Cinta Dalam Persimpangan

Cinta Dalam Persimpangan
Dia pacarku episode 25


__ADS_3

Jadi seperti itu jika mas Vino cemburu, orang secuek diapun kalau cemburu jadi kayak anak kecil jadi lucu hehe, aku terus memikirkannya hingga senyum-senyum sendiri,


"Ami itu tadi ada tamu yang manggil loh kamu malah senyum-senyum aja" kata Naya


"eh emang iya ya, maaf ya Nay" kataku


"emang kamu mikirin apa sih mi? dari balik istirahat tadi kamu senyum-senyum terus" kata Azil


"engg gak papa ko, tadi waktu nyari makan siang ada kejadian lucu jadi aku kepikiran terus" jawabku


"emang kejadian apa?" tanya Naya


"emmm eh yang barusan tamunya makan di sini apa mau di bawa pulang" kataku mengalihkan pertanyaan Naya


"di bawa pulang, emang kenapa?" kata Naya


"bentar lagi jam pulang mulai beres-beres yuk biar cepet pulang" ajakku pada Naya dan Azil


Akhirnya pulang juga, saat aku keluar dari tempat kerja mas Vino sudah menunggu di luar,


" loh mas Vino ko belum pulang? nanti teman-teman kerja curiga lagi" kataku


Tak lama teman-teman yang lainpun keluar tempat kerja untuk pulang,


"mas Vino belum pulang kirain udah duluan" kata Rian


"belum nungguin Ami biar pulang bareng" kata mas Vino


Seketika mukaku langsung merah rasanya, mas Vino ini ngomong apa sih apa-apaan malah bilang kayak gitu di depan teman kerja yang lain,

__ADS_1


"enggggak usah mas aku jalan kaki aja kontrakan aku deket ko" jawabku dengan gerogi


"gak usah jalan Mi aku mau nginep di rumah sodaraku yang deket kontrakan kamu jadi bareng aja sama aku" kata Azil


"gak usah Mi aku kan juga udah tau kontrakan kamu jadi sama aku aja" kata Rian


"kalian gak usah repot-repot aku bisa ko pulang sendiri, lagian aku ada urusan dulu jadi kalian duluan aja" kataku


"urusan apa? ko aku gak tau?" tanya mas Vino


Haduh mas Vino ini ko gak ngerti sih, aku kan ngomong kayak gitu biar bisa ngalihin mereka,


"kenapa pak Vino harus tau urusan Ami?" tanya Naya


"udahlah kelamaan ayo Mi naik motor aku" kata Azil sambil menarik tangan aku


Tiba-tiba mas Vino menghampiriku dan melepaskan tangan Azil yang memegang tanganku,


"pacar???" teriak semua teman-teman kerjaku kaget tak percaya kecuali Rian


Aku tidak bisa berkata apa-apa selain menuruti mas Vino naik motornya dan meninggalkan teman-teman yang kaget mendengar ucapan mas Vino barusan,


"kita ke taman dulu mas" kataku


"mau ngapain?" tanya mas Vino


"kita harus bicara" kataku


Kamipun sampai di taman, aku langsung duduk di bangku taman di susul dengan mas Vino,

__ADS_1


"mas Vino ngomong apa sih tadi? mas Vino sadar gak sih apa yang mas bilang tadi? aku tau mas Vino cemburu dengan tamu yang mas Arka ceritain tapi, aku kan udah jelasin semuanya" kataku


"sebenarnya ada hal yang ingin aku beritahu sama kamu" kata mas Vino terlihat ragu


"ada apa sih mas?" tanyaku dengan nada kesal


"aku sebenarnya mau keluar dari tempat kerja...!" kata mas Vino


"hahhh? mas Vino gak becanda kan?" tanyaku


"aku serius Ami semuanya mendadak jadi, akupun baru bisa ngasih tau kamu sekarang" kata mas Vino


"emangnya ada apa? kenapa mendadak gini sih" kataku


"teman ayahku buka cabang perusahaan di dekat daerah sini dan menawariku pekerjaan di perusahaannya itu, kalau aku pindah kerja ke sana gajihkupun akan semakin besar dan kita tidak perlu sembunyikan lagi hubungan kita" jelas mas Vino


"tapi kenapa ngedadak gini sih, kita baru beberapa minggu jadian, nanti bakal jauh" kataku sambil menangis


"heyy sayang, aku masih kerja daerah sini kita gak bakal jauh, kita masih bisa ketemu nanti, kan kita bisa janjian kalau libur kerja" kata mas Vino memelukku dan menenangkanku


"kita kan biasanya ketemu tiap hari, terus sekarang bakal jauh, kan jadi aneh" kataku sambil mengusap air mata


"selagi kita saling percaya aku yakin kita pasti bisa, kalau gajih aku makin gede aku kan bisa nabung lebih banyak lagi untuk masa depan kita nanti" kata mas Vino


"emangnya kapan mas mau keluar dari tempat kerja?" tanyaku


"besok hari terakhir aku kerja, kalau ke pak manager aku sudah kasih surat pengunduran diri sejak seminggu yang lalu dan dia bisa mengerti dengan keputusan aku ini" kata mas Vino


"kenapa baru cerita sama aku sekarang coba?" kataku

__ADS_1


"maaf sayang aku gak mau kamu kepikiran kita kan baru jadian aku takut kamu malah berpikir yang aneh-aneh, udah ya semuanya bakal baik-baik aja" kata mas Vino sambil memeluk dan mengusap air mataku.


__ADS_2