semangat kan ini hanya sementara saja Bismillah semoga semuanya lancar hari ini,


Aku langsung masuk ke gudang dan menyapa mas Vino,

__ADS_1


"pagi mas, saya di suruh bantuin mas Vino sementara di gudang" kataku sambil menghampirinya


"iya Arka sudah bilang tadi, kamu langsung ambil bukunya saja ya biar cepat selesai seperti biasa aku yang akan cek barangnya" kata Mas Vino


"baik mas" kataku


Aku langsung mengambil buku dan mencatat barang-barangnya setelah beberapa lama, tiba-tiba mas Vino mendorongku karena ada barang jatuh dan kami berduapun terbaring di lantai, badanku sakit dan tidak bisa langsung bangun begitupun mas Vino dan kamipun saling memandang satu sama lain, entah mas Vino menyadarinya atau tidak aku merasa pipiku merah saat kami saling menatap, tak lama kamipun bangun,


"kamu tidak apa-apakan Ami? "tanya mas Vino terlihat khawatir


"tidak mas, makasih ya kalau mas Vino gak dorong aku mungkin kepalaku sudah kena barang itu tadi" jawabku


"iya sama-sama kita ke ruangan istirahat saja dulu supaya tenangin diri kamu dulu ya" kata mas Vino


Saat aku dan mas Vino sedang duduk, datang Naya dan Azil yang ternyata sudah jam nya untuk istirahat,


"kamu kenapa Mi, kenapa muka kamu pucet gitu? " tanya Azil sambil menghampiriku


"gak papa ko aku tadi hampir ketimpa barang di gudang tapi mas Vino nyelametin aku tadi" jawabku


"ada yang luka gak Mi?" kata Naya


"gak ko Nay Allhamdulilah aku dan mas Vino baik baik aja" kataku

__ADS_1


"mau aku bawa periksa gak Mi takut ada yang luka? "kata Azil


"gak Az gak usah, ehh iya tadi aku lihat tangan mas Vino memar ya karena ketimpa badan aku..! " kataku merasa bersalah


"gak papa Mi, cuma memar sedikit" kata mas Vino terlihat seperti kesakitan


"Az boleh minta tolong ya belikan es batu, plisss" kataku


"dih kenapa aku yang lain ajalah" nada bicara Azil terdengar kesal


"ayolah Az plisss" kataku memohon lagi


"iya iya, tapi aku nurut karena kamu ya kalau yang lain mah gak bakal mau aku" kata Azil sambil berangkat


Tak lama Azilpun sampai membawa es batunya,


"mas Vino punya saputangan? "tanyaku


"ada di ruanganku" jawabnya


"ya sudah aku kompres di ruangan mas saja suapaya mas tidak bolak balik ke sini" kataku


Saat mengompres tangan mas Vino yang memar aku merasa bersalah, karena tangannya memarkan karena tertimpa badanku, semoga saja memarnya cepat membaik Aamiin****.

__ADS_1


__ADS_2