
Rian masih sama seperti dulu nekat dan pantang menyerah, aku tau alasan dia memberi aku ice cream untuk membuat mas Vino cemburu, akupun pulang di antar oleh mas Vino saat sampai di kontrakan,
"ini kontrakan baru aku mas" kataku setelah turun dari motornya
"kamu sama siapa ngontrak di sini?" tanya mas Vino
"sendirian" kataku
"ohh kirain sama Naya" kata mas Vino
"gak mas soalnya gak di bolehin orang tuanya, emmm tentang Rian tadiii....!" aku mencoba menjelaskan tapi mas Vino memotong omonganku
"gak papa ko, aku tau kita kan baru jadian jadi wajar kalau kita belum terlalu tau tentang masing-masing, nanti kalau aku udah sampe aku telepon ya biar kita bisa ngobrol lebih banyak" jelas mas Vino
"emmmm iya, mas Vino mau mampir dulu?" tanyaku
"udah malem gak enak sama tetangga kontrakan kamu aku langsung pulang aja ya" kata mas Vino
__ADS_1
"ya udah hati-hati ya mas" kataku sambil melihat mas Vino pulang
Aku merasa beruntung memiliki pacar yang sangat pengertian dan perhatian seperti mas Vino, beda jauh sekali dengan cara Rian memperlakukanku dulu tapi, kalau aku jadian dengan Azil apakah dia akan perhatian lebih padaku atau tidak ya?, ya tuhan apa yang aku pikirkan barusan, kenapa aku malah membandingkan mas Vino dengan Rian dan Azil, aku harus mandi membersihkan seluruh tubuhku dan mendingan pikiranku yang kemana mana ini.
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam mas Vino meneleponku, setelah beberapa menit mengobrol aku merasa tidak canggung lagi dengannya, kami menceritakan tentang satu sama lain, menanyakan hal-hal yang belum pernah kami ketahui satu sama lain sebelumnya, aku tidak tau kenapa orang-orang di tempat kerja banyak memandang hal buruk tentang mas Vino, padahal selama dia bersamaku selama ini aku mengenalnya justru dia orang yang sangat baik, semoga sikapnya ini tidak hanya untuk saat ini saja karena sedang merasakan jatuh cinta tapi, seterusnya seperti ini.
Hari-hari terus aku lalui hingga tak terasa sudah satu minggu aku mengajari Rian di gudang, itu artinya aku akan pindah kerja di depan bersama Naya, Azil dan mas Arka, akhirnya aku bisa sedikit lega karena tidak satu ruang kerja bersama Rian lagi.
Saat jam istirahat mas Vino mengirim pesan whatsapp padaku untuk makan siang bersama tapi, aku menolaknya karena jika aku terlalu sering pergi makan berdua dengan mas Vino aku takut teman-teman kerja yang lain akan curiga dan tau tentang hubungan kami, dan mas Vino pun mengerti akan hal itu.
"iya ayo Nay" kataku
"kamu gak di ajak makan bareng sama pak Vino Mi?" tanya Azil
__ADS_1
"gak ko, ngapain juga harus sering-sering makan sama dia, lagian aku kan baru di pindah kerja sama kalian lagi jadi kangen pengen ngobrol-ngobrol lagi hehe" kataku
"kalau sering-sering di ajak makan barengnya sama aku mau gak?" kata Rian yang baru datang ke kantin
"dih apaan deh, sini Az duduk dekat aku sama Naya" kataku
"ya elah jutek amat kan aku juga mau makan bareng" kata Rian
"ya udah tinggal makan" kataku
"udah ya kalian jangan berantem terus kita kan teman satu kerjaan jadi harus kompak" kata Azil
"nih Ami aku bawa lauk lebih ini buat kamu.." kata Azil lagi
"Ami doang nih Az buat aku sama Rian gak ada...!" kata Naya sambil cemberut
"ini bisa buat bagi-bagi kali Nay ambil aja nih" kataku
__ADS_1
"yesss berarti aku juga boleh minta yaaa" kata Rian sambil mencomot lauknya
"dasar aku kan tadi bilangnya ke Naya, ayo Nay, Az makan nanti malah di abisin orang gila ini lagi lauknya" kataku.